Keinginan untuk menikah memang jadi topik yang paling sering dibicarakan di usia 20-an. Hayo, siapa yang pernah senewen dengan urusan kampus atau pekerjaan lalu bilang,

“Udah ah aku capek. Stres skripsi, stres kerja. Mau nikah aja….”

Sepertinya pernikahan jadi jalan keluar untuk semua permasalahan. Dengan menikah rasanya semua problem bisa diselesaikan. Padahal seperti hal lain yang membutuhkan pertimbangan panjang, menikah juga butuh persiapan. Kalau begitu, kamu termasuk yang mana? Sekadar punya mimpi untuk menikah atau memang sudah siap menikah?

1. Keinginan untuk menikah terlihat dari bayangan soal cute-nya resepsi yang indah. Kesiapan nikah malah ada di kesadaraini perjuangan berdarah-darah

Kesiapan menikah adalah kesadaran kalau hubungan ini bisa berdarah-darah (Foto: Shutterstock) via shutterstock.com

Beberapa dari kita mungkin ingin segera menikah hanya karena ingin jadi raja dan ratu sehari. Bisa duduk di pelaminan, menyalami tamu-tamu dengan pakaian terbaik dan riasan wajah yang cantik.

Kalau hanya ini yang membuatmu ingin menikah berarti levelmu masih di sebatas ‘ingin nikah’ saja. Kesiapan menikah justru ditunjukkan dari kesadaran bahwa proses ini membutuhkan perjuangan berdarah-darah. Tidak ada proses menikah yang mudah, ringan, tanpa membutuhkan persiapan yang membuatmu pusing dan lelah.

2. Ingin menikah sering membuatmu percaya kalau pernikahan bisa menyelesaikan masalah. Siap menikah membuatmu sadar kalau masalah tak akan pergi setelah kata, ‘Sah!’

Masalah tak akan pergi setelah kata sah (Foto: Shutterstock) via shutterstock.com

Kamu yang hanya siap menikah akan dipenuhi oleh bayang-bayang betapa indahnya hidup pasca menikah.

Selalu ada yang bisa dipeluk setiap malam, ada orang yang bisa diandalkan saat butuh sandaran. Kamu tidak akan lagi merasa sendirian.

Impian tentang pernikahan yang hanya berisi hal-hal indah menunjukkan kalau keinginanmu menikah masih ada di level ‘ingin’ semata. Sementara kamu yang memang sudah siap akan sadar sepenuhnya bahwa ikatan pernikahan tetap akan membawa masalah. Dibutuhkan kedewasaan untuk menghadapinya.

3. Kamu yang ingin menikah akan selalu fokus pada hasil akhirnya. Kesiapan menikah justru terlihat dari penghargaanmu pada prosesnya

Kamu tidak fokus pada hasil, tapi proses (Foto: Shutterstock) via shutterstock.com

Sementara orang yang siap menikah tidak ingin mem-fast forward proses pendekatan, perkenalan, dan penyesuaian– kamu yang hanya ingin menikah justru lebih terkesan terburu-buru.

Harus langsung atur resepsi, harus langsung lamaran, harus langsung mewujudkan pernikahan impian.

Hasil akhir jadi tujuan utama kamu yang sekadar ingin menikah. Kesiapanmu menikah baru terlihat dari bagaiman akamu menghargai setiap proses menjuju hasil yang indah.

4. Keinginan menikah membuatmu bergegas mau dia jadi milikmu. Sementara kesiapan menikah membuatmu berhati-hati, tidak mau terburu-buru

Kesiapan menikah membuatmu berhati-hati (Foto: Shutterstock) via shutterstock.com

Hal yang paling berbeda dari ingin dan siap bisa terlihat dari caramu menyelesaikan masalah. Ketika kamu hanya sekadar ingin, kamu hanya akan berfokus untuk menjadikan dia milikmu secepatnya. Tidak perlu ada persiapan di baliknya, kalau bisa.

Namun kesiapan akan tercermin dari kehati-hatianmu memutuskan semuanya. Seperti kamu yang sekarang berhati-hati memperhitungkan pengeluaran untuk mempersiapkan hari besar yang sebentar lagi datang.

Kamu yang sekadar ingin menikah bisa saja ingin mempercepat langkah dengan membeli semua perlengkapan dengan cepat. Asal selesai dan bisa menggelar resepsi saja. Sudah.

Namun kamu yang sudah siap menikah justru akan mempertimbangkan semuanya. Sebisa mungkin semua dihemat, dengan belanja di Bukalapak yang dari tanggal 1 sampai 31 Maret ini punya promo Parade Gratis Ongkir. Cukup memasukkan kode BLGOAPPS dan belanja lewat aplikasi Bukalapak, kamu sudah menikmati Parade Gratis Ongkir yang Bukalapak tawarkan. Semua harus dipersiapkan sebaik mungkin untukmu. Semua harus aman, hemat, tidak terburu-buru.

Dari 4 perbedaan ini mana yang termasuk kamu? Sekadar ingin nikah atau memang sudah siap nikah?