Kata orang cemburu adalah tanda sayang. Rasa cemburu pun telah disahihkan sebagai bukti cinta. Maka jika kamu tak pernah merasakan cemburu terhadap pasangan, artinya kamu tak punya perasaan apa-apa. Tapi tunggu dulu, apa sesempit itukah pengertian rasa cemburu dalam sebuah hubungan? Kalau memang sudah saling percaya, bukankah rasa cemburu seharusnya sudah bisa diminimalisir?

Iya, cemburu memang terkadang perlu dalam sebuah hubungan agar masih tersisa percik api yang membuat hubungan tetap menyala. Tapi hati-hati jangan sampai terjebak dengan cemburu yang berlebihan. Kamu harus tahu bahwa ada perbedaan nyata cemburu yang berarti tanda sayang dengan cemburu yang hanya untuk mengekang.

1. Kamu wajar cemburu jika tiba-tiba saja kamu tak lagi jadi prioritas dalam hidupnya. Kamu juga berhak tahu apa yang kini dia rasa.

kamu tak lagi jadi prioritasnya via shutterstock.com

Menjalin hubungan ke tahap yang lebih dewasa berarti berani berkomitmen untuk menentukan hal-hal mana yang menjadi prioritas bersama. Kamu dan dia, meski masih punya kehidupan pribadi, namun harus mulai memikirkan masa depan yang nanti kalian berdua jalani. Termasuk membuat prioritas yang harus kalian yakini bersama.

Namun seiring berjalannya waktu, kamu berhak punya rasa cemburu ketika tiba-tiba kamu tak lagi menjadi satu-satunya prioritas dalam hidupnya. Pergaulan dia yang semakin luas, mungkin membuat dia juga mengenal banyak orang baru. Jika salah satunya mampu menyedot perhatiannya dan membuat tatapannya kepadamu sedikit memudar, maka kamu layak waspada. Ketika sampai pada titik ini, tentunya hubungan kalian sedang diuji. Mempertanyakan kembali kemana hubungan kalian akan berlabuh patut kamu lakukan. Apakah kamu masih satu-satunya orang yang menjadi poros dunianya atau sudah ada yang lain yang siap menggantikanmu. Jika sudah begini, cemburu yang kamu rasakan memang tanda sayang. Karena jauh di lubuk hati terdalam, kamu tak ingin kehilangan dia yang selama ini membangun mimpi bersamamu.

2. Kamu hanya ingin mengekangnya jika cemburu saat dia menghabiskan waktu bersama orang terdekatnya. Dia juga punya kehidupan yang bukan cuma kamu isinya.

Advertisement

jangan larang pergaulannya via shutterstock.com

“Kamu kok masih temenan sama cewek itu sih? Kamu suka sama dia?”
“Ya kita temenan doang. Gimana namanya juga uda temenan dari lama,”
“Ngga mau tau apa alasannya, pokoknya aku ngga suka kamu masih temenan sama dia!”

Melihat pasanganmu berteman akrab dengan cewek lain membuat banyak pikiran buruk menghantuimu. Kamu mungkin khawatir bahwa pasanganmu menyimpan perasaan sayang untuk teman ceweknya yang sudah lama berteman akrab dengannya. Sebelum kamu memutuskan untuk melarang mereka berteman, kau harus pikirkan lagi kemungkinan buruk yang justru bisa terjadi jika kamu menunjukkan sikap prosesif seperti ini.

Kekhawatiranmu tak lagi beralasan jika kamu masih menjadi satu-satunya prioritas dalam hidupnya. Dia tak keberatan setiap kali membicarakan masa depan bersamamu, bahkan kadang dia yang berinisiatif duluan untuk membahasnya bersamamu. Sinar matanya yang tetap berpendar saat bersamamu, sudah cukup jadi bukti bahwa kamu adalah orang yang ia harapkan untuk tetap bersama sampai akhir nanti.

Keberadaan teman lawan jenisnya yang akrab dengan dia, justru bisa jadi keuntungan lain untukmu. Kamu bisa bertanya dengan mereka tentang sosok lelakimu di mata mereka. Jika dia memang punya banyak teman, artinya dia adalah pribadi yang supel dan hangat. Bukankah kamu layak berbangga dengan hak itu?

3. Meski kalian telah bersatu, tapi waktunya bukan cuma punyamu. Kamu tak berhak cemburu jika dia tenggelam dalam kesibukan yang menyita waktu.

dia sibuk untuk menyiapkan masa depan via shutterstock.com

Menginjak fase hubungan yang mulai beranjak dewasa, kebersamaan seharusnya tak menjadi sebuah keharusan. Merancang masa depan yang kalian impikan, tentunya butuh pengorbanan dan perjuangan yang tidak ringan. Merancang masa depan bersama berarti kamu dan dia harus mulai berhenti berleha-leha. Salah satunya mengorbankan kebersamaan yang selama ini mungkin bisa dengan mudah kamu dan dia dapatkan. Saat kamu dan dia memutuskan untuk menjalani masa depan bersama nantinya, harus ada mimpi pribadi yang butuh dituntaskan.

Saat itu terjadi, kamu harus rela tak selalu bisa menggenggam tangannya atau merengkuh pundaknya saat tubuhmu terasa menggigil. Kamu harus mulai merelakan itu semua sementara, sampai dia siap menghadapi tantangan yang lebih besar bersamamu.

Semua itu layak untuk kamu lakukan, kecuali kamu tak ingin punya masa depan dengannya. Kamu bisa saja mengekangnya, melancarkan berkali-kali protes padanya saat dia sedang tak memiliki banyak waktu untukmu. Tapi jika itu kamu lakukan, maka mulai sekarang kubur dalam keinginan untuk terus bersanding dengannya hingga nanti. Karena kecemburuan pada kesibukan yang sedang ia lakukan adalah sesuatu yang berada di luar nalar. Meski kalian bersama, tetapi waktunya bukan punyamu saja. Kamu belum berhak untuk memilikinya seutuhnya.

4. Di akhir hari, kecemburuan tak beralasan ini hanya akan membuatmu cepat merasakan kehilangan. Kamu hanya menampakkan semakin berkurangnya kepercayaan diri.

menampakkan kepercayaan diri mulai berkurang via shutterstock.com

Memang ada satu alasan kuat yang bisa membuatmu cemburu, yakni kita sinar matanya tak lagi berpendar ketika menatapmu. Namun jika selama ini kecemburuan yang kamu rasakan lebih banyak tak beralasan dan merugikan, kamu dan dia bisa lebih cepat dihadapkan pada perpisahan yang justru lebih menyakitkan.

Kecemburuan yang tak beralasan juga makin menampakkan bahwa kepercayaan dirimu yang semakin berkurang. Jika kamu dan dia sudah memilih bersama, dia tentunya sudah mau menerimamu apa adanya. Lalu apa lagi yang kamu khawatirkan? Jika kamu terus merongrongnya dengan tuntutan yang tak masuk akal, nantinya cuma sakit hati yang kamu dapatkan.
Jangan keburu percaya bahwa cemburu adalah tanda cinta. Karena jika memang cinta, kamu bisa sepenuhnya percaya.