Tagar relationship goal bukan lagi hal baru di dunia maya. Mendengarnya di kehidupan nyata pun bukan yang pertama kalinya. Teman-temanmu atau siapapun menjadikan relationship goal sebagai tren yang harus ditentukan kalau ingin mendapat cap sukses dalam hubungan. Nggak heran, akhirnya semakin banyak versi yang diciptakan oleh pasangan-pasangan kekinian.

Sedangkan kamu sendiri seperti berdiri di sisi yang berlainan, yang belum paham sepenting apa relationship goal ini. Kira-kira apa pengaruhnya dalam hubungan kalian ke depannya? Apa relationship goal ini bisa jadi pegangan kalau hubungan kalian bisa langgeng?

Tak ingin asal ikut-ikutan tren yang ada. Kamu pun merenungkan kembali alasan-alasan yang lebih masuk akal, kalau hubungan itu cuma perlu dijalani sebaik-baiknya saja.

1. Relationship goal kekinian tak seperti misi hubungan sesungguhnya, yang lebih kompleks dan harus realistis

Hubungan kalian ini harus realistis via meghillphoto.com

Tak ada yang salah dengan relationship goal. Setiap pasangan memang seharusnya punya tujuan atau misi dalam hubungan mereka. Tapi munculnya relationship goal kekinian ini yang menjadi misi hubungan jadi terlalu absurd. Kamu sering melihat di media sosial tentang definisi yang diciptakan banyak pasangan muda. Seremeh kompakan soal penampilan, tinggal satu rumah meski belum ada ikatan apa-apa, sampai memamerkan kemesraan mencium ketiak pasangan.

Advertisement

Seolah misi hubungan mereka berhenti di hal-hal semacam itu. Padahal misi hubungan yang kalian punya harusnya lebih kompleks seperti halnya komitmen. Semisal salah satu misi hubungan kalian yang sudah sama-sama disepakati itu, harus bisa saling berbenah diri demi menciptakan kenyamanan. Atau yang paling krusial misi kalian seperti kebanyakan orang, membawa hubungan sampai ke jenjang pernikahan. Apapun misi yang kalian sepakati bersama harusnya memang tak hanya satu atau dua, dan jangan lupa pastikan itu semua realistis.

2. Hubunganmu lebih bisa bergerak leluasa tanpa perlu relationship goal kekinian yang macam-macam versinya

Kalian bisa lebih leluasa membangun hubungan via www.juliepepin.com

Kamu masih ingat ucapan ayah dan ibumu, kalau hubungan mereka rasanya sederhana menua bersama-sama. Bukankah dari sana kamu bisa menyimpulkan, kalau sebenarnya membiarkan hubungan kalian berkembang itu dengan membuatnya bergerak leluasa. Kamu dan dia punya visi dan misi yang fleksibel, dalam arti tak berpatok di satu hal saja. Soal membuat rencana pun kalian tak pernah terlalu memaksakan diri.

Intinya hubungan kalian sesederhana tumbuh bersama-sama, tanpa relationship goal kekinian yang versinya bermacam-macam. Sukses atau tidaknya hubungan kalian itu dilihat dari prosesnya, dan tak bisa ditentukan juga hanya dalam hitungan waktu.

3. Kenyamanan hubungan kalian tak bisa dipukul rata dengan pasangan lainnya. Sebab relationship goal bukan sebatas retorika

Relationship goal bukan retorika via www.juliepepin.com

Sebenarnya mencontoh bukan cara yang baik dalam menjalani semua hal di hidup, salah satunya hubungan. Kamu harus mulai bisa memahami makna dari “inspirasi” yang tak harus mengikutinya dengan presisi. Tapi kamu mengambilnya sebagai pelajaran untuk merenungkan, kira-kira hubungan kalian nanti baiknya seperti apa?

Sebab kenyamanan kalian sebagai pasangan tak bisa pukul rata dengan orang lain. Bukankah jalan yang dilalui hubungan kalian pun pasti berbeda. Pasangan lain punya jalan mulus dengan kelok yang terlihat lebih mudah. Sedangkan kalian menganggap jalanan terjal dan penuh dengan belukar lebih memberi tantangan untuk saling berkembang. Semua punya misi atau goals, tapi jangan sampai semua itu sebatas retorika yang hanya berisi angan muluk-muluk saja.

Hidup ini nyata dan tak sebatas kata-kata yang didendangkan para pencinta di luar sana.

4. Menjalani hubungan tak perlu muluk-muluk dengan relationship goal segala, kalau masa depan kalian saja belum tentu bersama

Nggak perlu banyak tingkah kalau mau hubungannya langgeng sampai nikah via meghillphoto.com

Coba putar kembali memorimu. Ingat-ingat lagi seberapa banyak kabar atau berita pasangan yang gagal mempertahankan hubungannya. Sekalipun mereka dianggap punya relationship goal yang menginspirasi pasangan-pasangan lainnya.

Halooo….menjalani hubungan ini tak perlu muluk-muluk. Apalagi dengan relationship goal macam-macam. Kamu cukup memastikan kalian menjalani dengan sebaik-baiknya, seperti bisa berbenah, berkembang, juga belajar memahami bersama-sama. Karena percuma juga punya relationship goal yang kelihatannya oke, tapi urusan masa depan hubungan saja kalian masih sama-sama tak tahu gambarannya seperti apa.

Sekarang kamu harus ingat, kalau menjalani hubungan itu seperti halnya salah satu hukum di fisika. Semakin banyak gaya yang dibutuhkan, semakin berat daya untuk mendorongnya sampai ke tujuan.

5. Karena seringnya relationship goal seperti kesepakatan remeh temeh yang tak memberi faedah apa-apa dalam hubungan

Kesepakatan remeh temeh via www.afistfullofbolts.com

Alih-alih kamu dan dia terjebak dalam relationship goal yang terlalu remah dan absurd, lebih baik kamu memikirkan kembali arah dari hubungan kalian. Kalau memang ingin tumbuh dan menua bersama, kalian harus bisa memilah hal-hal yang baik atau berfaedah untuk hubungan. Tak perlu ikut-ikutan dengan cara pasangan lain menjalani hubungan mereka.

Kemana hubunganmu akan berlabuh, cuma kamu dan dia yang bisa tentukan. Nggak perlu ikut-ikutan mereka yang memandang hubungan secara dangkal.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya