Kamu betah banget dibohongin sama dia berkali-kali? Nggak sakit hati apa? Mending kamu cari yang lain daripada terus-menerus makan hati

Mungkin beberapa dari kalian sudah khatam dengan omongan seperti itu dari teman atau siapapun yang kerap jadi tempat curhat tentang masalah percintaanmu yang selalu bermasalah. Mulai dari kamu yang kerap dibohongi sampai diselingkuhi tak hanya sekali dua kali, kamu tetap kekeh bersama dia yang kamu (pikir) cintai.

Entah kekuatan apa yang tersimpan di hatimu itu hingga kamu tetap bisa berdiri meski sering disakiti. Walau banyak alasan yang bisa membuat melepaskannya, ada saja penguat untuk tetap berdiri bersamanya.

Ah, mungkin salah satu alasan untuk tetap bersama dia tak hanya sekedar cinta semata. Ada alasan lain yang membuatmu tak gentar, dan salah satu dari penguatmu bersama dia adalah alasan-alasan berikut ini. Benar nggak ya?

1. “Aku dan dia udah pacaran selama 3 tahun, itu salah satu bukti kalau kita bisa langgeng,”

Udah terlanjur pacaran lama via shutterstock.com

Advertisement

Bersama dia, orang yang sama selama bertahun-tahun bukan perkara mudah. Alasan yang sering jadi pertimbangan kamu untuk melepaskan seseorang. Apa bisa menjalin hubungan yang langgeng dan awet dengan orang yang baru?

Itulah mengapa ketika kamu sudah pacaran tahunan dengan seseorang, kadang rasa ingin mempertahankan bukan lagi karena perasaan yang begitu mendalam, tapi lebih karena ketakutan tidak bisa merasakan kenyamanan yang sama. Meski sudah disakiti berkali-kali, kamu tetap rela untuk bertahan. Di bayanganmu, tidak masalah jika terus disakiti. Daripada harus putus setelah hubungan yang terjalin sudah menginjak tahunan.

Padahal yang terpenting dalam hubungan sebenarnya bukan berapa lama hubungan tersebut terjalin. Tapi seberapa sering kamu dan dia saling menghargai.

2. “Dia baik sama aku. Dia mau beliin aku make-up mahal dan dia juga tipe aku banget. Kan sayang kalau aku putusin,”

Udah sering banget belanjain via shutterstock.com

Cewek mana yang nggak bahagia, bila kekasihnya tampan dan mapan. Selain kamu merasa bangga menggandengnya, ia juga begitu royal padamu. Apapun yang kamu inginkan, pasti ia berikan secara cuma-cuma. Dan dua hal ini yang membuat kamu begitu sulit melepaskan kekasihmu yang tampan sekaligus mapan, walau dia sering kali membuatmu banjir air mata.

Tapi yakin kamu bisa bahagia selamanya hanya dengan diberi berbagai macam hadiah? Hadiah yang sekarang dia berikan untuk kamu mungkin bisa membuat kamu bahagia. Tapi itu hanya sesaat, bukan selamanya. Pada akhirnya kamu pasti akan membutuhkan sosok yang menenangkan hati, bukan dia yang selalu membanjiri dengan hadiah-hadiah.

3. “Aku yakin kok kalau dia bakalan berubah jadi lebih baik dari sekarang. Aku percaya dia,”

Yakin dia masih bisa berubah via shutterstock.com

Kamu bukan orangtuanya yang punya kewajiban untuk mendidik dia menjadi orang yang lebih baik dari sekarang. Jika dia memang berniat menjadi orang yang lebih baik lagi setelah bersamamu, kamu tak seharusnya menjadi pihak yang berdarah-darah untuk membentuk dia menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang. Justru ketika dia tulus mencintaimu, dia yang akan berinisiatif berubah perlahan.

Kamu sama sekali tak punya kewajiban apapun, demi mengubah dia menjadi priadi yang lebih baik. Jika selama ini dia tak juga menunjukkan gelagat sebagai pasangan yang layak, maka sebenarnya tak lagi ada alasan untuk bertahan di sisinya.

4. “Aku udah akrab sama Mama dan Adiknya, keluarga besar dia juga udah kenal sama aku. Buat kenal sama keluarganya nggak mudah,”

Udah deket sama keluarganya via www.hercampus.com

Menjadi akrab dan dikenal oleh keluarga pasangan adalah dambaan. Jelaslah kamu yang sudah berhasil merebut hati keluarga kekasihmu merasa beruntung sekaligus bangga karenanya. Dan rasa sayang sekaligus sungkan pada keluarganya menjadikan alasan kuatmu bertahan, meski kekasihmu tak lagi sayang.

Namun apa iya hanya dengan alasan seperti itu, kamu rela mengorbankan perasaanmu sendiri yang tidak lagi nyaman menjalani hari-hari dengannya. Walaupun sudah dekat dengan keluarganya, bukan berarti kamu tak bisa mengakhiri hubungan dengan pacarmu sekarang. Apalagi kalau hubungan yang terjalin memang sudah tak layak untuk dipertahankan. Keluarga biasanya akan menjadi pihak yang sangat bijak dengan memilih tidak ikut campur urusan kamu dan pacar. Jadi ambil keputusan sekarang juga sebelum terlambat.

5. “Kami udah melewati semuanya berdua. Aku nggak yakin, akan ada laki-laki lain yang kayak dia,”

Nggak yakin bakal ada yang kayak dia via elizabethwellsphoto.com

Bagaimana kamu bisa tahu tidak akan ada laki-laki lain yang lebih baik dari dia, jika kamu sendiri tak pernah sekalipun mencoba membuka hati untuk orang baru? Dia mungkin memang menjadi orang yang menemanimu berjuang dari awal. Dia pula yang mendampingimu dalam semua perjuangan yang pernah kalian lakukan. Tapi kadang hati tak bisa berbohong, jika kenyamanan tak lagi kamu rasakan.

Dia bisa saja menjadi pasangan berjuangmu selama ini, tapi frekuensi dia mendua tak kalah banyaknya. Alasan bertahan karena sudah melewati banyak hal dengan dia pun tak lagi jadi relevan, ketika kesetiaan yang jadi taruhan.

Kadang, sebagai pribadi kamu harus berani meninggalkan masa lalu. Mesksi sulit, kamu harus berani maju untuk mendapatkan penghargaan yang lebih layak lagi. Belum lagi, perjuanganmu dengan dia mungkin bukan satu-satunya perjuangan yang kamu hadapi. Siapa tahu, di depan sana masih banyak perjuangan lebih berat menanti. Jika dia saja tak bisa menjaga komitmen, yakin dia masih mau mendampingi hingga nanti?

Sekali lagi, putus bukan berarti duniamu berakhir. Kalau memang lebih banyak menyakiti, kenapa tak diakhiri?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya