Merasa yakin dan percaya bahwa hubunganmu itu akan berhasil dibawa ke hal yang lebih serius? Yakin dan percaya memang nggak masalah tapi bukan berarti kamu harus larut dalam keyakinanmu, dan resikonya kamu abaikan. Banyak hal yang terjadi di luar apa yang kita harapkan, tentu saja saat hal ini terjadi akan sedikit mengecewakan. Sepertinya halnya hubungan pacaran yang kalian jalani. Biasanya intensitas bertemu jadi masalah, entah terlalu sering bertemu atau terlalu jarang bertemu, kita nggak bisa terlepas dari risiko.

Tentu saja, walupun kamu dan dia sering bertemu setiap hari bukan jadi jaminan kalian bisa langgeng. Bahkan, karena sering bertemu satu sama lain merasa bosan dan akhirnya hubungan diakhiri begitu saja. Kalian harus mengenali risiko dari intensitas pertemuan yang tinggi ini, nggak sekadar menjalaninya saja tiap hari. Intensitas bertemu yang tinggi itu berisiko besar hubunganmu kandas karena rasa jenuh dan bosan, selain hal itu ada banyak faktornya. Untuk itu, simak yuk bareng-bareng beberapa hal di bawah ini!

1. Bertatap wajah boleh setiap waktu, tapi apa iya komunikasi selalu ikut berjalan baik setiap bertemu

Rawat baik-baik komunikasi dengan hal yang asyik dan menyenangkan… via unsplash.com

Komunikasi menjadi sangat penting saat kamu dan dia sering bertemu. Seringkali satu di antara kalian bersikap dingin karena saking jenuhnya, komunikasi pun tersendat karena salah satu dari kalian nggak dalam mood yang pas. Masalah ini akan selesai ketika satu sama lain punya sesuatu yang asyik untuk diperbincangkan, nggak basi dan tentu saja menarik untuk saling menanggapi.

2. Kamu dan dia perlu waktu untuk sendiri, biar ada ruang untuk rindu tumbuh dan menguatkan perasaan kalian lagi

Biar ada rindu… via unsplash.com

Advertisement

Apa sih kamu tunggu dari rasa cinta selain kehadirannya? Satu yang pasti adalah perasaan aneh saat rindu melanda. Kasusnya, kalau kamu sering ketemu dan menjalani semua aktivitas bareng dia, sepertinya rasa rindu hanya satu hal yang nggak bakal kalian dapatkan.

3. Karena ada kalanya pasanganmu tak sanggup meredam emosi atau perasaan tak enak lain, dan cuma keluarga atau teman yang mampu

Kadang butuh teman dan keluarga untuk curhat tentang kamu… via unsplash.com

Sering kali kamu atau dia ingin curhat mengenai hubungan yang kalian jalani. Masalah datang ketika kamu atau dia merasa nggak enak, merasa takut menyakiti hati satu sama lain. Kalau sudah begini baiknya saling mengerti bahwa kamu dan pasanganmu itu butuh teman atau keluarga untuk curhat dan mencari jalan keluar.

4. Jarang ataupun sering bertemu, masalah pasti akan ada, tapi yang pasti jeda membuat kalian punya waktu untuk berpikir lebih bijaksana

Ada jeda untuk merenungkan masalah, biar masalah nggak tambah rumit karena dipaksakan… via unsplash.com

Banyak hal yang bisa dikerjakan bersama, banyak hal juga yang bikin hubungan kalian mengalami masalah. Jika sudah buntu dan nggak bisa diselesaikan bareng-bareng, jangan dipaksakan. Ada baiknya kamu atau dia mengambil sikap untuk memberi jeda ketemuan dan merenung sendirian supaya ada jelan keluar yang bijak.

5. Saking seringnya bertemu, kamu dan dia bisa saja kehabisan bahan obrolan, dan akhirnya lebih mudah bosan

Rasa bahagia luar biasa setelah baikan dan ketemuan… via unsplash.com

Kalau kalian nggak kreatif dan punya sesuatu yang menyegarkan untuk diperbincangkan maka sering ketemuan adalah pilihan yang salah. Kamu atau dia bakalan bosan ketika nggak ada lagi perasaan tertarik karena memang obrolannya sudah nggak asyik dan menarik. Kejenuhan bisa menghancurkan hubunganmu, yang sebenarnya bisa ditanggulangi dengan mengatur ritme bertemu.

6. Perasaan terkekang jadi lebih sering muncul, sekalipun aslinya pasanganmu tak  posesif ataupun protektif

Kadang ada saja yang bikin sikap dan perasaan terkekang… via unsplash.com

Nggak bisa dipungkiri, ada semacam perasaan yang nggak bebas alias terkekang. Walaupun satu sama lain nggak ada yang posesif atau pun super protektif. Hal ini bisa terjadi karena mungkin salah satu dari kalian ada yang masih menjaga rahasia, menutupi suatu sifat atau kebiasaan diri masing-masing. Kalau begini caranya, kejujuran dan terus terang harus dijalankan dengan catatan kamu dan dia saling menerima apa adanya.

Kamu dan dia tentu saja punya wkatu sendirian, waktu di mana kamu bisa merenung dan menyikapi segala hal sendirian. Nggak ada salahnya, kamu mencoba hal dengan mandiri, toh ini juga baik untuk dirimu. Dia juga sepertinya butuh hiburan dengan teman-temannya. Rasa senang setelah melakukan berbagai aktivitas seru bersama teman-temannya imbasnya juga ke kamu, hubungan jadi lebih segar dengan tawa dan perasaan senangnya itu. Nggak masalah deh kalian taur ritme ketemuan yang pas, biar nggak cepet bosan dan segera melenggang ke pelaminan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya