Beberapa dari kita sering bertanya apakah dia yang ada di depan mata ini memang orangnya. Dia, yang bisa diajak hidup bersama sampai tua. Dia, yang bisa jadi partner untuk menggenapi mimpi-mimpi kita.

Konsep ‘dia yang tertakdirkan’ memang membuat hati tenang. Selama percaya ini kita merasa yakin pasti ada orang yang bisa mendampingi. Dan percayakah kamu jika dia memang untukmu maka kamu tidak akan perlu melakukan 6 hal ini?

1. Jika dia memang orangnya, kamu tak perlu ricuh berusaha. Jalannya pasti akan terbuka

Jalannya pasti akan terbuka via www.glamourandgraceblog.com

Selalu ada jalan unik bagi hubungan yang memang sudah diamini olehNya. Bersamanya yang memang sudah tergariskan untukmu, semua seperti akan terbuka saja. Kalian bisa dikenalkan oleh kawan lama, dekat karena membicarakan hobi yang sama, sampai memutuskan jalan bersama karena ingin datang ke suatu acara.

Dalam ikatan yang sudah diamini semesta kamu tak akan lagi perlu berpeluh demi menciptakan waktu bersama. Sebab rasanya jalannya seperti terbuka saja.

2. Berbincang dengannya seperti ngobrol dengan sahabat lama. Kalian tak seperti 2 orang asing yang baru bertemu pertama kalinya

Advertisement

Kalian tidak akan seperti 2 orang asing yang baru pertemu pertama kali via www.glamourandgraceblog.com

Ada sisi dirimu yang seperti pecah kemudian terpental ke arahnya. Dia bisa memahami pikiran-pikiran anehmu, memahami keabsurdanmu yang sebenarnya level dewa itu.

Berbincang dengannya itu seperti menemukan sahabat lama. Kalian bisa tertawa terbahak-bahak karena joke yang selama ini tidak banyak orang pahami, Ngobrol lama dan panjang karena rasanya ada sangat banyak hal yang bisa dibagi.

3. Bahkan tanpa peluk dan kecup hubungan ini akan berjalan. Ikatan ini bukan cuma soal fisik dan sentuhan

Ikatan ini bukan cuma soal peluk dan kecupan via www.glamourandgraceblog.com

Tak peduli kalian harus terpisah jarak sekian lama sampai tak bisa memeluk atau mengecup mesra, hubungan ini tetap akan bertahan. Sisi-sisi tubuh kalian jelas rindu pada dia yang bisa merengkuh sehangat itu. Namun jika dia memang orangnya hubungan ini akan tetap bergerak maju meski tanpa sentuhan mesra.

Kontak fisik adalah ikatan nomor sekian. Masing-masing dari kalian sudah lebih paham bagaimana menjaga kuatnya perasaan.

4. Masalah tidak akan membuat kalian merasa takut harus terpisah. Justru kalian rela berjuang sampai berdarah-darah

Dengannya kamu rela berjuang sampai berdarah-darah via www.glamourandgraceblog.com

Dalam ikatan sebelumnya masalah berarti tembok besar yang harus sekuat tenaga dihancurkan. Masalah juga sering sejalan dengan pintu masuk menuju perpisahan. Namun beda ceritanya jika kali ini kamu sedang membangun hubungan bersama dia yang tertakdirkan. Karena bersamanya masalah hanya harus dihadapi dengan senyuman saja. Sesekali ditertawakan berdua.

Masalah jelas akan tetap terasa berat dihadapi. Hanya saja kamu tak pernah merasa khawatir hubungan akan kandas karena ini. Justru kalian akan rela berjuang lebih keras lagi.

5. Bersamanya tak akan pernah ada perasaan bahwa kamu orang yang mencintai lebih. Sebab dia pun mencintaimu tanpa pamrih

Dia mencintaimu tanpa pamrih via www.glamourandgraceblog.com

Jadi orang yang mencintai lebih dalam memang tidak menyenangkan. Perasaan ini membuatmu digempur sensasi seperti seorang pesakitan. Tidak nyaman rasanya melihat dia bisa melenggang seenaknya, sementara kamu selalu mengkhawatirkannya.

Tidak nyaman juga rasanya saat tahu kamu jadi pihak yang menyimpan perasaan lebih dalam. Sakit yang tercipta karena perasaan macam ini sensasinya hampir sama seperti lebam. Namun bersamanya kamu tak perlu merasakan perasaan macam ini. Dia mecintaimu sedalam perasaan yang kamu simpan selama ini.

6. Untuknya kamu tak harus repot berubah. Dia mendorongmu untuk berbenah — sembari menghargai prosesmu hijrah

Perubahan baginya akan sangat dihargai. via www.glamourandgraceblog.com

Perubahan jelas tidak semudah itu dijalani. Dan orang yang layak bersamamu amat memahami proses ini. Orang ini menghargai prosesmu untuk berubah. Dia tak pernah memburumu dengan pertanyaan, “Kapan” dan “Bagaimana” jika bicara soal perubahanmu ke arah yang lebih baik.

Kehadirannya selalu mendorongmu untuk terus berbenah. Namun dia lebih dari paham bahwa proses berubah ini tidak cepat dan jauh dari instan. Dia menghargai proses yang ada dalam setiap perubahan.

Jika 6 hal ini belum kamu rasakan, maka kamu perlu bertanya: “Apakah memang dia orangnya?”