Kita semua tahu bahwa setiap orang tua pasti peduli pada anak-anaknya. Salah satu wujud kepedulian itu bisa dilihat dari sikap cerewetnya. Para orang tua seakan nggak mau anak-anaknya berada di zona yang salah. Jadi ketika anaknya ada di jalur yang ‘nggak seharusnya’, orang tua terutama ibu, tentu akan ngomel-ngomel. Tapi biasanya anak justru nggak sadar kalau sikap bawel itu adalah tanda orang tuanya peduli dan sayang kepada mereka. Dan kebanyakan mereka akan sebal dan marah balik ke orang tua mereka sendiri.

Memang sih, nggak ada orang yang suka diomeli apalagi sampai dipersalahkan atau dituduh macam-macam sama orang tuanya. Meski begitu, sebaiknya anak paham sih, gimanapun juga mereka tetaplah orang tua yang sudah sepatutnya dihormati. Serba salah sih kadang, karena melawan orang tua, apalagi ibu, itu termasuk dosa besar. Nah, Hipwee Hubungan sudah merangkum 6 sikap aman menghadapi kecerewetan ibu nih, biar kamu nggak lantas dicap sebagai anak durhaka. Yuk disimak!

1. Kamu pun perlu belajar memaklumi kecerewetan ibu yang kadang bersebrangan denganmu, mengingat kalian berbeda generasi dan juga perspektif

Beda generasi via teensandtaxes.com

Perdebatan antara ibu dan anak bisa terjadi akibat adanya perbedaan perspektif di antara keduanya. Kadang kamu sebagai anak merasa ibumu nggak bisa memahami situasi atau kondisi yang sedang kamu alami, begitupun sebaliknya. Padahal perbedaan perspektif ini sangat wajar terjadi lho. Ini karena kamu dan ibumu memang lahir sebagai 2 generasi yang berbeda. Sangat mungkin kalau ibumu dibesarkan di lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkunganmu sekarang, jadinya ibumu masih banyak pakai ‘metode’ lama untuk mendidik kamu. Tapi satu hal yang perlu kamu percayai, bagaimanapun cara ibumu membesarkanmu, tujuannya tetap baik buat kamu kok.

2. Setiap ada asap, pastilah ada api. Ini juga berlaku ketika ibumu mengomeli. Kamu perlu cari tahu apa penyebabnya agar bisa mencari solusi

Pikirkan solusi via blog.doctoroz.com

Advertisement

Orang nggak mungkin marah kalau nggak ada sebabnya, begitupun ibu kamu. Kamu bisa mulai cari penyebab ibu kamu cerewet dari introspeksi diri kamu sendiri. Misalnya kamu nggak menemukannya, cobalah telusuri apakah ibumu memang sedang ada masalah, mood-nya buruk, atau lain sebagainya. Dengan mengetahui asal usul kemarahan ibumu, kan kamu jadi bisa lebih mudah menemukan solusinya.

3. Hindari perdebatan yang penuh emosi, kalaupun kamu merasa benar kenapa tak diam dan jadi pendengar yang baik saja sementara ini

Diam lebih baik via www.picquery.com

Sekesal apapun kamu dengan sikap ibumu yang hobi banget ngomel, jangan sampai kamu juga kebawa emosi. Selain karena bakal nambah-nambahin dosamu, bukannya berhenti, justru ibumu akan semakin marah. Gimanapun cara menghadapi orang marah yang paling bijaksana bukan dengan menambahkan ‘api’ sih, tapi justru berusaha diam dan menyimak. Tahan kesalmu dalam hati, ingat kalau beliau adalah ibu yang sudah mengandungmu dulu. Lakukan apa yang beliau ingin kamu lakukan saat itu. Di sini, kemampuanmu jadi pendengar yang baik akan diuji.

4. Ajak adik atau kakakmu mencari solusi untuk menghadapi dan sedikit meredam kecerewetan ibumu

Diskusi sama saudara kandung via earnspendlive.com

Yakin deh, kalau ibumu sedang mengomeli kamu, pasti saudaramu yang lain akan kena getahnya juga. Begitupun sebaliknya. Atau nggak jarang juga kalian malah kena marah bebarengan. Kamu perlu nih bicarakan hal itu bersama saudara kamu. Cari solusi bersama bagaimana supaya ibu kalian nggak terus-terusan bawel. Misalnya kalau masalahnya karena kalian sama-sama jarang membantu ibumu dalam urusan rumah, kamu bisa bagi tugas sama saudaramu untuk bantu ibu selesaikan urusan domestik. Selain akan adil, ibumu tentu akan senang juga kan.

5. Ibumu kadang nggak tahu kalau apa yang beliau lakukan nggak kamu suka. Kuncinya, bicarakan baik-baik, dari hati ke hati

Bicara dari hati ke hati via www.familienleben.ch

Ini ada hubungannya sama perbedaan perspektif karena beda generasi tadi. Nggak menutup kemungkinan kalau ibumu memang nggak memahami posisimu. Begitupun sebaliknya. Kalau kamu memang ingin beliau mengerti isi hatimu, bicarakan baik-baik. Ungkapkan semua hal yang kamu rasakan, termasuk apa yang kamu suka dan nggak suka dari cara ibumu menasihati. Tapi ingat, bukan dengan cara ngambek atau marah ya.

6. Kalau pun merasa sakit hati dengan omelan ibu, kan kamu tak harus membalasnya dengan sikap ketus

Nah, ini juga terkadang penting. Hampir setiap wanita menyukai hadiah kan. Manfaatkan fakta ini untuk ‘membujuk’ ibu kamu supaya nggak melulu cerewet, dengan cara memberinya hadiah. Nggak perlu mahal kok, bunga atau cokelat yang bisa berarti tanda sayang bisa jadi pilihan. Atau sekalian aja pilih hadiah berupa barang-barang dapur seperti minyak goreng atau beras 🙂 Selain bisa memperbaiki hubungan dengan ibumu, kan itung-itung dapat pahala juga. Intinya balas sakit hatimu dengan kebaikan, bukannya dendam atau marah balik ya.

Itu dia cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi ibu yang bawelnya minta ampun. Sebagai anak, tentu aja kita nggak mau jadi durhaka dan kualat gara-gara melawan ibu kan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya