Hatimu boleh hancur berkeping-keping, tapi pikiranmu harus tetap kokoh. Putus cinta, berpisah dengan keputusan sepihak dari dia memang bukan hal yang mudah. Kenangan indah di awal hubungan seolah berputar menutupi hal-hal kurang menyenangkan dari sikapnya akhir-akhir ini. Meski kamu tahu, ada rasa kesal terhadap tingkah dan keputusannya, rindu kehadirannya tetap tak bisa dibendung. Bagaimana ini rasa sakit dan rindu bercampur seperti sebuah racun?

Hei, saat ini memang sulit, tapi kamu harus bertahan. Jangan sampai dia melihatmu merana dengan kepergiannya. Sebaliknya, perlihatkan ke dia, kehidupanmu justru lebih baik tanpanya. Dengan penuh percaya diri, tunjukkan beberapa hal di bawah ini kepadanya.

1. Pembawaan dirimu yang lebih tenang dan ceria setelah tak bersama dia, adalah bukti kelegaanmu yang selama ini hilang karena keegoisannya

Tunjukkan kamu tetap ceria via www.logancoleblog.com

Kamu ingat, beberapa bulan ini kamu lebih sering terlihat murung. Kebahagianmu seperti lenyap diserap sikap angkuhnya. Alih-alih mengambil sikap tegas dengan tingkah kekanak-kanaknya yang terus mencari-cari kesalahanmu, kamu justru ikut menyalahkan diri sendiri.

Sekarang bukan saatnya lagi kamu mengikuti arus yang dia kehendaki. Sudah seharunya kamu bangkit. Menata ulang dirimu, perlihatkan kepadanya kamu yang sekarang jauh lebih tenang, ceria dan bisa lepas berekspresi. Setidaknya itu bukti nyata, berpisah dengannya membuat kamu lega. Tak perlu lagi merisaukan keegoisannya yang lalu.

2. Karir prestasi yang kamu capai saat ini menampar dia. Putus dengannya tak membuat hidupmu kacau, justru sebaliknya semakin baik dan baik lagi

Advertisement

hidupmu teratur dengan pencapaain ini itu via mic.com

Karena hidupmu tak melulu soal cinta untuknya yang berkhianat. Keputusan untuk fokus mengejar cita-citamu adalah hal yang tepat. Buat perkiraannya salah, kalau keputusan dia meninggalkan kamu tak membuat hidupmu lantas kacau. Justru kini, hari demi hari, kamu sibuk mengukir prestasi di karir yang dirimu kehendaki. Meski tanpa berbicara, apa yang kamu lakukan sekarang sudah dengan tegas mengatakan, hidupmu semakin baik dan lebih baik lagi.

3. Mantanmu harus tahu dan sadar, kepergiannya membuat kamu lebih punya banyak waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman

Punya banyak waktu untuk teman dan keluarga via www.logancoleblog.com

Dulu, akhir pekanmu lebih banyak dihabiskan bersama dia dibanding dengan orangtua, saudara, juga teman-temanmu. Seperti kata pepatah, duniamu dulu memang seperti hanya milik berdua. Tapi, sekarang semua berubah, kamu punya banyak waktu berada di tengah-tengah mereka yang sudah pasti jauh lebih baik dari dia yang pergi. Dan benar bukan, menikmati kebersamaan dengan mereka memberikan banyak kekuatan untuk kamu menjalani kehidupan tanpa dia lagi. Rasanya kamu ingin bilang ke dia,

Hei, mantan lihat duniaku kini lebih luas dari yang kau tawarkan dulu.

4. Setelah putus dengannya, kamu menjadi lebih mengenal dirimu. Tak perlu repot menjadi orang lain yang dulu selalu dia tuntut

Kamu bisa jadi diri sendiri via dylandsara.com

Masih ingat, dia dulu menjejalkanmu dengan banyak tuntutan ini itu. Penampilanmu harus sesuai dengan seleranya. Keputusanmu harus melalui persetujuannya. Tak jarang apa yang kamu sukai menjadi semakin jauh denganmu. Kasarnya, kamu dulu seperti orang yang tak lagi mengenal dirimu.

Menggelikan saat mengingat semuanya. Maka dari itu, sekarang sudah waktunya kamu kembali pada dirimu yang sebenarnya. Ikuti kata hatimu sendiri, kembalikan lagi gairah hidupmu pada hal-hal yang kamu sukai dan sempat terabaikan dulu. Kamu yang suka menulis, menulis lah kisah apapun semata-mata sebagai obat penawar luka. Kamu yang suka bernyanyi, bernyanyilah atas kebebasan yang kini kamu punya. Kamu yang suka berpetualang, berpergianlah dan luaskan ilmu serta pengalaman untuk bekal hidup kedepanya.

Berbahagia lah dengan kepergiannya, lagi pula kamu memang lebih baik tanpanya.

5. Meski dia menyakitimu dengan tak terkira, tak ada alasan untukmu memupuk dendam. Lihat saja sikapmu yang tetap baik tanpa ada pamrih apapun

Dendam atas alasan apapun bukan hal yang patut untuk dipupuk. Sudahlah, berdamai dengan rasa sakit pun harus diikuti dengan berdamai dengan orang yang menyakiti. Kamu tak perlu balas sikapnya yang menyakitimu itu dengan sikap dingin atau ketus. Biasa saja, anggap semua yang lalu bagian dari proses pendewasaan dirimu sendiri.

6. Saat kamu menemukan orang yang tepat yang jauh lebih baik. Menjadi bukti bukan kamu yang tak layak bersanding dengannya

Pasti ada yang lebih baik darinya via www.logancoleblog.com

Untuk membuka hati dan mengganti posisinya dengan seseorang baru bukanlah hal yang mudah. Tak cukup sebulan dua bulan. Tapi, percaya saja, kelak saat waktunya tiba dan kamu menemukan seseorang yang tepat serta jauh lebih baik darinya. Dia akan sadar diri, bahwa bukan kamu yang tak pantas untuknya, namun sebaliknya.

Kamu terlalu baik untuknya, dan Tuhan menjaga orang baik sepertimu untuk seseorang yang juga sama baiknya denganmu.

7. Sesakit apapun luka yang digores dulu, kini membuat hatimu lebih kebal dan pikiranmu tak lagi bebal. Kamu memang lebih baik tanpanya

Lebih baik tanpanya via www.logancoleblog.com

Dengan tatapan yang tegas, dan senyum yang terkembang manis. Sekali lagi, perlihatkan ke dia, luka yang dia toreh dulu memang sakit, tapi kesakitan itu justru membuat hatimu semakin kebal dan pikiranmu tak lagi bebal.

Jadi, siapa kini pemenangnya? Kalau pada akhirnya kamu bisa menunjukkan kepadanya, jika kehidupan justru lebih baik tanpa kehadirannya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!