Kata orang, Ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuannya. Sosoknya selalu menjadi panutan serta tempat sandaran anak-anaknya ketika masalah melanda. Tapi ada kalanya kamu merasa kesal dengan ayahmu, entah karena peraturan yang dibuat beliau atau karena kalian berbeda pendapat lantas kamu merasa tak dimengerti. Membuat hubungan dengan ayahmu kadang jauh dari kata serasi.

Tapi sebenarnya hal apa saja sih yang membuatmu merasa kalau ayahmu ini sosok yang kurang asyik. Sampai kadang buatmu mengeluh sambil membandingkan dengan ayah temanmu. Padahal setiap ayah aslinya sama saja, ingin menjaga dan mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya, apalagi kalau kamu seorang perempuan, buatnya tanggung jawabnya ke dirimu itu lebih besar dari kakak ataupun adik laki-lakimu.

1. Ayah seakan tak mengerti bagaimana duniamu. Beliau masih saja melarangmu untuk melakukan ini itu

Sebagai anak muda kamu pun ingin melakukan hal yang seru dan menyenangkan, seperti menikmati midnite movie di bioskop atau nonton konser bareng teman-teman. Tapi sayangnya ayahmu sulit sekali untuk memberikan izin. Membuatmu sedih sekaligus kesal dan kadang dengan lantangnya bilang ke ayahmu, kalau beliah tak terlalu kolot.

Sementara kamu sendiri tak pernah tahu ‘kan apa yang dipikirkan oleh ayahmu saat melarangmu? Beliau aslinya terlalu khawatir dan cuma ingin kamu jauh dari hal-hal yang kurang baik atau merugukan dirimu. Karena memang setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya tak hanya aman, tapi juga bisa menjaga nama baik keluarga.

2. Tak mengizinkanmu pulang malam. Sementara kamu merasa sudah bukan anak kecil lagi

Advertisement

Nggak boleh pulang malam! via www.relate.org.uk

Entah sudah berapa banyak pesan dan miscall dari ayah yang isinya meminta kamu untuk pulang tak terlalu larut. Sementara kamu sendiri dengan perasaan risih dan sedikit kesal kadang mengabaikan permintaan ayahmu itu. Karena kamu sendiri ingin dianggap sudah cukup dewasa, sudah cukup bisa menjaga diri, jadi tak perlu selalu diawasi serta diminta untuk tak pulang larut.

Kamu sendiri tak pernah berpikir soal maksud baik ayahmu mengingatkan untuk tak pulang malam. Bukan tak suka kamu bergaul dan menikmati masa muda, tapi beliau cuma tak ingin ada sesuatu yang buruk menimpamu. Mengingat zaman sekarang hal-hal yang mengerikan semakin sering terjadi. Kamu pun perlu tahu, ayahmu akan selalu setia duduk di ruang depan atau teras untuk menunggu kamu pulang.

3. Saat kamu meminta sesuatu, tapi beliau kerap berkata, “Nanti dulu,” membuatmu terpaksa harus menunggu

Nanti dulu ya? via www.mirror.co.uk

Kadang dengan mudahnya kamu berpendapat kalau ayah tak benar-benar sayang, hanya karena keinginanmu untuk dibelikan laptop tak segera dikabulkan. Apalagi kalau kamu mulai bercermin ke teman-temanmu yang entah kenapa terkesan mudah sekali mendapatkan apa yang diingini. Kenapa ayah tak bisa seperti ayah teman-temanmu yang royal dengan anak-anaknya? Sementara kamu tak pernah tahu alasan ayahmu menunda keinginanmu.

Bukannya tak ingin mengabulkan permintaanmu, tapi kadang ayahmu ingin mengajarimu berjuang untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Seperti membelikanmu laptop kalau saja nilai semestermu bagus. Atau ada kalanya kamu harus mengerti kondisi finansial keluargamu. Ayahmu menunda karena memang belum ada dana untuk membelikannya.

4. Kamu pun kadang merasa kesal sendiri, saat beliau terus bertanya tentang hal-hal yang sama

Gini lho caranya… via www.huffingtonpost.com

Kadang kamu gergetan sekali, saat Ayahmu terus mengulang pertanyaan yang sama. Seperti bertanya soal cara mengganti poto profil FB atau soal kegiatanmu di akhir pekan nanti. Kamu merasa ayahmu seperti orang yang agak bebal, dan terkesan mau tahu saja. Padahal ayahmu cuma ingin menciptakan kebersamaan denganmu. Coba diingat kembali, bukankah sewaktu kecil dulu kamu kerap menanyakan ini itu pada Ayahmu. Dan beliau selalu sabar menjawab semua rasa ingin tahumu.

5. Sikap keras ayahmu juga kerap membuatmu kesal. Beliau seakan dingin dan tak mau tahu

Seakan tak mau tahu via www.gmanetworks.com

Tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga yang membuat sikap ayah terkesan lebih keras dari ibu. Kadang kamu merasa kalau beliau tak pernah mau tahu apa yang diingin atau terjadi padamu. Karena biasanya ibu yang lebih sering turun tangan bertanya atau membantumu.

Tapi sebelum kamu berpikir negatif, seperti menganggapnya tak sayang denganmu. Kamu perlu tahu tujuan dia bersikap sedikit lebih keras, apalagi kalau bukan untuk mendidikmu jadi pribadi yang tak manja. Dia ingin kamu mandiri dan tegas dalam menghadapi segala persoalan. Kamu sendiri tak pernah tahu ‘kan kalau ayah sama seperti ibu yang diam-diam selalu mendoakanmu.

6. Saat sikap ayahmu yang terlalu kaku, buatmu kadang iri dengan teman-temanmu yang punya ayah lebih fleksibel dan asyik

Ada sekat antara kamu dan Ayah via www.psychologies.co.uk

Kebersamaan ayah dan anak memang seru untuk diperbincangkan. Tapi kamu sendiri kadang merasa berjarak dengan ayahmu. Buatmu ayah terlalu kaku, tak seperti ayah teman-temanmu yang entah kenapa terlihat lebih mudah mengungkapkan rasa sayangnya, seperti merangkul punggung atau membelai kepala anaknya tanpa rasa canggung.

Padahal setiap orangtua punya cara tersendiri untuk mengekspresikan perhatiannya. Termasuk ayahmu yang kelihatannya kaku, tapi aslinya beliau justru memperhatikan semua tentangmu dengan sangan detail. Kamu tak tahu ‘kan kalau ayahmu selalu bertanya kabarmu ke ibu. Kadang ayah juga yang meminta ibumu bertanya apa yang dirimu butuhkan

7. Saat kamu memperkenalkan pacarmu, ayah yang cenderung diam bukannya tak suka, tapi ada rasa lain yang tak akan pernah bisa kamu mengerti

Bersikap dingin via www.teens.com

Mengenalkan pacar ke keluarga jadi salah satu momen mendebarkan. Tapi yang jelas kamu berharap keluargamu bisa menerima dan ramah dengan pacarmu ini. Terlebih sikap ayah yang entah kenapa buatmu ada kunci dari semuanya. Tapi sayangnya sikap ayahmu ternyata tak sesuai harapanmu. Beliau terkesan dingin, karena lebih banyak diam. Membuatmu berpikir kalau ayah tak suka dan kalian tak direstui.

Padahal ayahmu sendiri tengah berdamai dengan perasaannya. Ada rasa-rasa tenang karena akhirnya ada orang yang bisa dipercaya menjagamu, tapi ada rasa sedih kalau kamu akhirnya akan menjadi milik lelaki lain. Kamu jelas tak perlu kesal, karena di balik hal-hal yang menyebalkan itu, ada kasih sayang, kepedulian dan perhatian yang melimpah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya