Selama kepastian belum terucap, hubungan semestinya berjalan apa adanya. Tak perlu berlebihan dan merasa bisa bersama dia selamanya. Semakin dewasa usia kita, seharusnya hubungan yang dijalani tak lagi penuh drama. Oleh karena itu, harus ada kewarasan yang tetap terjaga. Agar langkah kita tak menjadi kebablasan.

Setidaknya ada hal-hal ini yang belum seharusnya kita lakukan dalam hubungan yang belum juga jelas juntrungannya. Agar tak menjadi penyesalan yang mendalam.

1. Selalu setuju saat harus berkompromi, apalagi dengan alasan tak ingin menyakiti. Jangan sampai kamu mengabaikan diri sendiri

Jangan sampai mengabaikan diri sendiri via favim.com

Kompromi jelas jadi kesepakatan berdua. Proses menuju terbentuknya kesepakatan, tentunya ada pendapat yang selalu coba dipertahankan. Hal ini tak selamanya berarti buruk. Justru dari sini kita makin bisa mengenal pasangan dari cara dia menyelesaikan masalah dan bagaimana berkompromi dengan kita. Tak ada salahnya jika kamu sesekali tak setuju, itu bukanlah hal yang mengundang dosa jika dilakukan. Kamu tak perlu khawatir akan menyakiti dia. Asal kamu punya alasan yang kuat kenapa harus mempertahankan pendapatmu itu.

Meski kompromi selalu dibutuhkan dalam sebuah hubungan, bukan berarti kamu bisa mengabaikan dirimu sendiri. Sebelum mencintai pasangan dengan tulus, kamu harus terlebih dulu menerima dan mencintai dulu dirimu.

2. Terlalu banyak berkorban masalah finansial. Dia belum jadi pasangan sah yang harus kamu turuti kebutuhan setiap bulannya

Advertisement

Kamu yang tahu batas finansialmu via i.huffpost.com

3. Bagimu pertengkaran adalah hal yang harus dihindari. Padahal hal ini bisa menguatkan hubungan hingga nanti

kalau harus berantem ya berantem aja via sheknows.com

Hubunganmu malah jadi nggak sehat kalau kamu terus-terusan menghindari pertengkaran. Memang sih, kalau sedang jatuh cinta itu akan merasa bahagia sepanjang waktu. Tapi coba tanya hati kecilmu. Ketika ia merasa sedih, ya ungkapkan. Kalau memang ada yang nggak sreg dan kamu nggak merasa mendapat hakmu, utarakan. Jangan takut akan pertengkaran. Adu argumen nggak lantas membuat hubunganmu langsung berakhir kok. Bukankah dengan begini membuat kalian saling mengenal? Berbeda cara pikir atau sudut pandang juga bukan suatu ancaman. Justru bagus agar kamu dan pasangan lebih berkembang, open minded istilah anak jaman sekarang.

4. Menjadi pribadi yang lain hanya karena pasangan yang meminta. Kalau sudah begini, apa ini yang dinamakan cinta?

Tetap jadi dirimu sendiri via www.chobirdokan.com

Memang tak seharusnya saling mencintai apa adanya. Harus ada dukungan yang bisa membuat dia menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun bukan berarti dia bisa mengatur dan mengontrolmu untuk menjadi sosok yang dia inginkan. Kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri, di batas-batas tertentu.

Kalau dia memintamu melakukan perubahan secara drastis, itu bukan cinta namanya. Jika memang dia cinta, dia justru tak ingin kehilangan sosok aslimu.

5. Mudah memaafkan kesalahan, yang bahkan sudah ia lakukan berulang kalinya. Sampai kapan kamu mau diperdaya?

Terlalu mudah memaafkan via favim.com

Cinta bikin banyak orang melakukan kesalahan yang tak terhitung. Namun ironisnya, cinta juga yang membuat kesalahan-kesalahan itu begitu mudah termaafkan. Cinta membuatmu nggak bisa marah kepada pasangan yang telah membuat kesalahan berulan.

Ketika kamu diselingkuhi pasangan misalnya, kamu pikir itu hanya khilaf semata dan lantas menyalahkan dirimu sendiri, lantaran beranggapan dia nggak puas terhadapmu. Oke, sekali kamu memaafkannya. Lalu dia selingkuh untuk kedua kalinya, dan kamu masih memberi maaf? Sekali itu khilaf, dua kali itu niat.

6. Mentang-mentang cinta dan merasa bahagia, sampai enggan mendengarkan saran dari orang lain yang sebenarnya perhatian. Cinta tak seharusnya membuatmu jadi buta

jangan ragukan betapa cintanya orang tua kepadamu via www.usnews.com

Bagimu dia adalah segalanya dan tak ada orang lain yang lebih sempurna darinya. Jelas pemikiran ini salah kaprah. Demi cinta, kamu tak seharusnya jadi buta bahkan tuli. Kamu tetap harus mendengarkan saran orang-orang terdekat yang sebenarnya juga memberikan perhatiannya untukmu. Meraka adalah orang yang masih tetap terjaga kewarasannya, ketika kamu sedang dimabuk cinta.

7. Kamu jadi merasa dia milikmu sepenuhnya. Lupa kalau dunianya tak cuma berisi kamu semata

Miliki dia secukupnya saja via dylandsara.com

Sedikit-sedikit cemburu, curiga, dan ingin tahu apa yang tengah dia lakukan. Kamu bisa gila sendiri kalau terus-terusan begini. Cinta sih cinta, bukan berarti dia jadi milikmu sepenuhnya. Apalagi kalau cuma masih pacaran. Miliki dia sekedarnya saja, selama belum ada kejelasan yang terucap.

Kamu juga harus sadar, dunianya ngga cuma berisi kamu saja. Dia masih punya kehidupan pribadi yang harus tetap kamu hargai. Agar kalian tetap bisa saling menghormati sebagai pasangan.

Cinta memang kerap membuat orang jadi bodoh atau terlihat bodoh. Cinta seringkali membuat seseorang kehilangan akal sehat, sehingga berharap muluk-muluk. Padahal jauh dalam hati tahu kalau harapan itu nggak bakal jadi nyata. Jangan jadi delusional, bersikaplah wajar dan normal. Jadilah dirimu sendiri, dan jangan lakukan hal-hal yang tak perlu.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me