Meski suaranya tak lembut atau mendayu-dayu, tapi kamu tahu dia tipikal cowok yang tak suka main tangan. Dibanding cowok-cowok yang pernah kamu kenal sebelumnya, dia pun termasuk yang lebih dewasa dari segi pemikiran. Bukannya ingin memuji. Tapi selama menjalin hubungan, bisa dibilang kamu tak pernah dibuat kecewa dengan sikap kekanak-kanakannya seperti tak bertanggung jawab.

Dia sendiri bukan seseorang yang sempurna, kesalahan sudah pasti pernah diperbuat. Jangan ditanya soal kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian, selalu ada saja. Hanya saja dirinya punya cara sendiri dalam menyikapi tiap masalah. Dia tak mementingkan keegoisan atau kewenangannya sebagai seorang laki-laki. Dan kalau kamu berpikir lebih matang, beberapa sikap cowokmu dalam menghadapi masalah ternyata jadi bisa jadi tanda cowokmu ini laki-laki idaman.

Biar lebih yakin, pastikan beberapa uraian Hipwee Hubungan benar ada di dia. Jika iya, genggam dia tanpa ragu lagi. Tapi jika tidak, keputusan ada di kamu meninggalkan atau berusaha mengubah wataknya ini!

1. Dia kesal, tapi tetap berusaha mengatur nada bicaranya agar tak kasar

Dia menjaga nada bicaranya via www.logancoleblog.com

Kamu bagaimana sih An…. aku bilang jangan keras kepala, dan kalau ada apa-apa itu tanya dulu.

Advertisement

Kamu tahu dia sedang marah, tapi caranya mengungkapkan kemarahan tak pernah membuat perasaanmu sampai ciut atau nelangsa. Suaranya bergetar, tapi tak lantang. Tutur katanya, tak yang terselip makian ataupun kata-kata pedas. Buatmu saat-saat seperti ini, kamu bisa melihat seberapa sabarnya dia mengedalikan dirinya sendiri. Dia berusaha sekali mengatur nada bicaranya agar tak terdengar kasar apalagi sampai melukai perasaanmu.

Sambil menghirup napas dalam-dalam lah, dia mengelurakan segala uneg-uneg dengan tak berlebihan.

2. Kalaupun kamu diam, dia tak lantas ikut diam. Dia justru terus mencoba mengajakmu berbicara pelan-pelan

mengajakmu berbicara dengan tenang via elizabethwellsphoto.com

Nis, masih mau diam sampai kapan? Kalau memang ada sesuatu yang nggak kamu suka bilang.

Dia tahu seberapa keras kepalanya kamu. Saat ngambek atau marah, kamu memang benar-benar ibarat batu yang diam dengan keangkuhanmu. Tapi beruntungnya, cowokmu ini tak ikut menjadi batu. Dia justru berusaha menjadi air, yang pelan tapi pasti bisa melunakkan sikap keras kepalamu ini.

Lagi-lagi kesabaran cowokmu yang memang diperlukan saat seperti ini. Dia tak akan berhenti mengajak dan menunggumu berbicara. Sebab dia tak ingin, masalah yang kamu simpan ini akan diungkit kembali kelak. Bukankah memang lebih baik segera menyelesaikannya sekarang?

3. Alih-alih sulit dihubungi alias menghilang, cowokmu justru mengajak bertemu demi membicarakannya secara langsung

dia memilih bertemu langsung via www.logancoleblog.com

Beda orang, beda juga caranya menyikapi masalah, cowokmu ini contohnya. Saat kalian terlibat dalam kesalahpahaman, dia bukan pengecut yang menghilang sejenak dengan dalih ingin menenangkan diri terlebih dulu. Dia justru jadi pihak yang menggebu ingin bertemu. Bukan demi melampiaskan kekesalannya juga, tapi memang keinginannya bertemu ini murni ingin membicarakannya langsung. Biar tak muncul lagi kesalahpahaman yang lain.

Seperti yang kamu tahu, menyelesaikan masalah lewat chat atau telpon saja jelas berbeda rasanya dengan berbicara empat mata. Ada banyak ekspresi yang biasa kamu baca agar bisa benar-benar saling mengerti dan memahami.

4. Memberimu kesempatan berbicara, sebelum akhirnya dia pun angkat suara

mendengarkanmu terlebih dulu

Alih-alih kalian saling berebut untuk mengeluarakan uneg-uneg, dan yang ada malah berbuah keributan alias adu mulut saja. Cowokmu justru memilih memberi kesempatan kepadamu untuk berbicara terlebih dulu. Tak masalah ucapanmu ini terkesan egois atau terlalu sensitif sekali. Dia akan tetap menyimak. Sebab dia sendiri ingin bisa benar-benar mengerti duduk permasalahannya apa, maunya kamu apa, dan kira-kira dia harus bersikap seperti apa.

Baru setelah kamu selesai bicara, dan dia mulai bisa menyimpulkan. Dia akan angkat suara, pastinya kamu sendiri sudah cukup tenang karena sudah mengeluarkan uneg-uneg. Bukankah yang seperti ini penyelesaian lebih mudah untuk didapat, dibanding saat adu mulut? Kamu yang sudah mulai berpikiran jernih akan lebih mudah mencermati ucapannya.

5. Kalaupun dia salah, dirinya tak pernah segan bertanya, “Terus aku harus bagaimana menurut kamu?”

Alu harus bagaimana menurutmu? via elizabethwellsphoto.com

Oke, kalau menurut kamu aku salah, aku minta maaf. Terus sekarang aku harus bagaimana menurut kamu?

Sebagai manusia dia tak menampik kalau dirinya tak sempurna dan pasti akan berbuat salah. Kadang dia sendiri pun tak pernah tahu, di mana letak kesalahannya dan bagaimana harus memperbaikinya. Bertanya seperti itu, bukan berarti dia kanak-kanak, tapi justru dirinya berusaha membuat kalian untuk sama-sama nyaman.

6. Balik menyalahkanmu pun tak ada di kamusnya, dia justru mengingatkan dirinya sendiri untuk introspeksi lagi

bukan menyalahkanmu, dia memilih mengintrospeksi dirinya sendiri via www.logancoleblog.com

Masalah datang bukan tampa sebab, bukan juga dari satu pihak. Setiap ada kesalahpahaman, cowokmu ini paham dia dan kamu punya andil menciptakannya. Atas dasar itu dia tak pernah balik menyalahkanmu. Dia hanya akan mengatakan apa yang ada dipikirannya. Selebihnya dia berusaha untuk introspeksi lagi dirinya. Sikapnya yang mau tak mau pun membuat kamu merasa segan kalau harus menyudutkannya. Apalagi tak ikut mengintrospeksi dirimu sendiri.

Mungkin memang ini yang disebut belajar dan berbenah bersama-sama.

7. Dia tak mencoba mengambil alih setiap masalah dengan keputusannya saja, tapi dia pun mengajakmu mencari jalan keluarnya

Dia tak mendominasi via www.logancoleblog.com

Ada sebagian cowok menganggap dirinya selalu punya kewenangan mutlak untuk mengambil keputusan. Padahal pasanganmu sendiri juga selalu punya hak untuk memberi pandangan atau pemikirannya. Bukan malah dituding membantah sikapmu. Toh memang harusnya tak ada dominasi dalam hubungan yang sehat.

Dan cowokmu ini satu dari sebagain cowok yang tak memaksa pasangannya untuk mengiyakan keputusan atau keinginannya. Saat salah paham atau ada masalah, dia selalu mengajakmu mencari jalan keluarnya sama-sama. Mendengarkan mau dan pemikiranmu, supaya dia tahu baiknya kalian harus bagaimana.

Dia memang tak sempurna kan. Tapi dia selalu mencoba melengkapi kekurangan dalam dirinya, dan itu pun pastinya melalui kamu. Tak heran jika dia tak asal dalam menghadapi setiap masalah, atau rasa marah dirinya sendiri ataupun kamu.