Mungkin kamu sudah bertemu seseorang yang kamu pikir cocok untuk dijadikan pacar. Namun, teleponan intens serta kencan-kencan romantis selama ini belum tentu bisa jadi tolok ukur apakah kalian memang cocok pacaran. Ada beberapa hal penting yang harus kamu tahu, kenali, dan pahami dari dia sebelum kalian memutuskan memulai hubungan. Kuncinya, jangan segan-segan mengajukan pertanyaan berikut untuk mengorek lebih dalam kepribadiannya:

1. Seperti apa prinsip-prinsip dan keyakinan yang dia pegang?

Nilai apa yang kamu percaya via www.sinema.sg

“Apa pandangan kamu soal agama?”

Tanpa bermaksud menghakiminya berdasarkan agama yang ia anut, kamu harus tahu pandangannya soal agama. Apakah dia termasuk yang taat? Dengan begitu kamu bisa membayangkan bagaimana kalian akan menjalin hubungan asmara nantinya.

Kamu juga wajib tahu bagaimana pandangannya soal agamamu, jika kalian kebetulan berbeda keyakinan. Lalu, bagaimana pendapatmu soal agama yang dia anut? Pastikan hal yang mendasar seperti ini gak menjadi rintangan ketika kalian sudah melangkah lebih jauh.

Advertisement

Apabila kalian memutuskan untuk tidak menyangkut-pautkan hubungan dengan agama, mengertilah sistem nilai apa yang dia pegang. Nilai apa yang paling dia junjung tinggi dan tak akan pernah dia kompromikan? Keselarasan dalam pandangan nilai merupakan hal yang cukup esensial dalam melangsungkan hubungan.

2. Berangkat dari nilai yang dia pegang, cari tahu juga hubungannya dengan keluarga

Seberapa besar pengaruh keluarga via www.dimasdaniel.com

Seberapa dekat kamu dengan orang tua/keluargamu?

Kamu tentu ingin tahu seberapa dekat dia dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Jika dari kecil dia sudah gak tinggal serumah dengan orang tua, tanyakan siapa yang membesarkannya. Latar belakang keluarga punya peran penting dalam membentuk karakter orang yang segera kamu pacari ini. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga padanya akan selalu melekat dalam dirinya, jadi kamu perlu tahu bagaimana hubungannya dengan keluarga.

Selain itu, cari tahu juga seberapa besar pengaruh keluarga baginya dalam mengambil keputusan. Apakah semua diputuskan keluarga? Atau keluarganya udah membebaskan dia untuk mengambil keputusan sendiri, termasuk dalam hal pacaran? Nyaman memang punya keluarga yang bisa diandalkan, namun jika terus dibiarkan, ini dapat mempengaruhi hubungan kalian secara tak sehat di masa depan.

3. Apa yang dia pikirkan soal sentuhan fisik?

What’s your policy about kisses? via www.flickr.com

“Kita gak mesti ciuman ‘kan? Cuma sebatas pegangan tangan aja ‘kan nggak apa-apa.”

Memang percakapan ini akan terdengar canggung — apalagi kalau kalian belum resmi pacaran. Tapi jika kamu percaya bahwa kontak fisik adalah ungkapan rasa sayang, jangan pernah melakukan apapun sebelum kamu tahu pendapatnya tentang kontak fisik.

Jika dia termasuk orang yang menjunjung tinggi pacaran yang “biasa-biasa saja”, kamu harus menghargai keputusan yang dia bikin. Lagipula, tujuan kamu pacaran bukan sekadar bersentuhan fisik dan bermesraan, ‘kan? Jika kamu sendiri yang menjunjung tinggi sikap “biasa-biasa saja” itu, jelaskan pandanganmu dengan lugas. Lebih baik kalian canggung di awal, daripada belakangan dan “sudah kadung”.

4. Kenali sifat-sifatnya, terutama bagaimana dia menyelesaikan konflik

Gimana caranya meredam konfilk? via www.tumblr18.com

Dalam menjalin hubungan asmara, tidak selamanya kamu akan dibuai kegembiraan layaknya lagu di film India. Ada juga hari-hari di mana kalian dirundung masalah, baik itu pribadi maupun bersama. Di saat seperti inilah terlihat bagaimana seorang pacar menyelesaikan masalah. Apakah dengan memberi solusi? Berkompromi? Atau justru pergi dan mengandalkan kamu untuk menyelesaikan masalah itu?

Sebentar… darimana kamu bisa tahu caranya menyelesaikan konflik, kalau berantem aja nggak pernah? Kamu bisa memancingnya bercerita soal masalah yang dia hadapi di masa lalu. Minta dia menjelaskan bagaimana dia menyelesaikan permasalahan tersebut. Dari pengalaman itu kamu juga bisa lihat bagaimana caranya meredam konflik. Agresif? Cepat minta maaf? Atau cuek saja hingga masalah menguap sendiri?

5. Kegiatan apa sih yang paling membuatnya bersemangat?

Hobi mz merunung di atas motor, dik via barryzhangstudio.blogspot.com

“Hobi kamu apa, sih?”

Penting bagi kamu untuk mengetahui apa yang membuatnya merasa ‘hidup’. Lebih baik lagi kalau kamu memahami mengapa dia memilih kegiatan tersebut. Dari situ, kamu akan mengenal dia lebih dalam, dan dapat melihat apakah hobinya sesuai dengan pandangan kamu soal hidup.

Jika hobinya gak sesuai denganmu, bisakah kamu berkompromi? Mungkin juga kamu bisa ikut menggeluti hobinya, supaya mengerti mengapa dia begitu menyukainya.

Ketika dia terlena di dunia sendiri, bisakah kamu tetap mendukungnya dan ikutan senang? Dari pertanyaan ini kamu bisa menilai dirimu sendiri apakah mampu menjaga perasaan ketika dia gak ada di sampingmu nantinya.

6. Gimana wataknya menurut teman-teman dekatnya?

Korek info dari temannya via www.femside.com

Hal tergila apa yang pernah dia lakukan saat kamu nggak ada?

Dia tentu punya teman dekat, sohib karib, besties, atau apapun sebutannya. Orang inilah yang dia datangi untuk bercerita dan meminta nasihat. Temukan orang yang benar-benar dia andalkan dalam berbagai situasi.

Apa gunanya mengenal temannya, toh kamu bukan pacaran sama temannya? Kenal dengan temannya justru penting untuk melihat adakah kecocokan diantara kalian. Dari temannya kamu akan tahu apakah dia orang yang sama ketika hang out bareng temannya. Apa yang paling dia suka dan benci kalau lagi hang out?

Dari situ, kamu juga belajar untuk menghargai teman-temannya. Apakah kamu merasa diterima oleh mereka? Bisakah kamu berbaur, atau bahkan berteman juga dengan mereka?

7. Bagaimana juga dia menghabiskan uangnya?

Kemana uangnya pergi? via www.femside.com

Walaupun kalian belum akan menikah dalam waktu dekat ini, gak ada salahnya mengetahui kebijakan masing-masing dalam mengelola uang. Bukan berniat jadi materialistis ya. Kamu ‘kan gak berniat menanyakan jumlah uang dan asetnya. Yang harus kamu korek adalah kecenderungannya dalam hal pengeluaran.

Apakah dia termasuk orang yang hemat atau boros? Apakah biaya gaya hidupnya jauh di atas kemampuannya, atau dia hidup dengan sederhana karena mengutamakan tabungan?

Agar dia gak keberatan membicarakan masalah uang, gak apa-apa kalau kamu terus terang duluan soal pemasukan kamu. Nggak usah menyebutkan angka pasti kalau nggak mau. Dengan keterbukaan seperti itu, dia akan lebih rela untuk juga terbuka dengan kamu.

8. Yang terpenting adalah kalian saling menyelaraskan pandangan soal mimpi dan tujuan

Kalian menuju arah yang sama via www.indiatourism.holiday

Apa sih rencanamu 5 tahun ke depan?

Penting untuk mengetahui apakah kalian punya tujuan yang sama. Mau hubungan untuk bersenang-senang, atau serius menuju jenjang pernikahan? Kekompakan kalian akan terlihat paling jelas saat pandangan kalian tentang ini sudah sama.

Kamu perlu tahu apa arti “pacaran” bagi dia. Pantaskah jika kamu berharap lebih dari sekadar hubungan kasual? Apakah hubungan kalian punya masa depan yang cerah? Memiliki mimpi dan tujuan yang sama akan membantumu menilai keserasian kalian berdua. Dengan itu, kalian bisa saling mendukung dalam mengejar cita-cita.