Melangsungkan pesta pernikahan itu gak mudah dan pastinya, gak murah. Sebelum menikah kamu dan pasangan (beserta keluarga) akan dipusingkan oleh perkiraan jumlah tamu, biaya gedung, makanan, busana, buah tangan, hingga urusan  jasa fotografi dan videografi. Menikah adalah momen spesial dalam hidup yang kamu harapkan hanya terjadi sekali seumur hidup, jadi wajar jika kamu menginginkan acaranya juga spesial.

Namun ‘spesial’ gak harus berbanding lurus dengan ‘mahal’ karena spesial bukan berarti mewah. Jika kamu dan pasangan mau melihat lebih dalam lagi, kalian akan menemukan hal apa yang sebenarnya bisa membuat pernikahan kalian spesial tanpa menghambur-hamburkan banyak uang.

1. Tanggal resepsi menentukan prestasi. Tanggal di mana orang-orang banyak menikah justru harus kalian dihindari

Save the date via idepernikahan.com

Disadari atau tidak, manusia juga memiliki musim nikah seperti mahluk hidup lainnya. Biasanya tanggal pernikahan di Indonesia dipilih berdasarkan penanggalan Hijriyah maupun penanggalan Jawa. Bulan Dzulhijjah atu bulannya hari raya Haji sering disebut sebagai musim nikah karena banyak yang memilih menikah di bulan tersebut. Di samping itu, bulan yang bertepatan dengan Syawal juga sering dipilih untuk melangsungkan pernikahan. Sementara dipenghujung tahun, pada bulan Oktober hingga Desember, jumlah pasangan yang menikah bisa melonjak hingga 30% dibanding bulan-bulan lain.

Karena yang ngebet nikah banyak, biaya gedung, makanan dan keperluan pernikahan lain bisa naik pada bulan-bulan tersebut. Bagi kamu yang dananya terbatas, ada baiknya kalau kamu menghindari musim nikah ini dan memilih waktu lain seperti di awal tahun hingga Maret, kecuali pada hari Valentine karena masih banyak yang menganggap tanggal 14 Februari sebagai tanggal ajib buat nikah. Biaya sewa gedung juga cenderung lebih mahal untuk hari Sabtu dan Minggu. Kalau hari bukan masalah bagi kamu, keluarga dan tamu kalian bisa menikah pada tanggal yang sebenarnya lebih berkesan bagi kalian berdua seperti pada hari/tanggal yang sama saat kalian pertama ketemu atau pacaran.

2. Sewa gedung adalah pos pengeluaran terbesar. Putar otak agar rekeningmu dan pasangan tak kebobolan sebelum resepsi sempat dilaksanakan

Advertisement

Pesta di rumah biar hemat via blog.photoklik.net

Biaya gedung mungkin akan menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar dalam melangsungkan resepsi pernikahan, tapi kalau kamu berhasil menekan pengeluaran sewa gedung maka kamu bisa menghemat besar-besaran pula. Alih-alih mengadakan pesta di ballroom hotel mewah atau gedung sekelas Balai Kartini yang bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah, kenapa tidak memanfaatkan fasilitas publik yang jauh lebih murah. Dengan sedikit kerja keras mengurus perizinan kamu bisa melangsungkan resepsi di taman kota, misalnya. Resepsi di sebuah restoran juga bukan pilihan buruk, malah kamu bisa mendapatkan fasilitas tempat dan makanan dalam satu paket.

Bila rumah orang tua kamu sendiri cukup memadai untuk melangsungkan pesta pernikahan, gak ada salahnya jika mengadakan resepsi dengan cara lama yakni di rumah salah satu mempelai. Kamu, pasangan dan keluarga bisa lebih nyaman tanpa memikirkan waktu sewa gedung dan merasa lebih dekat karena respsi diadakan di tengah-tengah suasana kekeluargaan.

3. Jika menggunakan gedung sebagai tempat pelaksanaan resepsi, menggunakan vendor yang bekerjasama dengan gedung sewaanmu bisa dijadikan strategi

Manfaatin jaringan via www.theuppermost.com

Secara gak langsung, pengelola gedung bisa jadi wedding organizer handal bagi kamu. Sebab ketika kamu memutuskan untuk menggunakan jasa sewa gedung berarti kamu juga berurusan dengan orang yang berpengalaman melangsungkan acara resepsi selama bertahun-tahun. Mereka pastinya sudah punya relasi atau rekanan yang tanpa malu-malu mereka rekomendasikan karena pengalaman kerjasama yang panjang. Jadi jangan ragu untuk menanyakan “Ada rekomendasi, gak?” kepada wedding organizer dadakan kamu tersebut. Sebab mendapat deal murah untuk make-up, tata suara & cahaya serta band bakal merigankan pengeluaran kamu.

Dan yang terpenting adalah jangan malu buat menawar. Tawar menawar bisa menakutkan karena kamu ingin harga termurah dengan kualitas terbaik namun khawatir malah bikin penyedia jasa malah kesal dan gak jadi membantumu mewujudkan resepsi impian kamu. Saat menawar camkan pesan ini: kamu berhak mendapatkan yang kamu inginkan dengan harga yang sesuai, dan vendor berhak mendapat apresiasi yang pantas hasil dari pekerjaannya. Usahakan semua deal menghadirkan situasi win-win bagi kedua belah pihak.

4. Karena tak semua tetek-bengek pernikahan bisa digunakan ulang, tidak ada yang salah dengan meminjam atau menyewa barang

Pinjam apa yang bisa dipinjam via www.bunnsalarzon.com

Sebelum buru-buru memutuskan untuk membeli gaun, jas, pakaian adat atau perlengkapan pernikahan lain coba ingat-ingat lagi pesta pernikahan yang baru-baru ini kamu datangi. Mungkin ada satu-dua item yang bisa kamu pinjam dari teman/keluargamu yang udah duluan menikah. Sayang ‘kan kalau beli kain songket mahal-mahal, namun cuma kamu pakai sekali dalam seumur hidup.

Coba bongkar lemari ibu, mungkin kamu bisa menemukan gaun vintage yang masih layak dipakai. Dengan sedikit jahitan modifikasi kamu bisa membawa kenangan sewaktu orang tua kamu menikah dulu. Dan tentu saja selain meminjam, kamu selalu bisa menyewa. Dengan cara-cara barusan, resepsi pernikahan kamu jauh dari kesan mubazir.

5. Saat memutuskan menu hidangan, utamakan menu makanan utama sebelum makanan ringan

Mending snack diganti jadi menu utama via blog.lakupon.com

Salah satu keuntungan menggelar resepsi pernikahan pada tengah hari adalah menekan biaya pengeluaran untuk makanan. Menyajikan beragam menu makan siang dengan cara prasmanan jauh lebih praktis dan murah daripada harus menyajikan three course meal yang lumrah disajikan pada resepsi malam hari. Pertimbangan inilah yang sering digunakan vendor gedung untuk menawarkan makanan prasmanan.

Jika memungkinkan, pilih menu yang sesuai dengan kantong bukan sesuai dengan selera. Tujuan menyajikan makanan adalah untuk membuat tamu kenyang oleh karena itu utamakan menu mengenyangkan seperti nasi dan lauk-pauk (daging ayam dan sapi hindari seafood yang mahal dan cepat basi) sebelum memikirkan menu sampingan seperti sate, bakso atau es krim. Bahkan jika perlu, alihkan anggaran buat snack tersebut untuk menu utama saja. Dengan begitu kamu bisa mengundang lebih banyak tamu.

6. Agar tujuanmu berhemat makin terealisasi, minta “harga teman” pada mereka yang jawara untuk urusan hiburan dan dokumentasi

Dihibur teman sendiri via www.kevintrowbridge.com

Ini salah satu gunanya punya koneksi luas. Manfaatkan teman atau temannya teman kamu yang jago dalam urusan hiburan seperti jadi MC, bersuara emas atau yang jago main alat musik sekalian untuk jadi penghibur di resepsimu. Tentunya kamu harus tahu terlebih dahulu bagaimana tingkah mereka di atas panggung sebelumnya, meski mereka bukan spesialis kawinan tapi kalau harganya cocok (baca: murah) ‘kan seru juga dihibur teman sendiri pada pesta pernikahan.

Begitu pula untuk urusan dokumentasi, temanmu yang jago motret atau hobinya tiap hari bikin dan menyunting video bisa dimanfaatkan.Meski kecil kemungkinan untuk mendapat jasa gratis, potongan harga untuk teman bisa sangat bernilai untuk urusan kecil maha penting ini. Pertimbangkan juga untuk menyewa fotografer dari kalangan mahasiswa yang mendalami fotografi, tapi pastikan kamu sudah melihat portofilio-nya dulu. Karena bukan hemat namanya kalau separuh hasil jepretannya buram.

7. Jika kamu punya kemampuan kerajinan yang mumpuni, cobalah membuat pernak-pernik kebutuhan pernikahanmu sendiri

Tetap spesial meski bikin sendiri via www.weddingbee.com

Untuk pesta perkawinan yang spesial kamu dan pasangan harus rela capek-capek memberikan sentuhan personal agar resepsi ini selalu dikenang oleh tamu yang hadir, atau setidaknya selalu kalian kenang berdua. Sentuhan personal dalam kasus ini berarti mengerjakan sendiri apa yang sebenarnya bisa dikerjakan sendiri oleh semua pasangan yang hendak menikah. Mulai dari mendesain kartu undangan, lalu mencetaknya sendiri sesuai dengan kertas maupun format kesukaan kalian. Jangan mau-mau aja menerima harga dari percetakan kalau ternyata kalian sendiri bisa membuat yang lebih bagus dan lebih murah.

Jika masih ada ruang bagi kreativitas berdua, kamu dan sang calon bisa membuat souvenir DIY memanfaatan barang-barang bekas seperti toples selai, misalnya. Daripada mengeluarkan uang jutaan untuk kue yang setinggi langi-langit rumah, kamu dan pasangan bisa memesan beberapa loyang kue, lalu menghiasnya sendiri dengan bunga sungguhan sesuai kehendak. Intinya, apa yang bisa kamu lakukan sendiri demi resepsi yang hemat dan spesial, maka lakukanlah sendiri.

8. Jangan langsung percaya pada harga yang vendor tawarkan. Selalu cari vendor lain sebagai pembanding supaya kamu dan pasangan bisa mengajukan penawaran yang tetap masuk akal

Ada harga ada barang via www.uramazingwedding.com

Saat kamu bertemu dengan satu penyedia barang atau jasa perlengkapan resepsi kamu, katering misalnya, berusahalah untuk gak langsung mengiyakan apa yang mereka tawarkan. Sebab kamu berhak untuk mendapatkan kualitas sesuai dengan uang yang kamu keluarkan. Selesai bertemu katering A, maka jangan ragu untuk menyambangi katering B dan katering C. Dengan begitu kamu akan paham harga mana yang tinggi, menengah hingga rendah. Membandingkan dengan menyertakan kualitas akan memberi kamu gambaran mana yang kemahalam, mana yang murahan dan mana yang pas antara harga dan kualitas.

Dengan sedikit kerja ektra keras dan keuletan resepsi yang spesial tanpa menghambur-hamburkan uang pada pos yang gak perlu bisa banget kok dilaksanakan. Sudah siap menggelar resepsi yang tetap terjangkau dan tentunya memorable buatmu dan pasangan?