“Ini cuma perasaanku aja, atau memang kita sebaiknya… Ah, mungkin cuma perasaanku aja.”

Tidak mudah untuk mengakui secara terbuka ketika hubungan cintamu menemui kendala. Semua orang berharap kehidupan cintanya langgeng dan adem ayem saja, berjalan mulus tanpa banyak usaha. Padahal realita lebih sering berkata sebaliknya.

Ada hubungan yang memang layak dipertahankan, ada yang lebih baik ditinggalkan. Di antara hubungan yang lebih baik ditinggalkan, ada yang sebaiknya perpisahannya disegerakan. Mengulur waktu tak akan mengembalikan keriaan yang ada dulu, justru makin memperunyam keadaan dan merugikan kalian. Jika 8 tanda ini yang kamu rasakan, hubunganmu memang tak sehat lagi dan baiknya segera diakhiri.

1. Inti tiap hubungan adalah saling terbuka. Ada yang salah jika kalian saling menyimpan rahasia.

Saling menyembunyikan sesuatu via andyhasbigbird.tumblr.com

Memang, setiap orang punya privasinya sendiri yang tak boleh diusik orang lain. Namun itu bukan berarti kalian bisa melakukan hal-hal yang bisa menyakiti pasangan dan merahasiakannya atas nama privasi.

Advertisement

Kejujuran adalah salah satu kunci utama membangun hubungan harmonis. Apabila sampai sekarang masih ada saja yang ditutupi antara kamu dan dia, patut bagimu untuk bertanya-tanya. Sulit membangun hubungan yang ideal di atas kebohongan dan aksi berpura-pura. Kalau maksudnya untuk melindungi citra agar nampak hanya seperti yang pasanganmu mau, jelas sudah bahwa jalinan kalian tidak setulus yang dibayangkan.

Jika kamu memang masih menaruh harapan dan enggan berpisah, cobalah untuk membuka diri dan mengajak pasanganmu bercerita tentang apa yang ia tutupi selama ini. Ceritakan setiap hal yang kamu rasa perlu diketahuinya, agar ia paham bahwa kamu masih mempercayainya — dan bahwa kamu berharap ia pun serupa. Jika tidak, jarak antara kalian berdua akan melebar dan perpisahan akan semakin tak terelakkan.

2. Dulu kamu dan dia saling menghargai. Sekarang, sulit untuk berkomunikasi tanpa bertanya-tanya apakah dia sedang menyindir atau menghinamu

Tak lagi saling menghormati via www.hercampus.com

Hubunganmu tak sehat lagi ketika nampak jelas ada kecenderungan salah satu pihak untuk tidak menghargai pasangan sendiri. Pandangan merendahkan serta hinaan tak sepatutnya ada dalam dinamika kalian berdua. Jika dibiarkan, rasa tidak menghormati ini dapat menghasilkan efek bola salju yang membahayakan hubungan kalian.

Jalan keluar dari masalah ini adalah dengan memberikan pengertian kepada kekasihmu untuk menghargaimu, dan begitupula sebaliknya. Jika perjanjian kalian untuk saling menghormati masih sering dilanggar, jangan lagi mengelak: jalan terbaik memang perpisahan. Dirimu terlalu berharga untuk terus menerima penghinaan.

3. Pertengkaran dalam setiap hubungan pasti ada, namun tidak setiap hari juga.

Tiada hari tanpa bertengkar via twitter.com

Pertengkaran adalah bumbu dalam hubungan. Uniknya, pertengkaran juga dapat menjadi media bagi setiap pasangan untuk saling menguatkan. Namun jika pertengakaran menjadi hal rutin yang terjadi hampir di setiap kesempatan, mungkin sudah saatnya kamu dan dia instrospeksi diri dan keadaan. Jelas tidak sehat apabila pertikaianmu sudah di luar batas dan berlebihan. Membahas masalah yang sama berulang-ulang dan itu-itu saja. Istilahnya, seiring berkembangnya hubungan kalian, masalah yang kalian alami juga harus berkembang.

Kalau memang tak mau berpisah, kalian mutlak harus mengevaluasi sumber masalah. Diskusikan dengan kepala dingin dan minta dirinya dan juga ingatkan dirimu untuk tidak merasa paling benar. Tujuan kalian adalah untuk mencari pemecahan masalah, bukan siapa yang harus menang.

Kalau kamu rasa hal ini tidak memungkinkan, jangan menunda-nunda lagi dan segeralah putuskan untuk berpisah.

4. Hasratnya untuk mendominasi selalu tinggi. Padahal itu membuatmu tersakiti.

Tidak seimbang via tumblr.com

Kamu harus ingat bahwa posisi kalian berdua harusnya seimbang. Kalian adalah sepasang kekasih, bukan sebatas pemilik dan properti. Hasrat untuk mengontrol, mengatur dan merasa paling berkuasa patut dicurigai. Ketika salah satu di antara kalian memiliki dominasi yang kelewat besar, sudah saatnya hubungan kalian dievaluasi.

Dorongan untuk selalu mendominasi sering disalahartikan sebagai rasa sayang yang besar, padahal rasa sayang adalah ketika kamu berusaha membuat pasanganmu nyaman. Komunikasikan dengannya kalau beberapa tindakannya membuatmu merasa tidak nyaman, ingatkan bahwa kalian adalah partner, sejajar, bukan atasan dan bawahan.

Namun kamu harus tahu sampai kapan kamu bisa bersabar. Hasrat untuk mendominasi adalah salah satu sifat yang paling sulit dihilangkan. Ingatlah, kamu tak perlu terus menerus berkorban. Kamu berhak bahagia, dengan atau tanpa dirinya.

5. Dia cemburu berlebihan. Marah dan gusar ketika kamu dekat dengan seseorang meskipun dia hanya teman

Cemburu berlebihan via www.neonan.com

Dea: “Maaf ya Irfan, aku udah janji mau pinjemin kamu modul kuliahku, tapi aku nggak jadi bisa minjemin nih…”

Irfan: “Lho, kenapa De?”

Dea: “Iya, cowokku marah waktu tahu aku mau minjemin buku kuliah ke cowok lain.”

Cemburu, dalam kadar yang normal, bisa jadi bumbu dalam percintaan. Tapi apabila rasa cemburu sudah kelewatan, saatnya kamu mengambil tindakan.

Jelaskan kepada pasangan, kecemburuannya tidak beralasan. Jika masih ingin menjalani hubungan ini kalian berdua harus saling memberikan kepercayaan. Tak hanya bicara saja, beri juga dia bukti bahwa kamu bisa dipercaya dan tak akan mengkhianatinya. Jangan berbohong hanya demi bisa lepas dari rasa cemburunya, karena hanya akan memperburuk keadaan. Lebih baik jujur apa adanya dan buktikan bahwa kamu setia.

6. Membandingkan pacar dengan mantan dulu tak pernah terpikirkan. Kini, hal tak logis itu memberimu kepuasan.

Dia tak akan pernah sempurna di matamu via www.hercampus.com

“Aku pikir dia bakal baik… tapi belakangan aku sadar mantanku ternyata lebih baik dan sabar dari dia.”

Tak pernah merasa puas, selalu mencari-cari keburukan dan membanding-bandingkan pasangan dengan yang lain juga bisa menjadi indikasi cintamu tak lagi baik-baik saja.

Padahal, kamu pasti sempat mengira bahwa dia adalah partner terbaik yang pernah kamu punya. Daripada menghabiskan waktumu untuk merutuki kekurangannya, mungkin kamu bisa belajar mencoba membuka hati seperti dulu, dan menerima dia sebagaimana memang dirinya. Jika kamu pikir kamu sudah cukup bersabar selama ini, dan tak lagi punya cadangan kesabaran, hanya ada satu jalan keluar. Dan kamu tahu apa jalan keluar yang dimaksud itu.

7. Hubungan yang indah akan membuatmu merasa terlindungi, namun tidak terpenjara.

Bagai terpenjara via locari.jp

“Kamu nggak usah ketemu mereka lagi.”

“Lho? Memangnya kenapa? Mereka sahabatku, dan aku kenal mereka lebih dulu daripada aku kenal kamu.”

“Pokoknya aku gak mau lihat kamu sama mereka. Gini aja deh, pilih aku atau mereka?”

Hasrat untuk memiliki jelas normal dalam hubungan asmara. Tapi jika diluar batas dan membuatmu merasa terisolasi dari dunia luar, jelas kalau romansa kalian sudah masuk ke tahap tidak wajar. Kamu dipaksa memutuskan silaturahmi dengan orang-orang yang kamu sayangi demi pacar sendiri jelas sudah tak sehat lagi.

Ajak dia bicara, beri dia pengertian. Bagaimana kalau dia yang ada di posisimu, merasa terpenjara dalam sebuah hubungan? Seharusnya dia juga akan keberatan jika tempat kalian ditukar. Selain itu bujuk dia untuk mau meluangkan waktu bersama kamu dan teman-temanmu agar dia sadar dan bisa membuktikan bahwa teman-temanmu adalah orang yang baik-baik saja, dan tak seharusnya dia membuatmu memilih antara dia atau mereka.

8. Ada satu titik di mana hubunganmu sudah tak pantas lagi diperjuangkan. Yaitu ketika dia mulai menggunakan kekerasan

Kekerasan menjadi bumbu asmara via rebloggy.com

Kekerasan, mulai dari perkataan hingga ayunan tangan harus membuatmu sadar bahwa hubunganmu sudah tak dapat disebut sehat. Apapun alasannya, menyelesaikan masalah secara kasar harus membuatmu waspada dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Namun sering kali kamu tak menyadari dan berpikir semua kekerasan itu patut alami. Karena memang biasanya kekerasan ini terjadi secara perlahan dan tak terdeteksi. Bukan tak mungkin pikiranmu teracuni untuk menyakiti diri sendiri dengan harapan pengorbananmu akan memastikan semuanya baik-baik saja.

Kamu harus memiliki sikap dalam menghadapi kekerasan dalam sebuah hubungan. Katakan tidak dan menjauhlah dari hubungan yang jelas merusak seperti ini. Minta bantuan dari orang-orang terdekatmu kalau perlu. Jika hanya kamu hanya diam dan memaklumi, bukan tak mungkin pasanganmu akan kecanduan untuk melakukannya lagi dan lagi.

Ketika kamu bertanya-tanya apakah hubunganmu termasuk dalam golongan yang tidak sehat, ini sebenarnya adalah indikasi. Mungkin ada yang tak beres dari hubungan kalian selama ini.