Proses PDKT memang rumit. Apalagi kalau kamu merasa mulai tidak tertarik di tengah perjalanan. Padahal beberapa tanda cinta sudah kamu lemparkan. Ada semacam peraturan tak tertulis untuk tidak saling menyakiti perasaan. Tapi bukan berarti kamu harus terpaksa pura-pura suka, apalagi hanya dengan alasan nggak enakan.

Kalau begitu, tunggu apa lagi? Ini waktunya menggiring dia ke dalam zona pertemanan. Cobalah pakai cara halus dan sopan untuk mengajak dia berteman. Nggak papa lho — bukankah pertemanan lebih abadi dari sekadar pacaran? 😀

1. Jangan abaikan dia, tapi jangan juga sengaja memberi asa. Tunjukkan beberapa ketidakcocokan kalian melalui sikap dan percakapan. Dia akan cukup pintar untuk tersadarkan.

Barangkali dia betul-betul mencintaimu. Jangan menabung karma. via www.imonline.nl

Jangan langsung tinggalkan. Kami lebih menyarankan untuk tetap berteman dengannya. Tidak ada yang salah dari berteman. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan buah dari sebuah hubungan pertemanan. Kebaikan dapat muncul dari mana saja. Oleh karena itu, berilah dia petunjuk melalui percakapan dan sikapmu. Misalnya, hindari perbincangan yang menyinggung soal urusan cinta. Namun, jangan lalu kamu jaim dengannya. Orang berpikiran bahwa jaga citra akan menunjukkan penolakan. Justru sebaliknya, pertemanan yang baik adalah pertemanan tanpa jaim. Oleh karena itu, tunjukannlah padanya bahwa kamu lebih dari sekadar calon pacar, melainkan teman yang baik.

2. Jika dia mengajak pergi berdua, cobalah bawa teman cewekmu yang sesuai tipenya dan kenalkan ke dia. Siapa tahu temanmu adalah jodoh dia yang sebenarnya. (hehe)

Tapi jangan rebutan lho yaa. via blog.noonswoonapp.com

Advertisement

Cara praktisnya adalah dengan mengontrol waktu intens antara kalian berdua. Jangan terlalu sering berduaan karena ini bisa memberi peluang baginya untuk menganggapmu sebagai calon pacar. Cobalah untuk pergi rame-rame dengan teman-teman. Bisa juga sekalian sambil mengenalkan temanmu padanya. Siapa tahu kamu malah menjadi pengantar jodoh bagi dirinya. Tapi jangan kecewa ya kalau nanti mereka jadian, terus kamu malah melihat segala kebaikannya yang sempat kamu abaikan. Teguhlah pada prinsip asmaramu!

3. Waah, makasih oleh-olehnya. Kali ini aku terima, tapi besok lagi gak usah repot-repot ya… Jangan beri dia alasan untuk selalu menghadiahkan. Cukup sekali agar tetap terlihat menghargai.

Makasih, lain kali gak usah ya. via duniapacarkeju.blogspot.com

Nah supaya tetap teguh, cobalah untuk menolak halus pemberiannya yang kedua. Terima saja apa kado, hadiah, atau oleh-oleh yang dia berikan untuk pertama kali. Tapi beranilah menolak yang kedua kali. Jika kamu menerima terus, maka perasaan gak enak akan menguasai dirimu. Akibatnya kamu sulit untuk mengajak dia ke zona pertemanan. Dianya udah percaya diri karena merasa kamu menerima semua kebaikannya. Dan kamunya jadi repot alias gak enak hati kalau mau menggantungkan hubungan. Kecuali kamu adalah pribadi yang sama sekali tidak peduli soal basa-basi macam ini.

4. Jangan jadi kekanak-kanakan dengan menolak sikapnya begitu saja. Tetaplah berkomunikasi sewajarnya.

Pahamilah masing-masing sebagai orang dewasa via blog.carionline.com

Pribadi yang tidak suka basa-basi macam itu memang sangat efektif dan hemat waktu. Namun ada kesan kekanak-kanakan di dalamnya ketika sifat seperti itu bertemu soal asmara macam ini. Kedewasaan yang tangguh muncul dari pribadi yang dapat menjaga hubungan dengan segala konsekuensinya. Kamu sah untuk tidak peduli pada apa yang dirasakannya. Tapi kamu juga sangat sah untuk berkembang tumbuh dewasa menjadi orang yang elegan dan memperhatikan kesopanan. Tiada salahnya untuk memberi dia kesempatan menjalin hubungan denganmu dengan status yang agak berbeda.

5. Tegaskan ke dia bahwa kamu menghargai keberadaannya. Derajat persahabatan tidak lebih rendah dari hubungan cinta.

Persahabatan lebih abadi daripada pacaran via onlineproblemsoluton.blogspot.co.id

Oleh karena itu yakinkanlah dirinya bahwa kamu menghargai kesungguhannya. Inilah sikap dari pribadi berkualitas: tetap menaruh hormat pada apa yang tidak disukainya. Cinta akan tetap hadir dalam hubungan persahabatan. Siapa tahu kamu dan dia justru akan menjalin hubungan yang lebih dalam dari platform pacaran zaman ini. Biasanya, sahabat tidak akan pernah pergi seburuk apapun tragedi yang menimpa dirimu. Sedangkan pacar? Dia bisa melenggang kapan saja jika dirasa sudah tidak cukup pantas untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Ada cinta yang dipupuk hanya untuk menikah, tapi ada juga kesepakatan rasa yang menyala sebagai bagian dari peristiwa kehidupan yang mewah.

6. Yang paling penting dari itu semua adalah jujur. Sampaikan apa adanya bahwa pertemanan akan lebih baik daripada harus terus mengulur.

Jangan bohong dirimu sendiri via twistedsifter.com

Namun tentu saja, yang paling penting dari semuanya adalah kejujuran dalam hatimu. Benarkah kamu tidak ingin jalan bersamanya? Benarkah kamu tidak ingin belajar memupuk asmara bersamanya? Benarkah kamu tidak ingin bersamanya? Pertanyaan itu harus sudah selesai ketika kamu menentukan keputusanmu. Ini adalah langkah awal untuk jujur pada diri sendiri. Jika sudah teguh, maka saatnya jujur pada dirinya. Setelah semua tanda kamu utarakan baik melalui percakapan maupun tindakan, ada kalanya kamu perlu mengucapkannya secara lugas bahwa ada kebersamaan lain yang dapat dijalani selain berpacaran.

Niat baik untuk menjalin hubungan pertemanan tidak akan terbuang sia-sia. Semoga sukses ya!