Kamu bertemu seseorang dan terpesona dengan sosoknya. Segera kamu mendeklarasikan dirimu sedang jatuh cinta karena kamu merasa hidupmu menjadi lebih bahagia dan berwarna dengan kehadiran dirinya.

Namun, kadang kata ‘cinta’ sangat mudah sekali diucapkan. Belum lama kamu mengenalnya, kamu sudah merasa begitu mencintainya. Bagaimana kamu bisa tahu bahwa kamu benar-benar jatuh cinta padanya dan bukan hanya menyukainya saja? Mungkin kamu bisa lihat tanda-tanda di bawah ini untuk memastikan perasaanmu.

1. Menemuinya jadi momen yang amat kamu tunggu. Dia adalah bagian terbaik dari sekian fragmen dalam harimu

Menghabiskan sore bersamanya adalah saat yang kamu nantikan via confessionsofaserialdaterinla.com

Bertemu dengannya adalah saat yang selalu kamu tunggu-tunggu. Setelah lelah beraktivitas seharian, bercengkrama sepanjang sore dengannya akan membuat energimu kembali terisi. Kamu bahkan seperti tidak merasa lelah sama sekali.

Kehadirannya adalah momen puncak dari setiap harimu. Biarpun harimu sudah berjalan dengan baik, bertemu dengannya akan membuat harimu menjadi jauh lebih baik. Tidak ada rasa bosan sepertinya walaupun berjumpa setiap hari; karena saat kamu benar-benar menyayangi seseorang, kamu tidak akan pernah merasa lelah dengan kehadirannya.

2. Nama dan sosoknya tidak pernah lepas dari kepala. Apapun yang kamu lakukan, dia selalu ada

Advertisement

Dalam segala keadaan, dialah yang pertama kali kamu pikirkan via thaoski.com

Saat bangun tidur, dia adalah orang yang kamu pikirkan. Saat ingin tidur, dia pula lah yang terakhir kali kamu pikirkan. Semua yang sedang jatuh cinta pasti merasakan hal ini. Lalu apa bedanya?

Ketika kamu jatuh cinta orang yang tepat, dia akan menjadi orang pertama yang akan kamu cari dalam keadaan apapun. Saat harimu berjalan dengan sangat baik, kamu ingin segera memberi tahunya dan berbagi kebahagiaan dengannya. Sebaliknya, saat sesuatu yang buruk menimpamu dialah orang pertama yang kamu cari untuk memberimu dukungan dan membuat harimu jauh lebih baik. Dia orang pertama yang kamu pikirkan untuk berbagi perasaan di segala keadaan.

3. Kebutuhannya jadi titah pandita raja. Kamu memprioritaskan dia di atas segalanya

Menemaninya ke perpustakaan pun tidak masalah via weaffair.com

Seharusnya, kamu harus memprioritaskan kepentinganmu dibandingkan dengan kepentingan orang lain. Tapi namanya sedang jatuh cinta: kepentingannya pasti menjadi yang utama bagimu.

Ketika dia membutuhkan bantuan, tanganmu selalu ada untuk meringankan. Waktu dia butuh dukungan kamu ikhlas pasang badan agar dia tidak merasa sendirian.

Tidak ada yang salah kalau kamu jatuh cinta pada orang yang tepat. Kamu melakukan hal itu dengan ikhlas, dan dia pun tak akan dengan jahat memanfaatkanmu. Namun idealnya, kamu tetap bisa menyeimbangkan prioritasmu dengan prioritasnya.

4. Melihat dia tertawa sudah bisa membuatmu bahagia. Sebab itu kamu mengusahakan kebahagiannya dengan sekuat tenaga

Kamu tidak ingin melewatkan senyum itu sedikitpun via anasahmed.wordpress.com

Sebenarnya kamu bukan orang yang suka dengan keramaian. Menonton konser pun kamu tidak suka karena terlalu bising dan riuh. Tapi saat mengetahui bahwa dia sangat suka menonton konser, kamu rela mengesampingkan egomu dan memilih untuk menemaninya menonton, hanya karena kamu tahu itu akan membuatnya bahagia. Melihat dia bahagia akan memberi perasaan bahagia juga pada dirimu dan kamu tidak ingin melewatkan satu pun momen bahagianya tanpa ada kamu di sampingnya.

5. Di sisinya kamu tidak keberatan jadi picisan. Rasa cinta ini terlalu besar jika disimpan sendiri. Meluapkannya baru bisa melegakan hati

Kamu hanya ingin semua orang tahu kalau kamu mencintainya via flickr.com

Ketika kamu pergi bersama teman-temanmu ke mall, tidak jarang kamu berkomentar sinis terhadap pasangan-pasangan yang terlalu mengumbar kemesraan di depan umum — bergandengan tangan sepanjang waktu atau berangkulan manja — karena menurutmu itu sangat berlebihan. Tanpa perlu mengumbar kemesraan, orang sekitar juga tahu kalau mereka adalah sepasang kekasih.

Lalu kamu sadar, saat pergi bersamanya kamu pun melakukan hal yang sama. Kamu menggandeng tanggannya dengan erat, merangkul pundaknya tanpa sungkan, dan sesekali melempar senyum manis kepadanya. Kamu ingin semua orang tahu kalau kamu begitu mencintainya dan dia begitu berarti untukmu. Karena saat kamu jatuh cinta pada orang yang tepat, kamu tidak akan merasa takut untuk mengekspresikan perasaanmu di depan umum.

6. Dia bukan manusia sempurna. Tapi kamu tak ingin pergi setelah mengetahui kelemahannya

Kekurangannya membuatmu makin cinta via people.com

Manusia pada kodratnya memang tidak ada yang sempurna. Baik kamu maupun pasanganmu pasti juga memiliki kekurangan. Mungkin sifatnya yang mudah panik dan terlalu pemerhati sering membuatmu kewalahan. Namun sebenarnya, diam-diam kamu menyukai sifatnya itu karena membuatmu merasa menjadi lebih berarti. Kamu tidak pernah merasa seberharga ini untuk orang lain.

Dengannya, kamu tahu bahwa mencintai merupakan kemampuan untuk mengetahui dan menerima segala kekurangannya. Bahkan dengan kamu mengetahui kekurangan tersebut, justru kamu semakin mencintainya.

7. Dalam otakmu sering terputar skenario tentang masa depan bersamanya. Nampaknya dunia tidak lagi menyeramkan jika dihadapi berdua

Kamu ingin dia jadi bagian masa depanmu via soothika.com

Saat bertemu dengannya, kamu tahu bahwa kamu sudah berhenti untuk mencari; mencari yang lebih baik, mapan, dan rupawan. Kehangatan yang kamu dapatkan saat bersamanya selalu membuatmu merasa ‘pulang’ karena ternyata dialah ‘rumah’ yang selama ini kamu cari. Kamu tidak ingin kehangatan itu berakhir; kamu hanya ingin menikmati setiap detik hidupmu bersamanya.

Memiliki masa depan dengannya sudah sering terlintas di benakmu karena sulit rasanya jika membayangkan tidak ada dirinya sebagai bagian masa depanmu. Untuk mewujudkan masa depan bersamanya, kamu pun hanya melakukan apapun yang terbaik untuk kalian.

8. Membayangkan kehilangan dia begitu menyiksa. Itu artinya kamu tak hanya kehilangan kekasih saja, melainkan juga sahabat terbaik yang pernah kamu punya

No. 1 Partner in Crime via shelleymulshine.com

Banyaknya waktu dan situasi yang kamu lewati bersamanya, secara tidak langsung membuatnya menjadi sahabat terbaik yang kamu punya. Dia selalu ada pada situasi apapun, suka maupun duka. Dia adalah orang yang begitu mengerti dirimu.

Kamu tidak pernah menemukan orang yang begitu cocok denganmu dalam keadaan apapun, bahkan teman dekatmu sedari SD dulu. Bersamanya, hal gila menjadi wajar, rasa duka menjadi bahagia, dan kamu merasa bisa bertahan di balik gilanya dunia.

9. Bersamanya hidup terasa lebih ringan dihela. Sisi-sisi hidup kalian seperti tertata dengan sendirinya

Dia adalah motivasimu untuk menjadi lebih baik via melissaclairephotography.com

Kamu tidak sempurna dan dia pun menerimamu apa adanya. Tapi kamu tidak ingin puas dengan itu. Kamu merasa harus selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk dirinya hingga dapat disebut pantas untuk mendampinginya.

Sebelumnya kamu tidak pandai mengurus diri. Berpakaian sesukanya, masuk kuliah pun sesukanya. Tapi saat bersamanya, kamu mulai memperhatikan diri dan rajin masuk kuliah. Kamu tidak ingin membuatnya malu dengan penampilan dan nilai kuliahmu yang berantakan. Rasa cinta yang kamu rasakan padanya mendorongmu untuk tidak pernah mengecewakannya. Kamu ingin selalu membuatnya bahagia dan bangga dengan dirimu di sampingnya.

10. Jatuh-bangun itu tetap ada. Anehnya, apapun yang terjadi kamu merasa punya cukup alasan untuk tetap jatuh cinta

Mencintainya saat suka dan duka via itiswrittenforyou.wordpress.com

Saat keadaan sedang menyenangkan, wajar jika kamu merasa begitu mencintainya dan begitu bahagia bersamanya. Namun, bagaimana saat keadaan mulai memburuk? Saat kamu mencintai orang yang tepat, kamu akan tetap merasa begitu mencintainya. Bahkan perasaan itu semakin kuat.

Masalah yang ada dalam hubungan kalian adalah sebuah ujian untuk menguji besarnya kesetiaan dan rasa cinta yang kalian miliki satu sama lain. Masalah hadir bukan untuk melemahkan, tapi menguatkan.

Setelah mengecek tanda-tanda di atas, apa yang kamu rasakan? Apakah ini cinta, atau sekadar suka?