Apa perbedaan terbesar dari masa kuliah dan kerja? Bagaimana jika…jumlah teman yang kamu punya? Kalau kamu merasa mulai kehilangan teman selepas kuliah, kamu tidak sendiri. Banyak orang melalui fase yang sama setelah bekerja atau menikah. Walaupun bertemu rekan kerja atau pasanganmu setiap hari, kamu tidak bisa mendapatkan persahabatan seperti yang kamu miliki dengan teman-temanmu yang lama.

Kenapa sih kita sulit mendapatkan teman saat sudah dewasa? Kali ini, Hipwee akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut — serta memberikan saran menghadapi situasi yang tanpa disadari membuat kita kesepian ini.

1. Sesungguhnya, Kehilangan Teman itu Wajar. Hidupmu Berjalan, Begitu Juga Hidup Teman-temanmu

Kehidupan hanya sedang terus berjalan via blogs-images.forbes.com

Kamu pasti seringkali merasa kesepian jika teman-teman dekatmu semakin jarang membalas SMS atau menelepon. Padahal, dulu kalian sudah berjanji akan terus berhubungan. Jangan merasa ditinggalkan atau kehilangan teman. Kamu tidak kehilangan teman, hanya saja hubungan kalian sudah berubah.

Suatu saat pasti ada waktu dimana kamu sangat membutuhkan teman bicara tapi temanmu sedang sibuk dengan kehidupannya. Ingatlah bahwa pada dasarnya kalian sedang mengalami proses yang sama. Saat ini saja mungkin temanmu yang sedang sibuk, tapi pasti ada juga waktu sebaliknya dimana kamu tidak bisa ada ketika mereka membutuhkan. Jangan biarkan ketidaksamaan waktu tersebut semakin menjauhkan kalian. Jangan kapok menghubungi temanmu duluan!

2. Perubahan Hidup Membuat Kalian Merasa Tidak Lagi Cocok

Advertisement

Beda banget sih kamu dari jaman kuliah dulu? via www.aceshowbiz.com

Pendewasaan bisa berarti perubahan. Dulunya kamu polos dan tidak tahu apa-apa, sekarang jadi lebih berpengetahuan. Namun, kadang justru pengetahuan itu yang menciptakan jarak antara kamu dan teman-teman lama. Kamu bisa merasa tak cocok lagi dengan mereka.

Tapi, jangan biarkan pencapaianmu dan cara pikirmu yang baru membuatmu kesepian. Buat apa lebih dewasa kalau tidak punya teman?

Jangan terlalu was-was memulai hubungan baru. Gunakan juga kearifan yang kamu miliki sekarang untuk memahami perubahan yang dialami teman-teman lamamu. Walaupun sekarang kalian sudah berbeda, ingatlah kebersamaan dan segala memori yang kalian lalui. Kalian toh bisa selalu bernostalgia dan berhenti sejenak dari kesibukan masing-masing.

3. Bisa Jadi, Kalian Menjauh Karena Batasan yang Diciptakan Pasangan

Sekarang mungkin akan lebih sering double date-an via 41.media.tumblr.com

Tidak semua dari kita beruntung memiliki pasangan yang bisa berhubungan baik dengan teman-teman kita. Seringkali kamu dan pasanganmu datang dari latar belakang yang berbeda. Teman-teman kalian pun sama sekali berbeda. Idealnya, kamu bisa saling mengenalkan lingkungan masing-masing. Tapi realitanya, perbedaan ini justru seringkali menimbulkan konflik. Tidak jarang, kamu harus memilih antara temanmu atau pasanganmu.

Pengertian adalah kunci. Sebelum memutuskan untuk memutus salah satu hubungan, ingatlah bahwa keduanya berharga bagimu. Pastikan pasangan dan teman-temanmu memahaminya. Jika mereka memang benar-benar menyayangimu, mereka pasti akan berusaha keras untuk mengerti. Percayalah jika kamu sudah bersungguh-sungguh berusaha. Jika mereka masih tidak bisa menerima, mungkin kamu harus mempertanyakan kembali alasanmu untuk tetap bersama salah satu dari mereka.

4. Pergeseran Prioritas dalam Hidupmu Menciptakan Jarak

Tidak hanya mereka yang dapat membuatmu bahagia via i.huffpost.com

Prioritasmu akan terus berubah seiring waktu. Masa remajamu habis untuk berteman dan bertualang, dan sekarang kamu fokus berkarir serta membangun keluarga. Tidak apa-apa. Tapi itu bukan berarti kamu harus kehilangan teman dan ikatan yang selama ini kamu miliki. Jangan puas dengan pola pikir bahwa kamu tidak lagi memerlukan teman ketika kamu sudah memiliki keluarga.

Keluarga memang akan selalu menempati tempat teratas dalam hidupmu. Tapi mereka bukan satu-satunya. Justru untuk menjadi istri atau ibu yang baik, kamu memerlukan saran dan bimbingan teman-temanmu.

Jadi, jangan abaikan temanmu hanya karena kamu sudah merasa cukup dengan keluarga bahagiamu. Luangkanlah sedikit waktu untuk menjadi teman yang baik. Semakin banyak orang di dalam kehidupanmu, semakin kayalah kepribadianmu juga.

5. “Ah, Masih Terhubung Kok di Jejaring Sosial.” Tapi, Hubungan itu Ya Hanya Sebatas Jejaring Sosial Saja

Teknologi menutup pintu pertemanan baru via i.huffpost.com

Kita sudah terbiasa mengandalkan media sosial untuk berhubungan satu sama lain. Di satu sisi hal tersebut sangat menguntungkan. Kita dapat selalu terhubung dengan sahabat lama kita walaupun mereka sudah kuliah atau bekerja di kota lain. Tapi di sisi lain, cara komunikasi ini juga bisa merugikan.

Kicau dan celoteh mereka yang sebenarnya satu arah membuat kamu merasa masih terhubung dengan mereka. Padahal jika mau jujur, kehidupan kalian di dunia nyata sudah sama sekali tak pernah bersinggungan. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Kehidupan hanya sedang berjalan, dan meninggalkan kamu dan ikatan perkawanan yang dulu di belakang.

Bukan berarti kamu harus stop saling menyapa di jejaring sosial, ya. Tetaplah bangun hubungan dan silaturahmi dengan kawan-kawan lamamu. Tapi, jangan jadi menutup diri pada orang-orang baru yang bisa jadi kawan baru di kehidupanmu. Sesekali tinggalkan ponselmu di rumah, langkahkan kaki ke tempat di mana kamu bisa bertemu komunitas baru, dan jalinlah pertemanan yang sebenarnya.

6. Kesibukan Membuatmu Tidak Sempat Punya Teman Baru

Kesibukan membuatmu tak sempat punya teman baru via 99seconds.com

Sebagai orang dewasa, banyak kewajiban baru yang kamu miliki. Ada pekerjaan yang menghabiskan hampir semua waktu dan konsentrasimu. Kamu juga telah bertemu belahan jiwa atau bahkan sudah memiliki si kecil. Di sela kesibukan tersebut, waktu luang yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk beristirahat.

Tak ada lagi waktu untuk sekadar menghubungi teman lama. Apalagi menjalin perkawanan baru. Ketika rutinitas menguasai hari-harimu, cobalah mengakalinya dengan mencari celah lewat jejaring yang kini jadi pusat hidupmu. Bisa lewat pasangan, orang tua, bahkan anak.

Binalah hubungan dengan istri rekan kerja suamimu atau ibu teman play group anakmu. Ingatlah bahwa sebahagia apapun keluargamu, memiliki teman untuk berbagi itu sangatlah penting. Kamu perlu memiliki perspektif lain di luar pasangan dan keluargamu untuk meraih keseimbangan dalam hidupmu.

7. Kegagalan dari Pertemanan Lampau Membuatmu Enggan Memulai Hubungan yang Baru

Kita semua pernah gagal via 1.bp.blogspot.com

Semakin bertambahnya usia, kamu juga sudah semakin banyak asam garam. Kamu sudah mencapai banyak hal tetapi kamu juga sudah banyak mengalami kepedihan hidup, Kamu sudah pernah dikecewakan, dikhianati, dan disakiti. Seringkali kepedihan tersebut membuatmu takut untuk memulai hal yang terasa asing bagimu. Termasuk orang baru yang muncul.

Jangan biarkan keenggananmu mempercayai orang menjadikanmu kesepian. Kamu akan terus belajar sepanjang hidupmu. Ini mungkin tidak akan jadi kali terakhir kamu diperdayai orang. Justru dari situlah kamu akan bisa belajar untuk dapat lebih baik menilai orang. Tapi jika kamu berhenti mencoba, kamu tidak akan dapat belajar apapun. Jika tidak belajar apapun dalam hidup, maka kamu sama sekali tidak berkembang.

Para ahli sosiologi mengutarakan bahwa terdapat tiga syarat utama untuk mendapatkan teman dekat: kedekatan fisik, pengulangan, dan interaksi yang tidak direncanakan. Semakin tua, ketiga persyaratan tersebut memang akan semakin sulit untuk ditemui. Tapi sama sekali bukan tidak mungkin. Jadi, di sela-sela kesibukanmu menjadi orang dewasa, sempatkanlah bermain dengan teman-temanmu agar kamu tidak lupa rasanya menjadi muda.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya