Sebuah pernikahan adalah impian yang ingin segera direalisasikan saat kamu berusia 20an. Usia yang dinilai masyarakat pas dan cukup matang untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga ini, pada kenyataannya tak selalu demikian. Berbagai hal membuatmu ragu untuk segera menikah. Peristiwa positif dan negatif mengelilingi dan berujung pada kemantapanmu untuk tidak menuju pelaminan saat ini.

Entah kapan waktunya, kamu belum terobsesi seperti halnya orang-orang di sekitar. Perspektif masyarakat yang bersebrangan denganmu ini tetap tak menggoyahkan prinsip. Kamu pun memiliki bermacam alasan…

1. Berbagai pengalaman pahit di masa lalu saat menjalin sebuah hubungan merupakan salah satu alasan. Kamu ragu untuk melangkah lebih lanjut.

karena memori tersebut tak mudah dilupakan via identity-mag.com

Terlalu banyak kenangan pahit tak dapat dilupakan begitu saja, seperti rasa sakit yang masih hinggap di hati.

Bukan dirimu yang tak mau pergi dari memori tersebut, namun kenangan pahit yang begitu besar dialami menyulitkan prosesnya. Bagaimana rasanya saat ditinggal pergi untuk mengejar mimpi, hadirnya orang ketiga dalam hubunganmu, sifat dan sikapnya yang sering menimbulkan pertengkaran, hingga perilaku kasarnya kepada dirimu dulu masih teringat jelas. Perjuangan yang telah kamu lakukan saat bersamanya kini tak berharga dengan apa yang terjadi di masa lalu.

2. Kamu baru saja sembuh dari luka yang sempat sulit disembuhkan. Kini waktunya kamu punya beragam aktivitas yang menunjang cita-cita.

Advertisement

a new beginning via quotego.biz

Sadar bahwa hidup harus berjalan, kamu memilih untuk menyibukan diri dengan berbagai kegiatan. Masih banyak tujuan hidup yang harus dicapai.

Kesedihan yang mendera tak semestinya menjadi penghambat dalam meraih cita-cita. Dalam menjalani skenario hidup dari Tuhan, kamu perlu memulainya dengan sebuah senyuman. Jika dahulu membuat senyuman tipis itu sulit, sekarang kamu perlu lakukan agar perjalanan hidup dari hari ke hari membaik dan membahagiakan bagimu, dan bagi lingkungan sekitar. Kamu pun menyadari bahwa hidup tak harus berada pada zona itu saja.

Karena hidup terus berputar, seperti sebuah roda, di mana seluruh bagiannya pernah merasakan rasa sakit saat melintasi jalanan berlubang.

3. Adanya prahara dalam keluarga memicu trauma pada dirimu untuk membangun sebuah rumah tangga. Kamu terlalu takut untuk jadi orangtua.

pertengkaran di rumah bisa menyebabkan trauma padamu via bincangwanita.com

Keluarga merupakan tempat pertama kamu belajar dan bertanya.

Kedudukan keluarga pada perkembangan seorang anak sangatlah penting. Keluarga merupakan tempat di mana kamu dari sejak lahir hingga dewasa belajar dan bertanya mengenai berbagai hal dalam hidup. Kamu sendiri sebenarnya dapat belajar seperti apa hidup dengan memperhatikan keadaan keluarga. Kondisi keluarga yang tidak cukup baik ini menghantarkan sedikit trauma, bahkan trauma yang mendalam. Prahara pada keluarga membuatmu tidak seperti anak muda berusia 20an, yang lekas menuju bahtera rumah tangga.

4. Kabar dari teman mengenai pernikahannya yang jauh dari harapan, mendukung keenggananmu untuk menikah saat ini.

unhappy via imgfave.com

Kamu dengar kabar gak kalau ada teman sekelas kita waktu kuliah dulu yang sekarang cerai? Padahal baru juga 3 bulan pernikahannya. Lagi hamil pula, kasian banget.
Iya, gara-gara suaminya balik ke mantannya kan?

Menikah di usia 20an memang sudah menjamur di masyarakat. Teman-teman sepermainanmu banyak yang sudah membangun keluarga kecilnya dan kamu masih sendiri dengan segala aktivitas super padat. Ada rasa kehilangan seorang teman pada dirimu. Dia yang dahulu selalu menemanimu ke mana pun tanpa kenal lelah dan penuh canda tawa, tiba-tiba memiliki kesibukan lain yaitu mengurusi seseorang yang dicintainya.

Ada kebahagiaan saat melihatnya telah menikah, namun ada rasa sakit ketika kamu mengetahui rumah tangganya dilanda masalah. Hal-hal tidak menyenangkan kamu ketahui dari ceritanya secara langsung maupun tidak. Mengetahui ternyata menikah tak selalu diisi hal-hal menyenangkan, kamu paham bahwa belum saatnya untuk ke jenjang pernikahan.

5. Meski sudah menemukan orang yang selalu ada di sisi, tak berarti tiada keraguan yang menghampiri. Kamu kembali bertanya, “Diakah jodoh yang tepat untukku?”.

katanya jodoh pasti bertemu. kalau pertemuannya penuh ujian yang gak disadari, bagaimana? via www.gurl.com

Kelebihan dan kekurangan pada dirinya seringkali membuatmu ragu untuk mengenali apakah ia jodoh terbaikmu yang dipilihkan Tuhan?

Bagimu yang sudah memiliki pasangan, terkadang muncul perasaan ragu mengenai dirinya. Kelebihan dan kekurangannya membuatmu tak yakin apakah sanggup menjalani hidup hingga akhir hayat bersama dirinya. Kamu berdua sebenarnya saling melengkapi, namun lagi-lagi keraguan itu muncul.

Kamu mungkin tidak percaya diri untuk bersanding dengannya karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Kadang, kamu merasa belum bisa menerima kekurangan dirinya untuk hidup berdampingan. Tak dapat dihindari pula keyakinanmu bisa memudar ketika mengingat kembali kenangan pahit di masa lalu. Ada kekhawatiran yang mendalam dan kamu takut hal seperti itu akan terulang lagi.

6. Hadirnya mantan terkadang membuat ragu untuk menuju pernikahan dengan dia, yang sudah menyiapkan masa depan bersamamu.

kehadirannya seringkali menimbulkan keresahan via www.bsukses.com

Katanya ketika menuju pernikahan akan ada ujian. Apakah hadirnya sang mantan saat ini juga merupakan sebuah ujian? Menguji ke mana sebenarnya hatimu akan berlabuh?

Persiapan pernikahan mulai dari pertemuan dua keluarga, penentuan waktu dan lokasi, dan konsep resepsi pernikahan telah dilakukan. Kebahagiaan beberapa bulan menjelang hari besar kalian bisa terganggu dengan kehadiran sang mantan. Entah dia yang tiba-tiba menghubungi atau bertemu tak sengaja denganmu. Kehadirannya menguji seberapa kuat dan yakin hatimu terhadap pasanganmu sekarang. Namun, hati kecil ternyata tidak mau berbohong dengan hadirnya sang mantan yang cukup membuatmu resah.

Memori bersama dirinya dahulu kembali berputar dalam benak. Hal ini tentu menyulitkan perasaanmu menjelang pernikahan. Kamu yang gundah lantas mencari jalan keluar untuk menenangkan hati dan pikiran, yaitu memilih untuk menunda pernikahan hingga ketenangan menyelimuti dirimu.

7. Kedekatan dengan teman lawan jenis dapat memperkeruh hubungan kamu dan dia. Padahal telah ada ikatan ke tahap selanjutnya.

niatnya untuk bersenang-senang, tapi apa daya kadang menimbulkan prahara via by-your-side1.tumblr.com

Kadang, cemburu itu datang untuk memberitahu bahwa kamu adalah miliknya, tanpa mengenal siapa dan mengapa,

Keakraban yang terjalin dengan teman-teman seringkali menimbulkan perkara. Niatmu menghabiskan waktu bersama mereka sayangnya tak dianggap oleh pasangan. Padahal saat itu acaranya beramai-ramai. Bagaimana ya kalau berdua saja dengan salah satu dari mereka yang berlawan jenis? Sikap protektif dan cemburunya ini semakin lama membuatmu gerah dan terlintas dalam pikiran untuk menyudahi hubungan. Padahal, telah ada ikatan yang siap menuju pernikahan.

Dia yang masih sulit berubah dan kamu yang merasa tak bisa hidup berdampingan dengan dia yang seperti ini memilih untuk berpisah. Perkara karena hubungan dengan teman-teman ini ternyata cukup membuatmu beristirahat sejenak dari sebuah ikatan dengan lawan jenis. Dan kamu pun tak tahu kapan istirahat ini akan berakhir.

8. Hingga saat ini kamu belum menemukan alasan kuat untuk menikah dalam waktu dekat. Masih banyak impian yang ingin kamu gapai.

bebas, lepas via poetictouch.tumblr.com

Berbagai hal dari masa lalu hingga saat ini telah berhasil memberi pengaruh besar pada dirimu untuk menentukan prinsip mengenai pernikahan,

Beragam peristiwa yang pernah dialami dan terjadi di sekitar secara tak langsung berpengaruh terhadap sikapmu pada pernikahan. Dengan menelisik kembali pengalaman pribadi maupun orang lain, kamu menilai belum ada alasan kuat yang mengharuskan untuk segera menikah. Bahkan, hingga saat ini kamu belum melihat sisi yang kuat dari sebuah pernikahan. Itu sebabnya, mengapa kamu, memilih menghabiskan waktu untuk melakukan segala kegiatan yang digemari dan menunjangmu dalam menggapai masa depan.

Pernikahan adalah sebuah komitmen yang tak bisa dipungkiri menjadi awalan dari perjalanan hidup terbesarmu. Keputusan yang kuat dan pasti dilakukan dengan penuh keseriusan dan tidak main-main. Rasa khawatir yang membuncah tatkala muncul saat menuju pernikahan kian merebak karena sakralnya keputusan ini. Banyak hal membuatmu ragu untuk menikah di usia sekarang dan ragu untuk menuju pernikahan. Padahal, sudah ada pendamping yang siap membangun keluarga bersamamu. Bagaimana pernikahan itu berlangsung, semuanya kembali lagi pada dirimu.