Soal kesetiaan biasanya jadi salah satu masalah dalam hubungan. Baik saat masih pacaran maupun setelah menikah, kesetiaan akan terus dipertanyakan. Tak jarang, hal ini pula yang membuat seseorang ragu melangkah ke pelaminan. Takut kalau-kalau setelah menikah justru janji setia itu tidak bisa dibuktikan.

“Memilih satu orang untuk jadi teman hidup selamanya, apa dia bisa setia sampai kelak menua?”

Pada hakikatnya, manusia memang punya kecenderungan tidak pernah merasa puas. Sementara, perasaan adalah satu-satunya yang paling tidak pasti di dunia ini. Menemukan pasangan yang tidak setia sangat mungkin dialami. Tapi, perhatikan dia yang kini ada di sisi, kamu akan tahu apa dia bisa setia setelah menikah nanti.

1. Pasangan yang mudah berbagai hati menganggap kesetiaan sebagai beban. Dia yang kelak setia justru menilai kesetiaan sebagai kewajiban.

setia itu kewajiban, bukan beban via www.babyblog.ru

Pacaran dan menikah sebenarnya dua hal yang sama. Keduanya sama-sama membutuhkan komitmen. Komitmen untuk setia pada seseorang yang memang sudah dipilih. Dipilih karena diyakini bahwa dia adalah orang yang tepat. Orang yang tepat untuk diajak menjalani hidup bersama dan kemauan untuk setia adalah modal utamanya.

Advertisement

Sepatutnya komitmen untuk setia ini diyakini sebagai sebuah kewajiban. Bahwa sudah selayaknya dua orang yang memilih bersama harus berjuang untuk bisa setia. Pertahankan jika pasanganmu menganggap sikap setia sebagai kewajiban, tapi tinggalkan dia yang justru menganggapnya sebagai sebuah beban.

2. Dia yang membagi hati berarti gampang terbawa emosi. Pasangan yang setia akan bertindak dengan berpikir beribu-ribu kali.

dia tak mudah terbawa emosi, tapi bisa menjaga via datingtips.match.com

Menikah itu bukan perkara main-main. Selain kedewasaan, dibutuhkan juga skill untuk mengelola emosi dan perasaan. Apakah pasanganmu saat ini sudah memilikinya? Atau justru dia masih sering terbawa emosi atau terpancing suasana?

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan pernikahan pastilah banyak ada saja masalah yang datang. Menyatukan dua kepala dalam satu atap bertajuk rumah tangga jelas bukan hal yang mudah. Soal mengatur keuangan sampai sesederhana masalah kebiasaan sehari-hari harus siap dihadapi.

Lihat lagi pasangan yang bakal jadi pendamping hidupmu nanti. Selagi masih pacaran, seberapa piawai dia mengendalikan perasaan dan emosinya? Jika dia selalu bertindak dengan berpikir masak-masak terlebih dahulu, kamu layak berlega hati. Tapi jika dirinya masih sering terbawa emosi, keputusan untuk menikah selayaknya dipikirkan lagi.

3. Banyak mengumbar janji jadi tanda kalau dia tak akan setia. Kesetiaan justru terlihat dalam dirinya yang memilih bersikap biasa saja.

dia tak banyak mengumbar janji via social.vb.kg

“Aku janji bakal setia terus sama kamu, Sayang. Sampai kita tua nanti, aku nggak akan berpindah ke lain hati…”

Setiap orang memang memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang pintar mengutarakan perasaan dengan berkata-kata, tapi ada pula yang memilih diam tapi memberi bukti dengan sikap yang nyata. Namun, berhati-hatilah pada pasangan yang sering mengumbar kata-kata dan janji. Renungkan lagi apakah selama ini dia bisa membuktikan kata-katanya. Atau, kamu sebenarnya sudah beberapa kali dibuatnya kecewa?

Meski pasanganmu tak banyak bicara dan bersikap biasa saja, mungkin justru itu tanda dia bakal setia. Sementara dia yang banyak mengumbar kata-kata malah bersar kemungkinan akan berbagi hati dengan selainnya.

4. Tak dewasa menghadapi rasa bosan adalah tanda pasangan yang mudah berbagi hati. Dia yang setia justru mau susah payah mencari solusi demi hubungan yang lebih baik lagi.

tahu caranya mengatasi bosan via dylandsara.com

Rasa bosan adalah yang paling lazim muncul dalam hubungan. Apalagi setelah menikah, frekuensi munculnya rasa bosan mungkin akan jauh lebih tinggi. Bayangkan saja, kamu dan pasangan akan tinggal bersama hingga bertahun-tahun lamanya. Tak jarang, rasa bosan inilah yang dijadikan alasan untuk mencari kesenangan bersama pasangan lain di luar rumah.

Padahal, kebosanan sebenarnya bisa diatasi dengan baik selama punya kemauan. Bukan oleh salah satu dari kalian saja, tapi diatasi sama-sama. Jika saat masih pacaran saja dia tidak dewasa dalam mengatasi kebosanan, apa jadinya kelak kehidupan pernikahan kalian? Pilih pasangan yang mau berjuang sama-sama, bukan dia yang bosan lantas pergi dan bermain-main dengan yang lainnya.

Menikah itu butuh pertimbangan yang matang. Pastikan kamu memilih pasangan yang tepat sejak sekarang. Pilih pasangan yang punya tanda-tanda bakal setia selamanya, bukan dia yang justru punya potensi untuk mendua. Gunakan hati dan logika, kamu layak berbahagia bersama dia yang setelah menikah nanti bisa setia. 🙂