Everybody’s hurt somebody before,
Everybody’s been wound by somebody before

~ Good Charlotte~

Dalam hubungan percintaan, kalau kita gak nyakitin ya paling kita disakitin. Semua orang pernah mengalami itu. Saat patah hati, tidak bisa dipungkiri bahwa cara paling mudah untuk menghilangkan patah hati adalah dengan menemukan orang lain. Banyak orang yang percaya bahwa hati harus diistirahatkan sementara sebelum kembali menjalin kisah baru. Tapi untk beberapa laki-laki, lebih mudah bagi mereka menyembuhkan hati saat ditemani wanita lain dibandingkan saat sendiri. Kesanya jahat sih, tapi apa daya, ada dari kita yang tidak sehebat itu bisa sampai menyembuhkan hatinya sendiri tanpa pengalihan apapun. Apakah itu jahat? Tentu saja jahat. Tapi, bukankah kita semua pernah mencari pelarian dari rasa sakit?
Dari sisi lain, banyak cewek yang pastinya tidak mau dijadikan pelarian. Tentu saja, siapa orang gila yang mau dijadikan tempat pelarian orang yang sejatinya tidak suka dengan kita? Tapi, apakah tidak ada tempat pelarian yang justru menjadi pelabuhan akhir?Ada banyak.

Kesanya Jahat sih, tapi bukankah kita semua pernah menyakiti dan disakiti orang lain?

Bukankah kita semua pernah menyakiti dan disakiti via images.askmen.com

Kesanya memang jahat saat kita menjadikan orang lain pelarian dari rasa sakit yang kita derita karena patah hati. Di dalam kejadian-kejadian seperti inilah cowok sering dicap sebagai bajingan. Aku pribadi tidak mempermasalahkan kalau aku dibilang bajingan, karena mungkin aku memang bajingan. Tapi mau bagaimana lagi, jika dia yang menjadi pelarian memiliki peluang untuk menyembuhkan kita, tentu saja kita harus ambil kesempatan itu. Bagaiman jika akhirnya diapun tidak bisa menyembuhkan sakit hati kita? Ya tinggalin aja, acari lainya yang bisa menyembuhkan sakit hati kita.

Jahat? Memang jahat, tapi, bukankah kita semua egois kalau itu menyangkut kebahagiaan kita masing-masing?

Dia yang jadi pelarian bisa menunjukan hal-hal yang dulu sempat kita lupakan saat kita terlalu tergila-gila dengan orang yang menyakiti hati kita

Advertisement

Dia bisa menunjukan sesuatu yang tidak ditunjukan mantan via media.glamour.com

Dia yang jadi tempat pelarian biasanya mampu menunjukan hal-hal yang dulunya tidak bisa kita lihat karena kita terlalu sibuk memperhatikan orang yang menyakiti hati kita. Hal remeh-temeh yang bisa membuat hati kita tersenyum ternyata masih ada dan dia yang menjadi pelarian kitalah yang mengingatkan kita kembali bahwa ternyata hati kita tidak perlu sesakit itu. Bagaimana mungkin kita melepaskan kesempatan seberharga itu untuk belajar?. Kalaupun hubungan ini gagal, paling tidak dia mengajari bahwa bukan mantan kita saja yang bisa jahat, tapi kita sendiri juga kadang bisa jahat kepada orang lain.

Dia tidak hanya bisa mengajari kita tentang jatuh cinta, tapi juga tentang bagaiamana menghormati orang yang begitu mencintai kita

Dia mengajari kita cara untuk menghormati orang yang mencintai kita via res.cloudinary.com

Salah satu pelajaran berharga yang diberikan oleh orang yang kita jadikan pelarian adalah penghormatan. Kita sakit hati karena mantan yang tidak menghormati pengorbanan yang sudah kita lakukan, namun dia yang menjadi tempat pelarian mengajari tentang jatuh cinta yang tulus dan penghormatan.
Dia tahu kita sedang sakit hati dan dia hanya jadi tempat pelarian, tapi toh dia mau menerima kita. Dia menunjukan rasa cinta yang begitu iklas, dia tidak takut sakit hati. Disini kita harus memutuskan apakah kita akan jadi seperti mantan yang tidak menghormati rasa cinta kita yang begitu besar, atau menjadi sosok yang jauh berbeda dari orang yang meninggalkan kita, menjadi orang yang menhormati dan berterimakasih atas rasa cinta yang diberikan orang lain kepada kita.
Memang benar bahwa tidak semua laki-laki menganggap cara terbaik mengobati patah hati karena diputus pacar adalah dengan mencari wanita lain. Tapi, bagi para laki-laki yang menganggap cara itu adalah cara terbaik, hal itu sah-sah aja untuk dilakukan. Karena, tidak jarang wanita yang jadi pelarian tersebut justru menjadi pelabuhan terakhir hati kita. Perlakukan mereka sebaik baiknya, hormati mereka setinggi-tingginya, karena mereka adalah orang-orang yang begitu berjasa menyembuhkan hati kita.