Ketika kamu bertemu dengan seseorang yang baru saja putus cinta, rasanya sulit untuk bisa percaya dengannya saat dia mengajakmu untuk menjalin hubungan. Mungkin bisa saja dia meyakinkanmu sebegitu hebatnya agar kamu bersedia membalas kata cintanya. Meski tak bisa dimungkiri, kamu pun jatuh hati padanya. Tapi selalu ada satu pertanyaan krusial yang harus kamu temukan jawabannya; apa benar dia tidak menjadikanmu pelarian hatinya?

Sebelum kamu bimbang lebih jauh lagi, mungkin lebih baik kamu mencari tahu bagaimana perasaan dia sebenarnya ke kamu. Apakah benar-benar cinta atau hanya sekadar menjadikanmu pelarian saja. Cara ini yang mungkin bisa kamu lakukan untuk mencari tahu.

1. Baru saja putus dari pacarnya, tidak bisa langsung menjadi patokan bahwa kamu hanyalah pelarian baginya. Sakit yang dia tutupi darimu, itulah tandanya

Ada luka yang dia simpan via unsplash.com

Belum lama putus dari pacarnya yang dulu, belum bisa menjadi tanda dia hanya menjadikanmu pelarian. Tapi kalau dia masih seperti menahan rasa sakit yang sekeras mungkin dia sembunyikan darimu, bisa jadi kamu hanya dianggapnya sebagai persinggahan sementara. Sebab tidak mungkin walaupun dia bilang cinta, tapi masih ada keresahan dalam hatinya yang dia simpan dan sembunyikan dari kamu.

Salah satu bentuk nyatanya adalah dia tak mau terlalu terbuka denganmu, meski kini kamu pasangannya yang baru. Dunianya seakan kabur di matamu. Kamu tak pernah tahu beban apa yang dia simpan rapat-rapat.

2. Perhatikanlah dari cara dia memandangmu. Dari sorot matanya yang tak fokus, seakan masih ada kenangan yang tergantung

Advertisement

Sorot matanya tak pernah hangat via www.indiaearl.com

Tidak hanya dengan mencurahkan isi hatinya padamu, kamu bisa melihat keseriusan dia dari cara dia memandangmu. Kamu tak pernah menemukan pendar hangat dalam matanya. Sorot matanya juga tak pernah fokus setiap kali kalian saling berbicara. Seakan kamu menemukan kenangan yang belum selesai dalam angannya. Entah pikirannya melayang kemana, kamu tak pernah tahu.

3. Kalau dia begitu bersemangat dan menggebu-gebu di awal PDKT, besar kemungkinan dia hanya menjadikanmu pelarian

Menggebu hanya di awal via unsplash.com

Meski hal ini sedikit susah dikenali, tapi menggebu-gebu di awal pendekatan juga bisa dikategorikan sebagai tanda-tanda dia semata menjadikanmu pelarian hatinya. Terlebih lagi, dia tak pernah memberi perhatian lagi padamu sebesar di awal jadian dulu setelah beberapa bulan berlalu.

Kamu mungkin hanya dijadikan pelipur luka sementara. Mungkin dia berpikir kehadiranmu bisa menggantikan sosok sebelumnya. Namun sayangnya setelah dijalani, hatinya belum cukup mampu untuk berpaling. Kamu tak lebih dari korban keegoisan dia semata.

4. Dia tak pernah ingin tahu apa yang kamu kerjakan atau apapun tentangmu. Kalaupun peduli, tak akan sebesar yang kamu harapkan

Perhatiannya hanya sekadarnya via www.nessakphotography.com

Perhatian dan kepedulian yang kamu harapkan hanya sebatas basa-basi baginya. Dia tak pernah ingin tahu lebih lanjut apa yang menarik dari sosokmu. Padahal kamu selalu bersemangat untuk mengenalnya lebih jauh. Kepedulian yang dia berikan kepadamu, terasa seperti basa-basi saja. Meski berusaha menampik, tapi seringnya hati kecilmu tak bisa berbohong. Kamu tahu ada yang salah dengan hubungan yang kalian jalin.

5. Dia tak pernah mau membicarakan tentang masa depan. Jangankan pernikahan, membahas soal visi hubungan pun dia enggan

Masa depan bersamamu tak ada dalam visinya via www.nessakphotography.com

Bagi cowok, membicarakan tentang pernikahan mungkin memang menyebalkan. Apalagi dalam hubungan yang masih hitungan minggu. Tapi sesekali tak ada salahnya loh untuk membicarakan masa depan bersama pasangan. Sementara kalau cewek, dia tak pernah mau bahas soal pernikahan, bisa dipastikan bahwa dia hanya main-main denganmu. Sebab tak ada cewek yang tak mengharapkan pernikahan dengan pasangannya, kecuali memang kamu hanya dijadikan persinggahan sementara untuk hatinya.

Bicarakan hubunganmu dengannya, dan pertanyakanlah apa yang dia harapkan dari hubungan kalian. Meski sakit mengetahui kenyataannya, tapi bukankah lebih baik sakit hati secepatnya daripada harus menunggu hingga sekian lama?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya