“Dia udah ngelamar belum?”

“Hehe. Belum nih. Yah….ya udah lah ya jalanin aja.”

Obrolan soal keseriusan sekarang sudah makin sering datang. Pertanyaan, ‘Udah dilamar atau belum?’ juga ‘Kapan nyusul?’ bikin kita sakit kepala. Sepertinya kalau belum dilamar berarti hubungan ini tidak berjalan ke mana-mana. Hanya membuang waktu saja.

Padahal keseriusan tidak selalu berbanding lurus dengan pertanyaan soal pernikahan. Terkadang ada hal-hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Plus bisa memberimu rasa tenang walau dia belum mengeluarkan pertanyaan, “Kamu mau nggak mau jadi istriku?”

Cowok yang serius ke kamu melibatkanmu dalam hidupnya. Dia mau kamu jadi partner-nya

Buatnya kamu tidak hanya ditempatkan sebagai teman jalan dan teman makan saja. Posisimu di hidupnya jauh lebih penting dari sekadar mengisi waktu di antara jeda kuliah atau kerja.

Kamu bukan cuma pacar yang cuma bisa diajak bersenang-senang. Dia melibatkanmu dalam berbagai hal yang terjadi di hidupnya. Mulai soal rencana kuliah S2 yang sudah dia simpan sekian lama, tentang bagaimana dia akan mengatur pemasukan dan pengeluaran untuk masa depan kalian berdua, sampai seremeh bercerita kalau Ibunya mengajukan pertanyaan lucu tentang hubungan kalian berdua.

Advertisement

Dia tidak hanya memperlakukanmu sebagai pacarnya. Dia mau kamu jadi rekan berjuangnya. Partner-nya.

Saat ditanya hubungan ini mau di bawa ke mana dia mampu menjelaskan dengan rasional. Kalau toh belum serius sekarang dia tidak menghindar

Sesekali waktu kalian ngobrol santai berdua kamu bertanya bagaimana visinya. Sebenarnya hubungan ini mau dibawa ke mana. Dengan lugas pria yang serius akan bisa menjelaskan. Bahwa sekarang semua yang dia lakukan adalah proses persiapan.

Dengan rasional dia mengajakmu berpikir. Kalian sudah bersama sekian lama, tapi memang sampai saat ini belum pas kalau kalian memutuskan membangun hidup berdua. Gajinya belum cukup untuk mulai membayar cicilan pertama rumah dan berbagai pritilannya. Kewajibanmu di kantor masih sangat banyak sampai-sampai untuk mengambil waktu cuti saja kamu tak bisa.

Tapi kamu percaya kalau dia memang sedang mempersiapkan segalanya. Tidak ada nada ingin menyenangkan dan mau menghindar di sana.

Komitmen kalian tetap jelas walau kamu belum dilamar juga. Dia tidak mau menurunkan standar untuk kalian berdua

Hanya karena belum melamarmu dia tidak lantas mengacuhkan dan membuatmu kurang merasa diperhatikan. Komitmennya padamu sedikit pun tidak berkurang. Kalian tetap mengantu prinsip yang sama. Komitmen yang dulu disepakati di awal hubungan masih tetap terjaga.

Cuma belum sekarang saja. Masih banyak yang perlu dipersiapkan sebagai orang dewasa. Suatu hari, saat tiba waktunya dia akan mendatangimu dan menawarkan kamu untuk menjadi semestanya.