Selamat, akhirnya kamu berhasil mengakhiri masa jomblo kamu dengan selamat sentosa. Sekarang kamu sudah memiliki pria pujaan yang dapat menjadi tempat mencurahkan kasih sayang dan menemanmu. Hari-hari tidak lagi kamu lalui dengan kesendirian dan kebahagianmu pun semakin berlipat. Perhatian demi perhatian saling kalian berikan untuk sang pasangan. Dari ucapan selamat pagi hangat hingga kecupan manis virtual yang menjadi rutinitas sebelum beristirahat malam. Siapa sih yang tidak senang?

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kamu menyadari bahwa perhatian lelakimu ternyata tidak seratus persen. Kadang dia lebih memprioritaskan untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya ketimbang menemui kamu. Seringkali dia bilang “cuman futsal seperti biasa kok”, tetapi naluri kewanitaanmu mengantarkan jemarimu untuk menelusuri sosial media teman-teman pacarmu.

Benarkah si Dia sungguhan futsal? Kenapa Dia tidak memberitahuku dengan siapa, di mana dan acaranya ngapain saja?

Demikianlah pertanyaan tersebut mengahantui malam Minggu kamu yang rusak akibat si Dia lebih memilih futsal daripada kencan denganmu. Tanpa sengaja, kemudian kamu menemukan Instagram seorang wanita -sepertinya teman pacar kamu, tetapi kenapa belum dikenalkan?- mengunggah foto ramai-ramai di sebuah tempat yang bukan lapangan futsal di mana terdapat pacar kamu di sana. Lelakimu terlihat sangat bahagia berada di kumpulan sahabat-sahabatnya.

Anehnya ada rasa panas yang menjalar di dadamu. Rasa yang persis timbul ketika kamu merasa terancam. Terancam jika sang pria pujaan hati kelak menemukan kebahagiaan di rengkuhan wanita lain. Ya, rengkuhan wanita yang ada di foto itu. Wanita yang sepertinya enerjik dan atraktif itu. Ah, kenapa mereka terlihat berfoto sangat dekat. Kamu cemburu, curiga, bahkan sudah menyiapkan seribu pertanyaan untuk pacarmu kelak.

1. Sebelum bersamamu, priamu adalah sosok yang memiliki kehidupan dan pergaulan bersama sahabat-sahabatnya. Tak seharusnya kamu membatasi pergaulannya.

Advertisement

Priamu layak mendapat q-time bersama sahabat-sahabatnya. Sumber: Shutterstock via www.shutterstock.com

Sahabat adalah hal yang tidak akan lekang oleh waktu. Priamu (dan kamu juga) adalah makhluk sosial yang tentu memiliki banyak sahabat di sekelilingmu. Dengan adanya hubungan kalian, bukan berarti kamu berhak memutus tali silaturahmi pacar kamu dengan sahabat-sahabatnya. Biar gimanapun, dia berhak untuk terus menjalin pertemanan dengan mereka. Jadi, tidak usah was-was ya.

2. Sahabat-sahabatnya lebih dulu mengenal priamu dari kamu. Kenapa tidak kamu jadikan temanmu juga? Toh kamu bisa dapat info tentang pacarmu.

Berteman dengan sahabat sang pacar? Kenapa tidak? Sumber: Shutterstock via www.shutterstock.com

Masih merasa was-was juga? Cobalah untuk meminta pacarmu untuk mengenalkan sahabat-sahabatnya ke kamu, tetapi jangan terlalu memaksa ya. Jangan lupa bahwa hak setiap orang untuk tidak membuka circle pertemanan mereka dengan siapapun juga, termasuk pacar. Coba bayangkan kalau ternyata pacarmu adalah inteligen negara yang harus merahasiakan pekerjaan termasuk teman-temannya? Kalau kamu mendesak kepo dan selalu ingin tahu, bisa-bisa membahayakan jiwa kamu lho.

3. Sudah jelas bahwa priamu sudah memilih dan melabeli kamu dengan status ‘pacar’, apakah itu tidak cukup untuk membuatmu merasa lebih unggul dari sahabat wanitanya?

Kamu adalah pacarnya, kamu lebih unggul dari wanita manapun. Sumber: Shutterstock via www.shutterstock.com

Kurang apa lagi sih? Kamu kan sudah didaulat sebagai pasangan atau pacarnya. Meskipun baru sebagai pacar dan belum jadi pasangan sah, itu sudah menunjukkan bahwa dirimu adalah wanita nomor satu di atas wanita-wanita lain, termasuk sahabatnya. Dengan ini, apakah kamu masih berpikir bahwa sahabat si Dia bisa mudah merebut pacarmu dari kamu? Orang yang telah dewasa harusnya paham batasan masing-masing. Toh, status mereka tetap berteman kan?

4. Dasar hubungan adalah rasa saling percaya dan saling menjaga. Insecure dan cemburu hanya akan meluluhlantakkan perasaan.

Lagi ngapain Sayang? Di mana? Sama siapa? Pulang jam berapa? Sumber: Shutterstock via www.shutterstock.com

Dalam batasan wajar, cemburu adalah hal normal. Namun jika cemburumu itu sudah mengarah ke rasa tidak tenang dan sampai bikin kamu nggak bersemangat ngapa-ngapain, coba pikirkan lagi seberapa penting kamu merasa cemburu. Jangan-jangan itu cuman cemburu akibat terlalu negatif thinking dengan pacar. Pasanganmu yang dewasa itu cuman bergaul sama sahabat-sahabatnya saja kok, apa yang perlu dicemburukan?

5. Toh sebagai pacar, kamu bisa bebas merengkuhnya. Apa lagi yang kamu risaukan?

Biarlah wanita lain menatap pacarmu, tapi tak bisa memiliki seperti kamu. Sumber: Shutterstock via www.shutterstock.com

Nah, ini untungnya jadi pacar si Dia, girls. Di saat banyak wanita lain hanya bisa berharap dan menatap pacarmu dari jauh, kamu sudah berada di sisinya sekarang. Wanita lain? Hmm, lewat! Sekarang kamu adalah ratu di hatinya. Nggak masuk akal kalau kamu sampai cemburu terhadap orang yang, bahkan mendekati pacarmu sampai tahap hati pun tak berani, karena ada kamu di sampingnya.

6. Masih kontak dengan sahabat tanda pacarmu menghargai mereka, meski sudah ada kamu di sisi. Kenapa tak lakukan hal yang sama? Kamu juga punya sahabat yang selalu mendampingi.

Meskipun berpasangan, jangan lupakan sahabatmu, ya via www.bellamag.com.au

Adanya pacar biasanya lantas mengurangi waktu kebersamaan sahabatmu. Tapi bukan berarti kita serta merta meninggalkan mereka demi alasan kemesraan pacar. Nah, ketika priamu sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, itulah waktunya kamu untuk kembali menjalin kebersamaan dengan sahabat-sahabatmu. Meskipun kini telah berpasangan, sahabatmu jangan dilupain ya.

7. Pria yang sekarang berstatus ‘pacar’ kamu sebetulnya belum sah jadi milikmu sebelum akad/janji nikah terucapkan. Sayangilah dia sekedarnya saja.

Sebelum ijab, dia belum jadi milikmu via indrienola.wordpress.com

Ini nih, hal yang sering kelupaan bagi cewek. Tahukah kamu, sebelum ijab kamu dan pacar belum punya landasan hukum untuk melakukan hak dan kewajiban sebagai pasangan yang sah. Priamu bukan milikmu, kamu juga belum jadi miliknya. Sayangmu padanya belumlah sempurna tanpa adanya ikatan suci ini. Maka dari itu, singkirkan jauh-jauh kata cemburu dan insecure dari dirimu, niscaya hubungan kalian semakin adem dan tentram.

8. Tujuan dari relationship untuk melipatgandakan kebahagiaan. Kalau kamu malah sibuk insecure dengan sahabat wanita pacar kamu, apa iya itu masih disebut kebahagiaan?

gapapa. mereka cuma sahabat aja kok via quotesgram.com

Relationship yang ideal adalah sinergi menggabungkan dua kekuatan, termasuk kebahagiaan. Yang tadinya galau, jadi bahagia setelah ada pacar. Yang tadinya bahagia, menjadi tambah bahagia. Kalau dengan hubungan yang kamu jalani malah membikin kamu jadi suka khawatir, posesif, insecure, dan suka membanding-bandingkan, apakah masih bisa disebut bahagia? Coba teliti kembali, jangan-jangan penyebabnya bukan dia yang tak setia, tapi kamunya yang kurang bisa mengontrol perasaan cemburu itu sendiri.

9. Cemburu tanda cinta? Pikirkan lagi.

Aku cemburu karena aku cinta, ucapnya sambil merebut ponsel dan menghapus semua kontak cewek di sana.

Cemburu bisa merupakan tanda cinta kalau dirasakan secara wajar. Namun jika dengan cemburu kamu sampai ngoprek-oprek ponsel pacardan kepo chatting-nya, itu namanya melanggar privasi orang. Kalau cemburumu sudah mencapai tahap melarang-larang pacar untuk hal-hal simpel, -misalnya ngumpul bareng sahabatnya-, dan itu bikin pacarmu nggak nyaman, coba definisikan kembali apa arti cinta bagi kalian. Apakah cinta = mengekang?

10. Bersama sahabatnya, bisa jadi priamu tengah melakukan hal produktif untuk menunjang masa depan kalian. Jangan keburu berpikiran buruk.

siapa tau dia sedang merancang masa depan via theodysseyonline.com

Girls, bisa jadi pacarmu di luar sana sedang melakukan hal-hal produktif lho. Positif thingking lah, maka kamu bakalan lebih tenang. Toh, kesuksesan pacarmu merupakan kebahagiaanmu juga kan? Berikan sedikit waktu bagi pacarmu untuk mengembangkan dirinya di luar sana. Kelak jika waktunya tiba, kebersamaan kalian akan jadi jauh lebih manis.

11. Kamu dan priamu adalah sosok dewasa yang sedang membangun masa depan bersama. Rasa percaya harusnya bisa jadi penguat pondasi hubungan.

percaya padanya via laurenlovephotography.com

Kalian sebagai pasangan pastinya sama-sama mempersiapkan masa depan yang lebih baik bukan? Bagaimana bisa fokus mempersiapkan masa depan kalau hal remeh temeh seperti mengkhawatirkan hubungan si Dia dengan sahabat-sahabatnya justru lebih kamu pikirkan. Pilar utama dalam relationship adalah kepercayaan, percayai pacarmu dan berbahagialah, girls. XD

Insecure, cemburu, takut kehilangan, dan perasaan negatif-negatif yang kerap menghampiri hatimu dalam batas tertentu memang wajar. Namun jika kamu biarkan perasaan negatif itu bercokol dan tumbuh terus menerus, tidak baik juga lho girls. Yuk mulai percaya sama pasangan. 🙂