Witting tresno jalaran soko kulino

Cinta datang karena terbiasa

Setiap orang punya pandangan berbeda tentang bagaimana harusnya cinta itu tumbuh. Ada yang bilang pandang pertama saja bisa membuat orang jatuh cinta bahkan tergila-gila. Tapi, ada juga yang berpandangan sama dengan pepatah Jawa di atas, jika cinta ada dari proses yang panjang dan dimulai dari rasa saling terbiasa.

Pepatah itu rasanya lebih realistis, karena memang hidup adalah proses perjalanan yang panjang. Semakin diresapi, kamu pun bisa mendapatkan beberapa bekal agar kelak tak terjebak dengan “cinta” sesaat.

1. Suka memang bisa saja dimulai dari mata, tapi cinta belum tentu hadir tanpa ada kata dan cerita

cinta tak bisa tumbuh hanya dari pandangan via www.thetwoangles.com

Dari mata lalu jatuh ke hati.

Advertisement

Suka memang bisa menjadi awal dari cinta. Tapi suka dan cinta tetap berbeda. Cinta tak bisa datang sekonyong-konyong hanya dari pandangan mata, seperti halnya suka. Dalam sehari, suka bisa saja datang dan pergi silih berganti, seiring dengan kamu bertemu dan mengenal banyak orang di luar sana.

Sedangkan cinta itu lebih rumit, untuk menghadirkannya perlu proses layaknya kamu menulis sebuah kisah. Tak bisa tuntas hanya dalam hitungan menit atau jam. Menjalin kata menjadi kalimat lalu paragraf hingga kemudian menjadi kisah yang utuh, bisa menghabiskan waktumu berminggu, berbulan bahkan bertahun-tahun. Sama halnya dengan perkenalan, kemudian proses pendekatan, hingga akhirnya sampai pada keputusan untuk saling mencintai.

2. Cinta juga tak bisa lepas dari kenyamanan. Sedang kenyamanan tak bisa tumbuh tanpa adanya kebersamaan

kenyaman dari kebersamaan kalian via id.pinterest.com

Bersama dengannya kamu merasa aman dan tenang. Berbincang dengannya membuat kamu tahu dan mengerti banyak hal. Sebab, kalian bisa bertukar pikiran dengan bebasnya. Kalian saling menggenapkan pandangan masing-masing, dan membuatnya berada ditujuan yang sama. Saat tak bertemu atau saling berkabar sehari saja, seperti ada yang tak tergenapi. Kehadirannya tak lain candu yang membuat kamu ingin selalu bersama dalam kenyaman.

Dalam hal ini, kenyamanan bisa lebih bahaya dari jatuh cinta.

Kamu sendiri tak pernah bisa memilih kepada siapa merasa nyaman, sebelum benar-benar mengenalnya dan akhirnya terbiasa dengan kehadirannya.

3. Jatuh cinta pada pandangan pertama hanya membuat kalian terobsesi untuk saling memiliki. Tapi kebersamaan yang nyaman membuat kalian ingin saling melindungi

kebersamaan membuat kamu dan dia ingin memiliki cinta via favim.com

Jatuh cinta mengalihkan dunia dalam arti pikiran serta hasratmu. Kesempurnaan sosoknya selalu menuntunmu berpikir, bahwa memilikinya adalah kebahagian. Itulah mengapa, saat cinta datang di awal obsesi kalian untuk saling memiliki sangatlah tinggi.

Padahal kebersamaan yang menimbukan kenyamanan justru lebih penting. Karena kebersamaan inilah yang membuat kalian ingin terus untuk saling melindungi. Kebersamaan kamu dan dia menjadi penting, sebab keberadaanya tak hanya menggenapi hidupmu tapi juga hari-harimu. Meski tetap saja, tolak ukur kebahagianmu tak hanya dari ada atau tidaknya dia.

4. Hubungan yang baik pun tumbuh karena saling menerima dan mengerti. Hal itu pun tak bisa kamu lakukan dalam waktu sehari atau dua hari.

saling mengerti dan menerima via www.flickr.com

Mencintai tak bisa seperti membeli kucing dalam karung. Sebelum mencintai seseorang kamu perlu mengenalnya. Kamu perlu tahu siapa dia, seperti apa sifat, sikap serta pemikirannya. Proses itu bukan semata-mata untuk mengukur kelebihan atau kekurangan yang dia punya, tapi untuk menumbuhkan rasa saling mengerti dan menerima.

Proses pengenalan pun tak bisa kamu lakukan dalam waktu sehari atau dua hari. Pelan-pelan saja, sebab bercerita perlu momen yang tepat. Sebab membagi kisah bukan seperti sedang mewawancara. Membagi kisa sama dengan menjalin emosi antara kamu dan dia.

5. Jangan salahkan bosan jika akhirnya rasa tak lagi ada, sebab pandangan saja tak cukup menjalin emosi yang kuat antara kamu dan dia

Jangan salahkan bosan via djmaza24in.blogspot.co.id

Kamu bertemu dengan seseorang yang penampilannya membuatmu seketika mabuk kempayang. Saat seperti ini dalam pikiranmu hanya ada satu keinginan yaitu memilikinya. Sedangkan keinginan untuk mengenalnya jadi persoalan belakang.

Sayangnya saat kamu sudah benar-benar memiliki, keinginan untuk mengenalnya lebih lanjut justru terlupakan. Kamu hanya fokus menjalani hari-hari bersama dia untuk kesenangan belaka. Pertemuan hanya diisi dengan candaan atau obrolan ringan yang bisa dilakukan siapa saja.

Lalu setelah hasrat memiliki itu tuntas, segala rasa tadi benar-benar hilang tak membekas. Bukan, ini bukan salah dia atau kebosanana yang kamu jadikan alasan. Sebab ini sebenarnya buah dari jalinan emosi yang kurang kuat antara kamu dan dia.

6. Tanpa komunikasi, cinta ibarat tumbuhan yang tak lagi terawat. Perlahan dia akan layu sampai akhirnya mati

tanpa ada komunikasi yang baik via www.huffingtonpost.com

Cinta yang tumbuh tak bisa kamu biarkan begitu saja. Cinta perlu dirawat layaknya tumbuhan yang diberi pupuk juga disiram setiap harinya, jangan sampai layu dan mati. Begitu juga dengan hubungan kalian yang memerlukan komunikasi yang baik dan rutin, demi menghidari kesalahpahaman antara kamu dan dia. Kalaupun ada kesalahpahaman kamu ataupun dia mengerti bagaimana menghilangkan benalu itu dari hubunganmu.

7. Jatuh cinta pandangan pertama akhirnya membuat kamu menyesal. Sebab setelah mengenalnya lebih dalam ternyata bukan dia yang kamu inginkan

ternyata bukan dia yang kamu inginkan via www.flickr.com

Jatuh cinta pada pandangan pertama sudah pasti tak bisa lepas dari urusan penampilan. Secara fisik sosoknya terlihat sangat sempurna untukmu. Tapi, sayangnya kamu tak benar-benar tahu pedalaman diri dia seperti apa.

Sampai sekian lama hubungan asmara kalian terjalin, kamu baru menemukan kenyataan-kenyataan  dirinya yang berbeda jauh dari espektasi, membuatmu seketika kecewa. Perasaan jika sosoknya bukan yang benar-benar kamu inginkan pun hadir.

Perlu kamu tahu, cinta tak pernah salah. Hanya saja prosesnya muncul yang seringkali membuatnya menjadi salah.