Manusia nggak cuma diberi daya pikir yang lebih luas, tapi juga perasaan yang beragam. Perasaan suka saja bisa bermacam-macam, ada yang sebatas tertarik, ada yang sampai ke cinta, tapi ada juga yang hanya persoalan kagum belaka. Perasaan-perasaan suka itu sebenarnya tak sulit untuk dibedakan. Hanya saja orang sering salah mengartikan dengan apa yang dirasa atau dilihat olehnya.

Misalnya yang sering terjadi itu kekaguman yang dianggap sebagai cinta. Tak ada yang salah memang dari kedua perasaan itu, toh sama-sama wujud positif dari perasaan. Tapi sayangnya, kekeliruan antara cinta dan kagum kali ini bisa berakibat menyakiti perasaan orang lain ataupun kamu sendiri. Nah sebelum kamu benar-benar sulit makan, sulit tidur dan sulit lepas dari perasaan keliru itu, yuk kenali perbedaannya!

1. Kagum yang dilihat cuma yang baik-baiknya, tapi kalau cinta yang jeleknya pun pasti dipertimbangkan juga

melihat dia dari yang kelebihan hingga kekurangan itu cinta via dylandsara.com

Memiliki kekurangan sekaligus kelebihan itu sudah menjadi kodratnya manusia. Hanya saja ada orang yang pandai menutupi kekurangan  dengan kelebihan yang dipunya, dan membuatnya terlihat hampir saja sempurna di mata orang. Berangkat dari pandangan itu, rasa kagum biasanya muncul. Sebab kekaguman yang dilihat memang cuma yang baik-baiknya saja, seperti kerupawanannya, ketekunannya, kecerdasannya, atau kesuksesannya.

Berbeda dengan cinta yang kalau kata pujangga, sering membutakan. Bagaimana tak membutakan, kalau hal-hal jeleknya atau kekurangannya saja tak hanya dilihat tapi juga diterimanya. Cinta selalu tahu manusia itu tak ada yang sempurna. Tapi cinta tak pernah berputus asa dan selalu percaya, jika kebersamaanlah yang sebenarnya akan menyempurnakan keduanya.

2. Seringnya kagum bikin kamu terobsesi untuk memiliki, tapi cinta justru lebih besar perasaan ingin memberi

Advertisement

cinta membuatmu ingin terus memberi via www.logancoleblog.com

Pernah dengar istilah pengagum rahasia dong?! Kemunculannya yang sering terlihat agak misterius, malah kadang menakutkan. Sebab pengagum rahasia ini bisa seperti penguntit yang diam-diam mengawasi untuk tahu detil tentangmu. Tanpa kamu tahu, dalam dirinya tak hanya ada keinginan untuk berkenalan, tapi juga memilikimu. Kesempurnaanmu di matanya benar-benar membuat dia terobsesi, dan selalu mencari segala cara untuk mendekati dan mendapatkanmu.

Tak seperti cinta yang tahu batasan untuk memperjuangkan perasaannya. Memiliki atau tidak baginya bukan masalah besar, asalkan melihat dia bahagia dari jauh pun rasanya sudah cukup. Kalau memang masih bisa memungkinkan untuk memberi perhatian, kamu tak akan seperti pemuja rahasianya yang terlalu berlebihan. Buatmu cinta itu perasaan yang lebih lembut dari kekaguman semata.

3. Diam-diam rasa kagum membuatmu ingin menjadi dia, tapi kalau cinta membuatmu ingin jadi pribadi yang berbeda

Cinta membuatmu berbeda via dylandsara.com

Ikut gabung di satu komunitas dengannya, padahal sebelumnya kamu tak pernah tahu itu apa ataupun nyaman dengan kegiatan di sana. Diam-diam, kamu pun mulai mengikuti kebiasaan-kebiasaan kecil, seperti mendengarkan lagu satu genre dengannya, membaca buku-buku yang dia baca, sampai makan makanan yang dia sukai. Semua hal yang kamu lakukan ini tujuannya cuma satu, agar dia tertarik denganmu. Lagi-lagi obsesi memintamu untuk melakukan segala cara, termasuk membuatmu seperti dia.

Lain cerita dengan cinta yang justru tak ingin terlihat sama. Sebab buatmu, dia memang harus mengenal dirimu yang sebenar-benarnya. Kalaupun ada persamaan di antara kalian, itu suatu kebetulan yang sama sekali tak dibuat-buat. Toh perbedaan pun membuat kamu yakin dengan makna cinta yang bisa saling melengkapi.

4. Kagum cuma mengajarimu suka dengan seseorang, tapi cinta mengajarimu untuk suka sekaligus menerima dirinya

Kagum dengan kelebihannya hanya membuatmu tahu cara menyukai seseorang. Sebab, saat kamu tahu kekurangannya kagum belum tentu mampu menerima kekurangan itu. Atau bisa jadi kagummu membuat kamu tak ingin tahu kekurangannya. Berbeda dengan cinta yang kelebihan dan kekurangan dilihat dengan pandangan yang sama. Sampai akhirnya kamu tak sekedar suka, tapi juga menerima segala sesuatu tentangnya.

5. Kagum biasanya ada hanya sementara, tapi kalau cinta bisa selama-lamanya

Cinta bisa ada selamanya via dylandsara.com

Seperti halnya perasaan suka, yang biasanya hanya bertahan sementara. Kagummu dengan dia pun demikian. Nanti, saat kamu bertemu dengan seseorang yang baru dan terlihat lebih hebat dari dia, bisa saja perasaanmu berpaling dengan cepatnya. Apalagi kalau kamu sudah tahu kekurangan dari orang yang pertama kamu kagumi ini. Semua pasti segera berubah layak membalik telapak tangan.

Sedangkan cinta seperti kata pujangga yang bisa ada sampai kamu menghembuskan napas terakhir. Mau berkali-kali datang orang yang baru yang lebih baik, posisi dia di perasaanmu tetap tak bisa tergantikan. Sebab cinta itu seperti luka, yang bisa sembuh tapi sayang bekasnya tak pernah hilang.

6. Tapi kekaguman sebenarnya bisa jadi benih cinta, kalau saja dirawat dan terus dijaga

kagum bisa jadi benih cinta juga via dylandsara.com

Di dunia ini memang selalu ada kemunginan, seperi halnya perasaan. Bisa jadi kagummu yang sekarang itu perlahan-lahan berproses seperti halnya ulat yang akhirnya menjadi bentuk yang cukup sempurna dan indah. Tapi proses itu benar-benar bisa terjadi jika kamu terus merawat dan menjaganya. Sebab tak ada yang tak mungkin dari kagum yang menjadi suka itu perlahan-lahan menjadi cinta karena memang kamu membiasakan segala hal tentangnya.

Kalaupun saat ini rasamu masih hanya sebatas kagum, semoga bisa segera naik level menjadi cinta. Tapi kalaupun tidak, mungkin memang bukan dia orangnya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me