Menjalin hubungan adalah perkara saling mengisi hal-hal baik satu sama lain, dengan kata lain kamu dan dia harus bisa ‘saling menghidupi’. Karena nggak ada hubungan yang saling mematikan, baik hati maupun fisik maka kesehatan akal pikir dan badani jadi yang utama. Kasus realnya adalah susahnya menjaga pasangan dari gaya hidup yang nggak sehat, seperti kebiasaan merokok yang parah.

Jangan ngerokok lagi dong Yang, kesehatanmu lho….

Kalimat itu entah sudah berapa kali terucap darimu. Selain khawatir, kamu pun jelas tak suka dengan aroma tak sedap yang dihasilkan. Dan biasanya masalah ini juga bisa jadi batu yang meremukan hubungan kalian. Padahal ada banyak cara untuk membuat pasanganmu berhenti merokok. Kamu tak perlu sampai marah karena perkara kebiasaan yang seperti sudah mendarah daging ini. Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya berhenti merokok perlahan, atau paling tidak mengurangi jumlah yang dia hisap. Tapi yang pasti kamu sendiri harus tetap sabar ya….

Karena berhenti pun perlu proses dan juga keterbiasaan.

1. Karena berhenti merokok tak mudah, jangan paksa dia berhenti seketika

Kata yang lembut mampu menyentuh hatinya. via globaltake.com%20

Advertisement

Kata-kata ibarat air. Lalu hati adalah muara. Selayaknya sungai jika arus deras maka muara bisa saja berkecamuk jadi bencana. Seperti halnya memintanya berhenti merokok. Kamu tak bisa dengan marah-marah, apalagi itu dilakukan berkali-kali.

Sebab cowokmu sendiri jelas bukan anak kecil yang bisa saja merasa tersinggung saat dia diminta dengan kata-kata tak menyenangkan. Jadi, alih-alih kamu bilang, “Yang, kamu berhenti ngerokok dong!” ‘kan lebih baik dengan memberitahunya dengan kata-kata yang lebih halus, “aku berharap banget, kamu bisa belajar ngurangi kebiasaan ngerokokmu itu.”

2. Jangan hanya melarangnya merokok di depanmu, karena itu tak bisa membuatnya berhenti, tapi bisa saja semakin membuat kebiasaannya menjadi-jadi

Jangan sampai dia lebih rindu ke rokok dari pada ke kamu. via www.wallpaperup.com

Biasanya cewek cuma melarang cowoknya merokok di depannya. Memang dia patuh dan sama sekali nggak merokok di depanmu. Tapi apa kamu tahu dalam dirinya yang sedang berkecamuk, selain rasa-rasa terkekang, ada juga kerinduannya pada sebatang merokok yang semakin dilarang akan semakin memuncak. Alhasil saat sedang tak bersamamu, dia pun menuntaskan rasa rindunya dengan rokok habis-habisan. Mau, seperti itu?!

3. Boleh marah saat dia sakit karena terlalu banyak merokok, tetapi kamu harus tetap memberikannya perhatian

Marahin aja deh… via okusama-kijyo.com

Satu hal yang pasti, cowokmu nggak akan kapok merokok kalau dia hanya sebatas batuk atau sesak napas saja. Jadi sebenarnya kamu bisa memanfaatkan kesempatan saat dia sakit untuk meluapkan kemarahanmu. Sah-sah saja sesekali, toh sebagai pasangan kamu punya hal untuk mengingatkan. Tapi perlu digarisbawahi, kemarahanmu harus didampingi dengan sikap perhatian yang sama, sederhana dengan menjenguknya dan membawakan makan-makanan sehat seperti buah misalnya.

4. Di waktu-waktu yang intim, berikan dia pengertian kalau bahayanya merokok tak hanya berdampak ke dirinya, tapi juga orang di sekitar termasuk kamu pasangannya

Gunakan waktu bersama untuk memberi pengertian satu sama lain. via pixabay.com

Saat-saat berdua yang menyenangkan, sebut saja saat kalian berdua lunch bareng, duduk-duduk bareng sambil obrolin hal-hal yang entah adalah waktu yang tepat untuk berbicara hal yang serius. Saat itu tiba, berikan dia pengertian bahwa merokok adalah hal buruk yang bisa membunuhnya, parahnya lagi bisa membunuh orang-orang terkasih di sisinya. Jika perlu memelas bahwa kesehatan bahkan hidupmu bergantung dari kebiasaan merokoknya itu.

5. Nggak ada salahnya, coba membantu dia mengurangi konsumsi rokok dengan membuatkan jadwal kapan dia harus merokok

Berikan dia semangat untuk berhenti merokok. Dampingi dia… via pexels.com

Kasusnya, mereka para perokok juga kelimpungan ‘ingin berhenti merokok’. Namanya juga kecanduan, keinginan untuk merokok pasti muncul seiring dia berhenti merokok. Kamu sebagai pasangan perlu bikin jadwal yang berisi, waktu kapan dia boleh merokok beserta jumlah rokok yang boleh dia konsumsi. Jangan lupa untuk kurangi jumlah rokok yang boleh dia hisap seiring bertambahnya hari.

6. Kalau memang dia sayang denganmu, cukup dengan pasang muka polos-memelas cepat atau lambat dia akan sadar dan berhenti dari kebiasaan buruknya itu

Dia sayang sama kamu… via huffingtonpost.co.uk

Yang indah dari cinta adalah kata-kata yang tak terucapkan bisa keluar dari wajah, bahkan mekanisme kinetik gerak tubuh atau biasa kita pahami sebagai ‘mimik muka dan bahasa tubuh’. Pasanganmu itu sayang ke kamu, jauh dari lubuh hatinya, di sana tak ada rokok, tak ada asap yang mengganggu, yang ada hanya candu untuk mencintaimu. Cukup dengan mimik dan sikap, seorang perokok akan berhenti merokok, melihat ketabahan dan kesabaran hatimu menghadapi pecandu rokok yang dia sayang.

Sepertinya benar kata pepatah tentang bumbu-bumbu cinta, kadang terlalu asin, pedas bahkan pahit. Masalah merokok ini adalah bumbu dalam menjalin hubungan, jangan jadikan hal ini satu hal besar yang bisa mengakhiri jalinan kasih kalian. Bukankah dalam cinta, kalian menyatu selayaknya air dan basahnya? Masalah merokok ini adalah masalah bersama, tak ada air yang keruh tanpa basah. Kalian hadapi berdua, semoga nggak ada kekacauan lebih dalam hubungan kalian hanya karena sebatang rokok ya….

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya