Boleh-boleh saja jika ada orang yang ingin sekali mengumbar hubungan percintaanya di media sosial, namun aku bukan orang seperti itu.

Memang benar ini masalah pandangan masing-masing dan sah-sah saja bila orang memiliki pandangan yang tidak sama denganku. Namun, aku ingin kamu tahu maksudku tidak melakukan itu.

Kita berdua tidak tahu di depan akan bagaimana. Aku cuma tidak mau kita terluka


Aku tidak mau hubungan yang kita miliki ini menjadi bebanmu dan tentu saja bebanku. Aku ingin kita menjalaninya dengan enteng, bukan menganggap enteng. Aku membayangkan apa jadinya nanti kalau seumpama kita ternyata tidak berjodoh. Banyak orang yang sudah tahu hubungan kita, seluk-beluknya juga. Tidak semua orang tulus dan baik kepada kita. Apa jadinya jika kamu atau aku dibuat bulan-bulanan dikata-katain sama orang yang dulunya sirik dengan eksposur hubungan kita yang berlebihan.

Satu lagi, bagaimana jika nanti kita tidak berjodoh dan berusaha mencari jodoh baru namun mereka juga sudah tahu track record kita dari media sosial. Bukanya ingin menyembunyikan sesuatu, namun apa serunya jika kita sudah tau semuanya? Iya kalau kita tahu takdir dan kita tahu benar bahwa kita adalah jodoh, tentu saja aku tidak akan masalah kalaupun kamu ingin mengekspose hubungan kita di media sosial setiap detik.

Doa buruk juga bisa datang. Aku tidak mau kita terlalu berlebihan

Aku hanya takut ini akan jadi hal yang membuat orang lain iri dengan kita. Tentu saja hubungan kita bukanlah hubungan yang paling sempurna di dunia, namun yang mereka lihat setiap hari seperti itu. Tidak semua orang seberuntung kita dan menemukan pasangan yang memang benar-benar kita inginkan. Apa kabar dengan teman-teman kita yang jomblo?

Advertisement

Apakah dengan memperlihatkan kemsraan kita setiap hari pada mereka sudah bisa dijamin bahwa mereka juga akan segera mendapatkan pasangan. Aku rasa tidak juga. Takutnya, yang ada adalah mereka mendoakan kita yang buruk dan mereka akan berteriak sangat bahagia saat ternyata hubungan kita tidak seperti yang kita cita=citakan. Dengan praktek-prakte semacam ini, banyak sahabat=sahabat kita yang mungkin sangat baik tanpa sadar akan mendoakan yang buruk juga.

Buat laki-laki romantis itu gaungnya sunyi. Cukup kita saja, dunia nggak perlu tahu

Salah satu contoh paling gampang, apakah ada pasangan yang makan malam romantis semacam candle light dinner di KFC atau McD? Tentu saja tidak. Kenapa? Karena tempat tersebut terlalu ramai. Bagiku, dan mungkin kebanyakan laki-laki lainya, romantisme tidak bisa terjadi di tempat ramai, romantisme hanya bisa terjadi dalam kesunyian, saat kita berdua saja, menjadi diri kita sendiri, tidak tampil demi dilihat orang lain.

Saat kita beromantis-romantis ria di depan umum, jadinya bukan lagi romantis, takutnya itu malah jadi pamer, eksibisionis. Jika memang kamu ingin hal yang romantis, bukan di sosial media tempatnya, namun di hati kita masing-masing karena hati adalah tempat paling sepi di dunia, hanya kita sendiri yang tahu apa isinya.


Aku bukannya tidak romantis, tapi aku punya nilai-nilai romantisku sendiri. Aku tidak berharap kamu mengerti, aku hanya berharap kamu tidak menjadikan ketidak romantisanku sebagai alasan untuk marah-marah setiap saat.