“Dek, daripada kamu sendiri terus, Mama jodohin sama anaknya teman Papa ya?”

Ih, apa sih Ma? Kayak aku nggak bisa cari sendiri aja!”

Anak-anak seumuran kita pasti akan langsung mengerutkan dahi saat orangtua mengajukan usul menjodohkan kita dengan anak kenalan mereka. Helloo, di zaman Tinder dan Twitter begini, masa’ jodoh nggak bisa kamu cari sendiri? Ingin rasanya kamu bilang, “Ma, ini bukan zaman Sitti Nurbaya lagi!”

Padahal tak selamanya dijodohkan itu seburuk yang kamu kira. Perjodohan juga bukan berarti orangtua tidak percaya bahwa kamu bisa mencari pasangan secara mandiri. Sebelum menutup telinga dan protes ke orangtua, gak ada salahnya kamu pikirkan lebih dulu keuntungan yang kamu dapat jika mengizinkan orangtua atau keluarga besar mencari calon pendamping yang tepat untukmu. Mau tahu apa saja? Simak uraian Hipwee berikut ini ya.

1. Dengan mengizinkan orang lain membantu, kamu dan jodoh bisa dipertemukan tanpa perlu proses pencarian yang panjang

Dijodohin via www.intro.ie

Saat ini, mungkin kamu terlalu sibuk bekerja hingga tak sempat mencari calon istri. Mungkin kamu memang sedang tidak aktif mencari karena dulu pernah patah hati. Karena itu, hingga sekarang kamu masih sendirian.

Advertisement

Di sinilah perjodohan sebenarnya bisa membantumu. Jika prosesnya berjalan lancar, kamu bisa menemukan pendamping masa depan tanpa perlu repot-repot mengarungi proses pencarian yang melelahkan dan panjang. Walaupun kesannya kuno, sebenarnya inti perjodohan sesederhana itu, kok: menyatukan dua insan yang sampai sekarang masih sendirian.

Kamu tidak perlu membatasi diri dengan meyakini bahwa mencari jodoh hanya bisa dilakukan lewat pacaran. Sekarang sudah ada orang lain – orangtua atau keluarga besar –  yang menawarkanmu pasangan hidup yang baru. Tanpa harus menghabiskan banyak tenaga, kamu hanya harus percaya pada orang-orang yang menyayangimu untuk bisa menemukan calon pasangan berkualitas.

2. Jangan malas dulu hanya karena belum mengenal calonmu. Kemungkinan besar dia jauh lebih berkualitas dari yang kamu bayangkan.

Dijodohin orangtua via wblk.com

Wajar jika kita menaikkan alis saat keluarga ingin menjodohkan kita dengan seseorang yang tidak kita kenal. Namun hanya karena kita belum mengetahui kebiasaan dan sifat-sifatnya sekarang, bukan berarti dia bukan orang yang berkualitas dan layak diberi kesempatan.

Perjodohan tak selalu berarti penindasan. Bisa jadi “medium” ini justru menawarkan calon pasangan yang jauh lebih baik dari yang kamu sebelumnya bayangkan. Coba pikirkanlah, orang yang menjodohkanmu tentu menyayangimu dan tak ingin kamu bersanding dengan asal-asalan orang, bukan?

Sebelum menawarkanmu seorang calon, orangtua dan keluarga pasti akan mempertimbangkan dalam-dalam kualitas dia. Mereka akan menggali informasi lebih dalam tentang bibit, bebet, dan bobot orang tersebut. Bagaimana kemapanannya? Bagaimana ibadahnya? Bagaimana keluarganya? Bagimana latar belakangnya?

Sebelum kamu bilang kamu anti dijodohkan, gak ada salahnya kamu coba lihat dulu kualifikasi orang yang akan dijodohkan denganmu. Kalau dia kayak Dude Herlino, masa’ iya mau langsung kamu tolak?

3. Kamu pun tak perlu menyanyi “Mau dibawa kemana hubungan kita?” di depannya, karena perjodohan hanya satu arahnya.

Kamu tahu arah hubungan kalian via www.candlelightmatchmakers.ca

Berjalannya sebuah hubungan memang tak selalu mulus. Gak jarang kamu dihadapkan dengan hubungan yang gak jelas status dan tujuannya. Niat hati ingin mendapatkan pasangan sejati, kadang orang yang kamu cintai justru menggantungkan hubungan tanpa masa depan. Tapi, hal ini tidak akan kamu rasakan ketika terlibat dalam perjodohan.

Kamu tak perlu dibuat galau dengan pertanyaan “Mau dibawa kemana hubungan ini?”. Perjodohan yang dilangsungkan orangtua tak perlu diragukan lagi ke mana akan bertepi. Ya, kamu dan dia sudah dari awal diniatkan untuk bersama-sama naik ke pelaminan.

Tak perlu takut dan terburu-buru menolak jika kamu belum siap untuk terlalu serius. Toh orangtua juga tak memaksa kalian langsung menikah minggu depan. Kamu dan dia justru akan diberikan waktu untuk saling menimbang-nimbang kecocokan. Dan ketika kamu sudah mantap mengatakan “Ya” kepadanya, tak perlu khawatir dia akan mem-PHP dan bilang “Maaf ya, tapi aku mau pacaran buat senang-senang dulu aja…”

4. Saat pasangan lain sibuk mengambil hati calon mertua, kamu justru sudah mengisi hati mereka sebelum kalian bertatap muka.

Kamu tak perlu repot ambil hati mertua via cms.polimoli.com

Menjalin hubungan serius bukan hanya tentang berjuang agar calon pasanganmu luluh, tapi juga mengambil hati calon mertua. Nah, dengan terlibat perjodohan antar orangtua, maka kamu tak perlu melakukan hal itu. Kamu tidak perlu berusaha keras agar calon mertuamu merasa terkesan, kamu juga gak perlu repot-repot membuat mereka jatuh hati padamu. Karena dari awal, mereka sudah memberikan tempat untukmu di dalam hati.

Bukannya kamu yang repot-repot berusaha membuat mereka terkesan, gak jarang justru mereka yang mencoba mengambil hatimu agar kamu setuju pada perjodohan yang mereka tawarkan. Jadi kamu tak perlu susah payah membuat mereka suka padamu,  karena dari awal mereka sudah terkesan padamu.

5. Restu orangtua juga bukan barang mahal yang harus diperjuangkan. Mereka justru sudah merasa senang jika kamu menerima perjodohan.

Mendapat restu orangtua gampanglah via utamiputi.blogspot.com

Bagi banyak pasangan, restu orangtua adalah barang mahal yang harus diperjuangkan. Namun, hal ini tidak berlaku buatmu. Kamu justru menerima dukungan penuh dari orangtua yang menjodohkanmu. Alih-alih takut orangtuamu tidak setuju, mereka justru bahagia jika kamu menerima calon yang mereka tawarkan.

Gak jarang mereka justru menyemangatimu untuk lebih dekat dengan calon pasangan atau menawarkan makan malam bersama agar kalian lebih akrab. Nah, bagi kamu yang mau berproses melalui perjodohan, maka restu orang tua bukan jadi hal yang perlu kamu khawatirkan.

6. Saat kamu dan dia terlibat masalah, para perancang perjodohan tak akan tinggal diam. Mereka akan ringan tangan membantumu mencari solusi permasalahan.

Kamu bisa dibantu oleh orangtua via www.lamiavitablog.com

Terlibat dalam perjodohan itu artinya bukan hanya kamu dan dia yang menjalin hubungan. Tapi ada orangtua dan “agen” perjodohan yang ada di balik itu semua. Gak jarang hal ini justru bisa menjadi keuntungan bagi hubungan kalian. Saat kamu dan dia terlibat dalam masalah, maka orang-orang di balik perjodohan akan dengan ringan tangan membantu mencarikan solusi permasalahan.

Mungkin kalian terlibat kesalahpahaman atau perekonomian yang membuatmu ragu menuju masa depannya dengannya. Seringkali orangtua akan berjuang keras membantu menyelesaikan masalah demi perjodohanmu tetap lancar. Nah, masih berpikir perjodohan itu pelanggaran HAM?

7. Kegagalan perjodohan memang bisa membuatmu patah hati. Tapi, sakitnya tidak sedalam saat putus setelah bertahun-tahun menjalani hubungan sendiri.

Kamu bisa cepet move on via www.theparisphotographer.com

Memang tak semua usaha perjodohan bisa lancar hingga pelaminan. Terkadang hubungan kalian harus kandas di tengah jalan dan membuatmu patah hati. Tapi jika dipikir-pikir lagi, move on dari perjodohan yang belum terlalu dalam tentu lebih mudah daripada move on dari hubungan bertahun-tahun yang kamu jalani atas pilihan sendiri.

Dalam tahap-tahap awal, rasa cinta yang tumbuh dalam perjodohan masih bersifat crush atau cinta yang tak terlalu dalam. Kamu tak perlu melakukan PDKT untuk bisa mengajaknya makan berdua, tak perlu menggalau sepanjang hari untuk menunggu pertemuan selanjutnya dengannya. Tak perlu juga menjalin hubungan bertahun-tahun sebelum akhirnya mengikat janji sehidup-semati. Dengan begitu, saat usaha perjodohan kandas di tengah jalan, sakit yang kamu rasakan pun tak akan terlalu mendalam. Usaha untuk move on akan lebih mudah karena kehidupan kamu dan mantan calon pasangan belum terlalu berkelindan.

Berhentilah menganggap perjodohan sebagai hal yang kuno atau melanggar HAM. Toh, yang paling penting dan relevan adalah kualitas dan kebaikan jodohmu, bukan bagaimana cara kalian bertemu!

Lewat apapun caranya, semoga kamu segera menemukan pasangan yang tepat ya.