“Yang masih jadi pertanyaan; apakah cowok yang naik mobil itu bisa menjamin hidupmu kelak akan bahagia? Yakin dia bakal setia?”

Kalau memang berniat mencari pasangan, berhentilah berbicara soal jumlah roda kendaraan yang sebenarnya hanya buang-buang waktu. Kini saatnya kamu membuka mata dan hati, bahwa ketulusan cowok itu tidak bisa dinilai dari apa yang dia kendarai. Jangan keburu silau mata jika dia yang datang kepadamu menawarkan kenyamanan lewat mobil. Belum tentu juga dia menawarkan masa depan yang indah.

1. Jangan salah sangka, cowok naik motor belum tentu tak setia. Dia tipe pejuang sejati, yang bisa kamu ajak susah-senang bersama

dia yang naik motor belum tentu tak setia via favim.com

Kendaraannya sehari-hari memang roda dua, tapi dia sosok tangguh yang tetap punya cita-cita. Dia sangat layak diapresiasi, seperti halnya kamu cewek-cewek yang pastinya senang kalau dihargai. Terlalu ngga adil, kalau seandainya dia dianggap tidak pantas menerima cinta darimu hanya gara-gara cuma punya punya roda dua.

Saat harus menjemput lalu menemanimu belanja, bayangkan bagaimana dia menyusuri jalanan yang macet bahkan panas tak terkira. Pun ketika hujan, dia rela berbasah-basah ria hanya ingin cepat sampai untuk meminimalisir kemarahanmu.

Advertisement

Kalau sudah bersusah payah begini, masak iya dia mau berpaling ke lain hati?

2. Apalagi kalau belum lama kenal, kamu nggak bakal tahu kalau ternyata yang dia bawa adalah mobil rental

jangan-jangan cuma nyewa doang via pixabay.com

Cowok zaman sekarang itu nggak saling bersaing untuk meraih predikat tampan, tapi juga akan berusaha mati-matian demi merebut hati sang pujaan. Kamu sebagai cewek pun jangan heran, kalau suatu saat kamu tidak sengaja mencintai cowok tampan bermobil tapi cuma sewaan. Nggak cuma satu, tapi sudah banyak cewek-cewek yang terjebak, hanya karena ‘ngebet’ pengen punya cowok yang naiknya roda empat. Ini contohnya…

“Malu sih sebenarnya, tapi ya mau gimana lagi. Awalnya aku dikenalin teman, tapi lama-lama kok jadi nyaman. Dia nggak ganteng-ganteng banget sih, tapi katanya dia dibawain mobil sama Ayahnya karena dia anak tunggal. Mobilnya pun bagus pas aku lihat, model sedan zaman sekarang gitu. Singkat cerita, kami jadian. Tapi sayangnya, setelah 2 minggu aku baru tahu, kalau ternyata mobil itu cuma sewaan di rental dekat rumahnya. Ya Tuhan…”

NN, 25th

3. Pikirkan lagi soal masa depan, yang pastinya takkan cukup jika kamu menjadikan motor atau mobil sebagai patokan

bukan cuma soal roda yang jadi patokan via kellyredinger.com

Sebelum berani ngomongin cinta yang serius, ada banyak hal yang seharusnya kamu urus. Soal tanggung jawab, komitmen dan kesediaan saling menghargai adalah yang terpenting dibanding kamu hanya berkoar-koar soal tumpangan apa yang akan kalian punya di masa depan. Pahami juga bahwa motor dan mobil itu sama-sama punya roda, yang bisa mengantarkan kalian pada indahnya biduk rumah tangga.

4. Dalam kamus orang tuamu, bukankah hanya setia dan tanggung jawab yang mereka inginkan sebagai kriteria calon mantu?

hai, calon mantu :)) via bikesdoctor.com

Hampir sebagian besar orang tua, pasti sangat bahagia kalau anaknya punya calon suami atau istri yang berasal dari keluarga berada. Kebutuhan secara materi pasti akan tercukupi, sehingga kebutuhan lain bisa menyusul dan sanggup diatasi. Tapi kalau boleh jujur dan kamu telisik lebih dalam, mereka sebenarnya lebih lega jika anaknya kelak berada di tangan orang yang tepat dan bersedia mengemban tanggung jawab.

5. Selain punya mobil, kategori mapan itu macam-macam. Misalnya, bijak mengatur pendapatan beserta pengeluaran

kriteria mapan masih banyak via dylandsara.com

Pilih mana : dia yang naik motor tapi pekerja keras dan pandai memangkas pengeluaran atau dia yang bermobil, tapi nggak bisa makan kalau nggak di restoran mewa dengan budget jutaan?

Coba kamu belajar untuk mengambil sudut pandang yang berbeda perihal roda empat dan roda dua ini deh, girls. Ambil juga garis besar tentang arti mapan yang sesungguhnya, sehingga lain waktu kamu terhindar dari salah sangka. Mapan atau tidaknya seseorang pun bisa kamu perhatikan dari caranya mengatur keuangan dan bijak menghadapi setiap permasalahan, bukan cuma karena dia naik vespa atau mobil sedan.

Mari membuka mata bahwa kendaraan yang cowok-cowok itu bukan segalanya, yang penting dia dan kamu saling cinta 🙂