Soal hubungan, selalu menyediakan banyak pilihan bagi pasangan yang menjalani. Dan pasti pilihan satu pasangan, akan jelas berbeda dengan pasangan yang lain. Ada yang memilih untuk langsung melangkah ke pelaminan tanpa melewati proses pacaran dan tak sedikit pula yang memilih untuk pacaran bertahun-tahun dulu, memantapkan hati, sampai akhirnya memutuskan menikah. Karena keduanya merupakan pilihan, maka tak ada yang bisa dibilang mana yang lebih benar dan mana yang salah.

Pada akhirnya, setiap pilihan akan memiliki konsekuensinya masing-masing. Termasuk ketika kamu dan dia memilih untuk pacaran dulu sebelum melenggang ke pelaminan. Kemungkinan bubar di tengah jalan adalah salah satu hal yang bisa saja tak terhindarkan, tergantung bagaimana kamu dan dia menjalani hubungan ini. Namun jika memang orientasi pernikahan sudah di depan mata, setidaknya ada hal-hal ini yang jangan sampai terus terulang terjadi dalam hubungan kamu dan dia. Atau batalkan saja rencana pernikahan yang sudah di angan.

1. Kejujuran dalam hubungan adalah harga mati. Adakah yang belum kamu dan dia komunikasikan selama ini?

Adakah hal yang masih kamu dan dia tutupi? via www.sincerelykinsey.com

Dalam hubungan, memang tak selalu kamu harus membagi semua privasi kepada pasangan. Tapi bukan berarti pula ada banyak hal yang disembunyikan. Kejujuran dalam hubungan jelas selalu jadi harga mati kalau kamu dan dia ingin bertahan sampai nanti.

Coba diingat-ingat lagi, apakah masih ada sesuatu yang kalian belum komunikasikan satu sama lain? Karena hubungan yang dimulai dengan kebohongan tak akan pernah bisa bertahan lama. Satu kebohongan dibuat, maka akan ada kebohongan lain yang akan tercipta. Pada akhirnya kamu dan dia hanya akan menjalani hubungan yang penuh kepura-puraan.

2. Pertengkaran boleh saja tak lagi bisa dihindari. Namun apakah kamu dan dia sudah sama-sama berkomitmen untuk menjadi lebih baik lagi?

Advertisement

Bagaimana pertengkaran membentuk kalian? via www.juliepepin.com

Namanya juga menjalin hubungan, pertengkaran kadang memang tak bisa dihindari dan harus dihadapi. Pertengkaran pun seringnya bikin memar di dada. Dan membuat kamu seringkali berpikir pendek untuk mengakhiri untuk membersamai langkahnya saja. Namun sebelum mengambil langkah yang terlalu jauh, coba ambil jeda sejenak. Ringankan beban pikir sambil kembali menimang, apakah dia orang yang pantas dipertahankan atau cukup direlakan saja.

Jika selama pacaran, pertengkaran hanya menjadikan kamu dan dia pribadi yang jauh berbeda dari pertama kali bertemu, mungkin memang takdirnya hubungan ini tak bisa dilanjutkan ke tahap yang lebih jauh lagi.

3. Memutuskan menikah hanya karena merasa sudah jauh ketinggalan teman. Yakin kamu dan dia sudah cukup mapan secara batin dan pemikiran?

Menikah bukan lomba lari via dylandsara.com

Seperti virus, kondangan atau datang ke acara nikahan teman memang kadang membuat kita merasa ingin merasakan duduk di bangku pelaminan seperti halnya mereka. Melihat media sosial dipenuhi dengan foto-foto pre-wedding, pesta pernikahan, hingga bayi-bayi lucu nan menggemaskan, pasangan mana sih yang nggak ingin segera berumah tangga?

Tapi memutuskan menikah hanya karena merasa sudah sangat ketinggalan dengan teman-teman lainnya akan menjadi kesalahan besar yang kamu dan dia ambil. Setiap orang haruslah memiliki kesiapannya masing-masing untuk mengambil salah satu keputusan besar dalam hidupnya. Pun begitu pula dengan pernikahan, kamu dan dia harus memiliki pertimbangan kalian sendiri. Bukan karena ikut-ikutan satu persatu teman yang sudah melangkahkan kaki ke pelaminan.

4. Memang kalian yang menjalani hubungan. Tapi kalau orangtua masih menentang, masih mau nekat?

Kalau tak dapat restu, kamu bisa apa? via www.helenaandlaurent.com

Pasti kamu pernah tahu, paling nggak mendengar pepatah kuno, “Ini hidupmu, kamulah yang menjalaninya. Jangan pernah dengar omongan orang lain,”. Memang nggak salah, tapi ketika kamu mengaitkan pepatah itu dengan hubungan yang sedang kalian jalani, rupanya nggak selalu benar. Sebab, ketika orangtua atau orang-orang terdekatmu nggak setuju atau bahkan nggak suka dengan pasanganmu, yakin kamu masih akan nekat? Sejatinya menikah itu bukan hanya masalah kamu dan dia atas nama cinta, melainkan juga menyatukan dua keluarga yang berbeda.

5. Coba dipikir kembali, apa keyakinanmu ke dia sudah sebesar itu? Atau selama ini hanya takut kesepian saja?

Ini soal keyakinan via www.logancoleblog.com

Menikah tak pernah menjadi hal yang mudah. Ini bukan cuma soal halal melakukan hubungan seks setelah ijab kabul diucapkan. Lebih dari itu, menikah soal perjalanan dua pribadi yang sepakat hidup bersama, selamanya. Butuh keyakinan yang tak boleh setengah-tengah untuk menjalani hidup baru berdua dengan orang yang mungkin sebelumnya tak kamu kenal sama sekali.

Kalau selama pacaran kamu sudah banyak mengalami keraguan dan tak punya bayangan seperti apa hidup bersamanya nanti, maka kamu perlu berpikir ulang. Keyakinan adalah hal yang harus kamu dapatkan, bahkan sebelum ajakan menikah datang. Kalau kamu tak juga yakin dengan pasanganmu sekarang, bisa jadi selama ini kamu hanya takut dengan kesendirian saja. Dan memutuskan menikah hanya karena takut kesepian adalah keputusan yang akan kamu sesali seumur hidup nantinya.

Belum terlambat jika kamu dan dia untuk mau berkomitmen memperbaiki banyak hal dalam hubungan sekarang. Setidaknya terlambat masih lebih baik dibandingkan tak ada keinginan berubah sama sekali.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya