Kita yang sudah menemukan kenyamanan dengan pasangan sekarang, seringkali tak lagi menaruh banyak perhatian pada hal-hal tertentu. Hubungan yang sudah berjalan terlalu lama, kadang membuat kita terjebak dalam zona nyaman. Meski tak buruk, bertahan pada zona nyaman juga sering menyesatkan.

Bertahan dalam zona nyaman, membuat kita menjadi maklum terhadap semua sikap yang sebenarnya bisa merusak hubungan tapi justru dianggap biasa saja. Dan kalau sikap-sikap ini tetap kita pertahankan, hubungan bisa berjalan tak seperti yang diinginkan.

1. Berharap dia selalu mengerti tanpa pernah kamu beritahu, bisa jadi sumber awal kesalahpahaman

berharap dia mengerti sendiri via dylandsara.com

Pengertian itu bukan berarti pasanganmu harus tahu sesuatu hal yang tak kamu ungkapkan. Pasanganmu ini bukan “orang pintar” yang bisa menebak sesuatu yang tak tampak seperti pikiran atau perasaan. Kalaupun kamu memaksanya dengan aksi diam, yang akan terjadi justru kesalahpahaman.

Hubungan kalian itu pelu percakapan dua arah untuk saling tahu apa yang dimau oleh masing-masing. Setidaknya itu membuat kamu dan dia bisa menentukan kemauan itu bisa diterima dan direalisasikan bersama.

Advertisement

Sebab diam pun tak selamanya emas.

2. Menghindari perselisihan cuma karena takut hubungan memburuk, padahal kalian perlu itu untuk proses pendewasaan

menghindari perselisihan via www.logancoleblog.com

Harmonis menurut orang selalu berjalan manis tanpa perselisihan. Dengan kata lain perselisihan dianggap membuat hubungan kalian berada di kondisi yang tak sehat. Padahal perselisihan tak selalu memberi dampak buruk seperti membuat kalian putus. Kalau saja kamu dan dia menyikapi dengan pikiran lebih terbuka, percaya perselisihan itu kelak justru menjadi tangga untuk membuat kalian lebih dewasa.

3. Di pikiranmu bertukar pendapat bisa jadi penyebab pertengkaran, padahal saling tertutup justru membuat hubungan rawan kecurangan

katanya pertukaran pendapat membuat hubungan kalian renggang via www.logancoleblog.com

Perempuan yang memberi pendapat seringnya dianggap melawan dan dicap tak nurut. Padahal tujuanmu bukan yang sebenarnya bukan hendak membantah. Kamu berpendapat, karena ingin membiasakan keterbukaan di hubungan kalian. Supaya semua tak berjalan berat sebelah, yang semuanya selalu datang dari keputusannya. Sedangkan hubungan yang sehat seharusnya selalu mengedepankan kesepakatan bersama. Kamu juga tak ingin ketidakterbukaan justru memberi cela untuk kecurangan masuk memberantakan semua usaha yang kalian bangun.

Mau tahu sikap-sikap apa lagi yang sering kita anggap biasa tapi justru bikin hubungan berantakan? Klik halaman selanjutnya ya.