Apakah kamu termasuk cewek yang harus selalu jadi pusat perhatian dan sering manja ke semua orang? Atau kamu punya pacar dan teman cewek yang berperilaku seperti itu? Hati-hati, bisa jadi kamu dan mereka si tuan putri yang terjangkit ‘Princess Syndrome‘.

Sindrom bak putri raja ini bisa dikategorikan penyakit mental yang mempengaruhi  banyak wanita. Biasanya wanita yang memiliki sindrom ini perempuan manja, keras kepala, dan suka mencari perhatian. Ujung-ujungnya mereka bisa membuat drama yang justru membuat mereka senang karena diperhatikan banyak orang. Istilah gaulnya sih, Drama Queen.

Drama Queen via loffee.com

Tanda-tanda dari Princess Syndrome

1. Sering Meminta hal-hal yang tidak wajar

sayang, beliin tas hermes ya via www.fanpop.com

Cewek dengan “sindrom putri raja” biasanya suka meminta hal-hal yang bisa dibilang ajaib. Contohnya aja, minta dibeliin tas Hermes sama pacar yang masih meniti karir jadi karyawan. Atau tiba-tiba minta dibelikan berlian di hari ulang tahun.

Advertisement

Tidak jarang si pacar harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk memenuhi permintaan sang tuan putri. Walau permintaannya memberatkan orang lain, cewek yang terkena sindrom “putri raja” ini tidak akan merasa berdosa.

2. Selalu ingin jadi pusat perhatian

Perhatiin aku via www.flickr.com

Perhatian dari orang-orang sekitar sangat diharapkan oleh “Si Tuan Putri”. Dia sangat senang jika semua atensi tertuju ke dirinya. Seringkali “Si Tuan Putri” justru akan melakukan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi pusat perhatian.

Mulai dari cara yang “wajar”, seperti ikutan kontes bakat. Bahkan sampai cara yang “ajaib”, seperti mengaku sakit atau bertingkah aneh.

3. Kalau permintaan tidak dituruti, dia bisa ngambek

ngambek nih via www.today.com

Ada tipe orang yang permintaannya harus selalu dituruti. Kalau tidak dituruti, dia akan ngambek lama dan akan mendiamkan pasangannya. Si pacar pun harus rela membujuk dengan berbagai cara supaya si cewek nggak ngambek.

Contohnya kalau si cewek meminta dibelikan tas Hermes di Mangga Dua dan nggak dibeliin, biasanya si cewek mulai mengeluarkan kata-kata ajaib, macam:

“Kamu jahat. Nggak sayang sama aku.”
“Kamu kok gitu sih? Pelit banget sama pacar sendiri”

Dan si cewek mulai bertingkah aneh dengan menangis dan merengek seperti anak kecil. Hmmm… sindrom tuan putri banget ini.

4. Tidak bisa melakukan semua aktivitas sendiri

Duh, nggak mau basah via www.zimbio.com

“Yang, antarin bajuku ke laundry depan ya.”
“Beb, beliin pembalut aku dong. Lagi dapet nih.”
“Beliin sampo ya. Beliin Sabun ya.”

Si pacar disuruh ke sana kemari demi menyenangkan si pujaan hati. Rela harus ambil jalan memutar, padahal laundry cuma di sebelah kos si “Tuan Putri”. Si “Tuan Putri” nggak mau keluar karena cuaca lagi panas dan mager (malas gerak). Well, kalau begini tandanya sindrom tuan putri menghinggapi wanita ini.

 5. Merasa dirinya paling berkuasa karena dia (merasa) punya segalanya

Bodyguard kemana-mana via www.thebodyguardservices.com

Si tuan putri hidup dengan berbagai kemudahan. Berbagai kepemilikan materi dan non-materi seakan memberikan dia legitimasi untuk memaksa semua orang agar menuruti keinginannya.

Dia merasa paling berkuasa di rumah karena dia tahu dia kaya dan punya uang untuk membeli segalanya. Dia merasa derajat dirinya paling tinggi sehingga semua orang harus tunduk padanya. Rasa ingin berkuasa ini juga berlaku ke pacar dan teman-teman.

6. Merasa bebas melakukan apa saja yang dia mau

Bebas mau belanja apa aja via www.justjared.com

Si tuan putri merasa punya kebebasan untuk melakukan apa saja yang dia mau. Dia menganggap semua orang harus mengikuti keinginannya. Ada rasa berkuasa yang muncul dalam diri orang yang terkena “Princess Syndrome”. Dalam pikirannya, dia merasa punya hak untuk melakukan apapun yang diinginkan. Tanpa peduli dengan perasaan dan kebutuhan orang sekitar.

7. Tidak segan-segan melakukan kekerasan

Malu nggak sih diliat orang banyak via www.strippedpixel.com

Emosi yang tidak stabil membuat si tuan putri tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap pasangannya. Jika keinginannya tidak dituruti, dia bisa menampar dan memukul si pacar. Tanpa peduli dengan kondisi sekitarnya. Yang dia tahu hanyalah menumpahkan kekesalannya saat itu juga.

Contoh nyata yang baru-baru ini terjadi di Hongkong. Seorang wanita muda menumpahkan kekesalan pada pacarnya yang ketahuan jalan dengan wanita lain. Di tengah jalan yang ramai, sebut saja Mbak A, memarahi si pacar. Si pacar berlutut di hadapan si mbak A dan tetap saja si mbak A terus menampar dan memukul si pacar.

Tanpa memberi kesempatan si pacar berbicara, mbak A terus melakukan kekerasan terhadap si pacar. Orang-orang yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa dari kejauhan. Si mbak A terlihat tidak peduli dengan orang-orang sekitar yang melihat mereka.

Ternyata, Didikan orang tua bisa jadi penyebab “Princess Syndrome”

Orang tua sangat berpengaruh alam perkembangan karakter anak via www.scmp.com

Sindrom ini bisa terjadi karena pengaruh didikan orang tua yang selalu memanjakan anaknya. Tipe orang tua yang tidak membiarkan si anak untuk melakukan hal-hal kecil sendiri. Jika dari kecil si anak dimanja, maka hal itu bisa berpengaruh saat dia menjelang dewasa dan berpengaruh ke kehidupan sosial si anak.

Dampaknya, anak yang sejak kecil terlalu dimanjakan akan punya rasa toleransi yang rendah terhadap lingkungan sekitar. Dia merasa harus selalu dinomorsatukan. Tidak heran jika sindrom “Putri Raja” ini banyak menghinggapi cewek-cewek yang orang tuanya sangat memanjakan dan protektif.

Sindrom Ini Juga Bisa Datang Karena Pengaruh Tokoh Panutan yang Disukai

Hilton bersaudara via www.businessinsider.com

Si tuan putri pasti punya idola sendiri yang dia tiru. Contohnya saja, Paris Hilton. Banyak yang mengidolakan Paris Hilton dan menganggap Paris Hilton adalah seorang putri cantik dan bisa melakukan apa saja. Paris Hilton bisa mendapatkan apa yang dia mau dengan mudahnya.

Media yang terus mengekspos kehidupan Paris Hilton yang penuh keglamoran, menciptakan mimpi bagi banyak cewek untuk menjalani kehidupan seperti dia. Kemewahan dan kemudahan hidup yang tampaknya dimiliki oleh Paris mempengaruhi cewek-cewek yang mengidolakannya untuk berperilaku seperti tokoh panutan mereka ini.

si tuan putri via larkable.com

Bersikap tegas pada si tuan putri

Harus bisa bersikap tegas pada tuan putri via anneplace.imess.net

Jika kita berhadapan dengan tipe si “tuan putri”, kita harus bisa tegas. Kita harus berani melawan kemauan si “tuan putri” yang tidak masuk akal. Memang, si tuan putri yang tidak pernah mendengar kata‘tidak’ akan sedikit emosi jika kita menolaknya. Namun, hal ini perlu dilakukan untuk kebaikan dia.

Jika dia bertanya tentang sesuatu yang menurutnya bagus tapi menurut kamu nggak bagus, jawablah dengan jujur. Ungkapkan pendapatmu yang sesungguhnya. Kejam sih, tapi lebih baik kita mengutarakan fakta yang sebenarnya. Agar mata si “tuan putri” terbuka. Dia perlu disadarkan bahwa tindakannya sebenarnya tidak dirasa baik-baik saja oleh orang lain.

Kuncinya, Jangan Pedulikan Saat dia mulai bertingkah

Cuekin aja via outnow.ch

Kalau si “Tuan Putri” mulai meminta supaya dia jadi pusat perhatian dan pusat segalanya, biarkan saja dia bertingkah. Terganggu sih pasti, tapi bersikaplah seolah-olah tidak peduli. Si tuan putri yang haus perhatian pasti akan kesal dan capek sendiri jika kamu cuek.

Jika dia sadar bahwa orang di sekeliling tidak mengindahkan perilakunya, maka dia bisa tahu kalau yang dilakukannya selama ini sebenarnya salah. Komitmen orang sekitar yang tegas untuk menunjukkan ketidaksukaan pada dominasi “Tuan Putri” jadi kunci kesembuhan seseorang dari sindrom ini.

Dear cewek-cewek, kita pasti nggak mau ‘kan dijauhi banyak orang karena dianggap arogan dan sombong? Untuk para lelaki yang mungkin punya pasangan dengan ciri-ciri si “tuan putri”, kamu juga nggak mau ‘kan jadi korban kekerasan pasanganmu?

Lebih peka yuk terhadap diri sendiri dan orang-orang disekitar yang mungkin menderita sindrom ini. Sebagai sesama manusia, kita wajib saling membantu ‘kan?