“Aku pingin kita putus”
“Ma’af, aku gak bisa nerima kamu”

Hubungan asmara di lingkup usia 20an, kamu memang tak jarang menjumpai apa yang namanya patah hati. Bisa jadi alasannya adalah diputusin oleh dia yang terkasih, ditolak sama orang yang kamu suka, ngelihat orang yang kamu suka jalan sama orang lain, atau bahkan udah pacaran bertahun-tahun tapi ngga disetujui sama orangtua. Rasanya nyesek, sakit, dan bikin hati hancur berkeping-keping.

Tapi tau kah kamu kalau dalam rentetan usia 20an tahun tersebut, ada beberapa fase berbeda yang terjadi kala kamu patah hati? Nah, berikut Hipwee akan membeberkannya secara ringkas. Tabahkan hatimu ya…

1. Di umur 20 tahun, kamu masih bisa biasa kalau urusan patah hati. Ditolak atau putus masih (merasa) gampang buat cari lagi ~

Putus? Ngapain pusing via tumblr.com

Usia 20-22 tahun adalah usia dimana hubunganmu belum masuk tahap yang terlalu serius. Kamu memang menikmati setiap fase dalam hubungan, tapi kamu dan dia juga belum mau untuk berpikir terlalu jauh. Seiring berjalannya waktu, ternyata hubungan kalian tidak sama dengan ekspetasi awal saat menjalin hubungan. Ada saja hal yang membuat kamu dan dia tak lagi merasa sejalan.

Advertisement

Ketika akhirnya memutuskan untuk mengakiri hubungan, kamu masih bisa berpikir kalau ini adalah jalan yang terbaik. Masih ada yang lebih baik dari dia. Di umur ini, patah hati pun bisa jadi adalah hal yang wajar kamu rasakan. Makanya kamu masih bisa mikir jernih buat nyari lagi. Namanya juga masih muda.

2. Beranjak ke umur 23 tahun, patah hati mulai terasa berat untuk dijalani. Dia yang selalu disisi mendadak pergi, sontak kamu pun merasa sepi.

Sepi banget sih hidup ini via akhyarayar.tumblr.com

Ketika kamu mulai menginjak usia 23-24 tahun, hidupmu mulai memasuki taraf hubungan yang serius. Saat itu hubungan yang kamu jalani sudah mulai menatap ke arah yang lebih serius. Tapi ya mau bagaimana lagi jika memang hubungan kamu dan dia terpaksa harus diakhiri. Itulah kenapa kamu merasa duniamu seakan menjadi semakin berat. Sudah sekian lama kamu menjalin hubungan bersamanya dengan harapan bisa lanjut sampai nikah. Sayangnya, semua tinggal kenangan. Hidupmu jadi sepi. Playlist-mu yang semula berisi lagu cinta berubah drastis jadi lagu-lagu patah hati. Sedih… T.T

3. Ketika kamu patah hati pada umur 25 tahun, rasa sesak di dada bukan cuma gara-gara kenangan mantan yang masih melekat. Tapi juga karena undangan pernikahan teman yang sudah mulai berdatangan.

“Undangannya sudah sampai?” via www.mooroo.co.uk

Apa yang terjadi ketika kamu putus atau ditolak di jajaran usia 25 hingga 26 tahun? Pikiranmu mulai tak karuan ketika mengingat bahwa usiamu sudah masuk ke pertengahan 20an tahun. Kamu teringat pada banyaknya undangan nikahan yang dari sahabat-sahabatmu yang harus kamu datangi bulan ini. Belum lagi jika kamu harus menghadapi kenyataan bahwa kamu akan datang ke acara nikahan temanmu seorang diri saat banyak temanmu yang datang sudah bersama pasangannya. Semalam suntuk kamu galau. Menangis di kamar. Mencoba untuk berpikir positif bahwa badai pasti berlalu dan jodoh pasti datang setelahnya.

4. Masuk 27 tahun dan patah hati? Kamu bakal mikir mustahil jodohmu akan datang!

Pasrah! Jodohku gak akan datang! via tellyouall.com

Saat kamu memasuki usia 27-29 tahun, jodoh adalah hal yang sangat gencar memasuki pikiranmu. Bagaimana tidak, banyak sahabatmu yang sudah memiliki pasangan sah atau bahkan. Bahkan tak sedikit juga diantara mereka yang sudah memiliki momongan yang gara-gara saking lucunya bikin kamu pingin segera punya anak. Tapi begitu kamu inget tentang patah hati yang kamu alami, hidupmu akan berasa semakin muram! Saat semakin sedikit temanmu yang menjomblo, kamu akan mulai merasa bahwa jodohmu tidak akan datang. Dia sudah dicuri oleh orang lain atau bahkan kamu mulai berpikir bahwa Tuhan lupa untuk menciptakan jodohmu dulu. Periiih

5. Dan ketika patah hati di usia 30 tahun, bagimu cinta itu hanyalah mitos belaka…

cinta itu mitos via favim.com

“Apa itu cinta? Gue gak butuh cinta!”

Usia ini adalah usia dimana kamu sudah mulai pasrah dengan yang namanya jodoh. Usiamu sudah mulai menginjak kepala tiga. Duniamu juga sudah fokus kepada dunia kerja. Patah hati pun menjadi hal yang sangat menyakitkan. Kepercayaanmu akan adanya cinta sejati sudah mulai hilang. Saat bertemu orangtua dan ditanya mana pasanganmu, kamu akan ikhlas berkata “jodohin aku aja deh,”.


Patah hati memang hal yang menyakitkan. Tidak ada seorang pun yang akan bahagia kala ia merasa patah hati. Tapi ingat, patah hati bukan akhir dari segalanya. Masih ada hari esok dengan segala kemungkinan yang ada. Tetap semangat dan jangan bersedih ya meski patah hati adalah yang kamu derita. 🙂