Jika hati sudah bicara, kita tak bisa menolak cinta

Mungkin ungkapan tersebut ada benarnya. Ketika jatuh cinta, hatilah yang pertama kali memberi sinyal. Dari hatilah, pertama kalinya kamu tahu bahwa ada getaran saat kamu sedang bersamanya. Indahnya buaian cinta membuatmu merasa begitu bahagia. Seakan tak ada hal lain yang lebih indah, pandanganmu hanya terpaku pada sosoknya seorang.

Berawal dari bahagia itu hatimu akan terlena, membuatmu kadang melakukan hal bodoh yang akan kamu sesali nantinya. Menuruti segala keinginannya dan mengabaikan kepentingan pribadimu bisa jadi awal petaka. Ibarat pedang bermata dua, cinta yang semestinya membawa bahagia, bisa malah menyakitkan jika kamu salah mengambil langkah. Itulah mengapa harus tetap ada logika, di saat cinta masih terasa menggebu.

Pastikan bukan cuma hatimu yang bekerja, logika membuat kewarasan tetap terjaga saat hubungan tak lagi bisa diharapkan

Biar kamu nggak sakit hati via www.huffingtonpost.ca

Demi menjaga hatimu sendiri, berhentilah berpikir bahwa hanya hati yang kamu perlukan untuk merasakan cinta yang sebenarnya. Membiarkan hatimu mengambil alih saat ada cinta yang datang mendekat, sesaat kamu akan dibuai dengan kebahagiaan. Namun perlahan kamu akan merasa pedih kala cinta yang kamu rasakan tak berjalan seusai ekspetasi.

Advertisement

Untuk itu cobalah menggunakan logikamu untuk memprediksi bagaimana arah hubungan kalian. Apakah lajunya sudah sesuai dengan maumu atau ternyata kamu butuh memberi jarak demi menghindari pedihnya patah hati. Berpikir logis dan rasional tak menghilangkan indahnya cinta. Malah kamu akan merasa jauh lebih tenang dan lebih bahagia.

Pikir dengan baik bagaimana perasaanmu saat ini. Banyak pertimbangan yang harus dipikir lagi sebelum yakin kamu benar-benar jatuh hati

Pikir baik-baik sebelum jatuh hati via dylandsara.com

Mencintai tak pernah bisa dilakukan dengan tiba-tiba. Selalu ada proses di sana. Begitu pula ketika kamu akan menambatkan hati. Pikir dengan baik dulu, bagaimana perasaanmu saat ini. Jika hanya perasaan sesaat, tak seharusnya kamu melibatkan hati terlalu dalam.

Logika punya peran penting di sini. Logika yang akan membuatmu berpikir tentang pertimbangan, sebelum kamu benar-benar jatuh hati. Karenanya kamu tak akan pernah salah langkah lagi.

Melihat sosok yang layak kamu cinta tak cukup dari hati saja. Menimbang sifat dan karakternya wajib menggunakan logika

Menimbang sosoknya ada keterlibatan logika via www.instagram.com

Dengan siapa kamu jatuh cinta juga wajib kamu jadikan bahan pertimbangan. Memang kamu tak bisa memilih pada siapa kamu akan mencintai. Tak peduli pada siapa, asal getaran rasa nyaman itu ada ia akan mengirimkan sinyal cinta.

Saat kamu sudah merasa getaran cinta, itulah saat yang tepat untuk berpaling pada logika. Biarkan dia menilai dan menimbang pada siapa perasaanmu tertuju. “Layakkah dia mendapat cintamu?” dan berbagai pertimbangan lain.

Pikirkan juga bagaimana masa depanmu jika kamu akhirnya memilihnya. Dalam hal ini, hati saja tak bisa kamu percaya

Pun demikian dengan saat kalian bersama. Mungkin kamu merasa bahagia saat kamu dan dia tengah berjalan berdua. Namun bukan berarti kamu dan dia akan selamanya bahagia. Mungkin hatimu akan berkata bahwa semua akan baik-baik saja selama kalian saling cinta, tapi apa iya hubunganmu akan berjalan dengan sebegitu lancarnya?

Biarkanlah logikamu bekerja dan memperhitungkan segalanya. Berpikir segala kemungkinan adalah keahlian dari logika. Ia akan menampilkan berbagai kasus di mana kebahagiaan kalian akan teruji. Mulai dari momen saat kalian bertengkar karena salah paham hingga bayangan bagaimana hidup kalian saat kalian menikah nantinya. Mampukah kamu bertahan dengan segala kemungkinan yang ada juga jadi pertimbangan yang kuat agar kamu tak merasa pedihnya sakit hati nantinya.

Pada akhirnya, kamu wajib memadukan keduanya. Baik hati maupun logika punya peranan penting agar cintamu berujung bahagia

Antara cinta dan logika via www.juliepepin.com

Hati memang selalu membayangkan hal yang indah-indah saat kamu tengah merasa jatuh cinta. Dengan begitu kamu jadi tahu bahwa cinta memang membahagiakan. Namun di satu sisi kamu tetap butuh logika. Tugasnya adalah memberikan gambaran kemungkinan terburuk yang tak bisa dirasakan oleh hati. Ibarat dua buah sayap, keduanya dibutuhkan agar burung bisa terbang bebas.

Persilakan keduanya berkolaborasi, agar cinta yang kamu rasa tak hanya merasakan keindahan dan kebahagiaan semu semata, namun juga punya kekuatan dan persiapan untuk mengatasi segala kemungkinan di masa depan. 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me