Di dunia ini, banyak banget orang yang menjadi sukses karena pasangannya berperan dengan baik untuk mendorong mereka maju. Tapi, ternyata ada juga bentuk hubungan yang justru menghalangimu untuk sukses lho. Sebabnya bisa karena kamu, atau karena si dia.

Nah, sebelum kamu terperosok lebih jauh ke hubungan yang gak bikin kamu produktif, mendingan kamu simak dulu tanda-tanda ini.

1. Kamu tidak lagi merasa antusias saat ketemu orang baru

Gak antusias ketemu orang baru via www.thelinjin.com

Entah kamu udah terlalu kesengsem sama pacarmu atau gimana, kamu jadi gak tertarik lagi buat kenalan sama orang baru. Rasa penasaranmu untuk mengenal orang lain hilang sudah. Kamu terlalu sibuk untuk mikirin pacarmu dan hubungan kalian berdua.

Apa kamu dari dulu seperti itu? Atau setelah pacaran aja? Padahal, kenalan sama orang baru mungkin bisa membuka kesempatan yang kamu tunggu-tunggu selama ini. Kalo kamu gak antusias sama mereka, kamu gak akan pernah tahu apa yang mereka bawa buatmu. Kamu bakal melewatkan banyak kesempatan.

2. Kamu terlalu memuja si dia

Advertisement

Terlalu memuja si dia via myangelsmile.blog.com

Duniamu berputar dengan si dia sebagai pusatnya. Mau nonton, tanya dia. Mau kencan, tanya dia. Kamu gak pernah melewatkan akhir pekan untuk bersama. Setiap saat kamu selalu chat sama dia. Kamu merasa hampa tanpanya.

Yah, mungkin kamu merasa telah menemukan seseorang yang telah melengkapi dirimu, tapi apakah kamu udah melengkapi dirimu sendiri?

3. Kamu jadi mengesampingkan kerjaan demi pacaran

Jadi males-malesan kerja via fearless-selling.ca

Kalo ditanya pacaran sama kerja itu enakan mana, kamu pasti sepakat kalo lebih enak pacaran. Pekerjaan menuntut kita untuk menghadapi persoalan-persoalan yang kadang kurang kita sukai dan — ketika kamu merasa terlalu nyaman sama hubunganmu — kemungkinan besar kamu akan menghindari masalah. Pokoknya, pacaran itu nyaman banget deh!

Gak salah, tapi tau gak kenapa seseorang bisa maju dan sukses? Ya jelas karena dia berani memilih untuk keluar dari zona nyamannya dan menghadapi masalah. Menyelesaikan masalah (pekerjaan) inilah yang akan membantu kita berkembang.

4. Kamu terlena karena sudah merasa puas

Terlena via www.askmen.com

Ketika kamu udah merasa puas — dengan hidupmu, dengan hubunganmu — kamu gak punya keinginan lagi untuk mendapatkan yang lebih. Kamu tidak lagi tergerak untuk berkembang lebih jauh. Kamu udah merasa nyaman dan bahagia dengan hidupmu sampai akhirnya kamu berhenti berkembang pada saat kamu seharusnya terus maju dan mencoba hal baru.

Hubungan yang baik adalah yang mendorongmu untuk maju, keluar dari zona nyaman, mencoba hal-hal baru, dan membuka wawasan baru. Tanya lagi deh, apa hubunganmu menahanmu dari semua itu?

5. Prestasimu menurun

Prestasi menurun via www.brw.com.au

Punya pacar sih harusnya bisa mendorongmu lebih berprestasi, baik di kantor maupun di kampus. Tapi semenjak pacaran sama si doi, yang ada di benakmu cuma dia terus, akibatnya produktivitasmu di kantor mulai menurun, Kamu yang masih kuliah juga gak begitu peduli lagi sama nilai, alhasil IPK-mu terjun bebas deh.

Bayangan wajahnya selalu terbayang di pelupuk mata sampai-sampai kamu susah berpikir. Kalo udah gini mendingan tanya lagi deh ke diri kamu, apa kamu mau seperti ini terus?

6. Kamu cenderung mengabaikan kebugaran

Mengabaikan kebugaran via www.mirror.co.uk

Sebelum punya pacar, kamu rutin olahraga, baik sendirian maupun rame-rame sama temenmu. Tapi sekarang kamu jadi gak pernah olahraga lagi gara-gara pacarmu malas olahraga, dan lebih suka nongkrong duduk-duduk.

Gak usah kaget ya kalo pakaianmu tiba-tiba tambah sempit. Paling-paling diceletukin, “Wah, susu/pisangnya cocok nih!”

7. Kamu melupakan orang-orang terdekatmu

Kamu melupakan sahabatmu via slowbuddy.com

Sahabat adalah orang yang selalu ada di saat sedih dan bahagia. Mereka adalah orang-orang yang selalu mendukungmu pada situasi apapun. Meskipun tak selalu diungkapkan, mereka pun akan selalu memikirkan kebahagiaanmu dalam hati.

Tapi coba renungkan lagi deh, apakah ketika kamu bahagia (baca: punya pacar), kamu masih ingat sama sahabat-sahabatmu? Jangan-jangan sekarang kamu udah jarang banget menerima ajakan mereka untuk kumpul dan lebih memilih kencan sama pacarmu.

8. Kamu jadi boros

Terlalu boros via finance.detik.com

Punya pacar bisa berarti pengeluaran kita meningkat dari biasanya. Namanya aja pacaran, otomatis biaya operasional kita sehari-hari bakal nambah untuk biaya jalan-jalan, nonton, makan, dan lain-lain. Patut diwaspadai kalo uang bulanan habis sebelum waktunya. Mungkin aja kalian terlalu hedon, kamu terlalu royal, atau si doi yang matre.

9. Kamu jadi sering telat atau bohong

Sering telat via www.monsterworking.com

Untuk jadi sukses, kita perlu menghargai waktu dan menghargai orang-orang yang udah bersedia membuat janji dengan kita. Tanpa itu, bisa dipastikan kolegamu bakal mundur teratur karena kamu gak bisa menghargai waktu yang mereka sediakan.

Lalu karena telat, kamu akhirnya mencari-cari alasan yang masuk akal sebagai alibimu, padahal sebenarnya kamu telat gara-gara pacaran melulu.

Nah, kalo gara-gara pacaran kamu jadi sering telat — baik itu ke kantor, kuliah, maupun janjian sama orang lain — dan jadi sering cari-cari malasan alias bohong, mungkinkah orang-orang bakal mempercayai kamu? Kepercayaan itu mahal lho!

10. Kamu Terkekang

Terpenjara oleh pacarmu sendiri via www.all4women.co.za

Nah, sebenarnya kamu menyadari poin-poin sebelumnya dan pengen kembali ke jalan yang benar. Tapi, ternyata pacarmulah yang terus “ngelendot” dan menahan kamu untuk tetap tinggal di sampingnya. Lebih parah lagi, kalo pacarmu sampai melakukan perilaku destruktif maupun kekerasan hanya untuk menahanmu. Kamu diperlakukan kayak barang miliknya dan semua kegiatanmu harus melalui persetujuannya.

Well, kalo sampai kayak gitu mending putusin aja, karena dijamin kamu gak bakalan maju kalo tetap bertahan sama dia.

Kita memang gak bisa sukses tanpa dukungan dari orang-orang terkasih dan rekan-rekan yang terpercaya. Tapi, disadari atau tidak, kadang pasanganmu itulah yang justru menahan langkahmu untuk sukses. Tanda-tanda gak sehat di atas mungkin bisa jadi renungan bagi kamu yang pengen maju tapi masih merasa jalan di tempat.