Hubungan yang serius adalah hubungan yang diidam-idamkan banyak pasangan. Hubungan serius bisa diartikan dengan jalan menuju pernikahan. Tapi tahukah kamu, hubungan yang serius selalu digoda dengan godaan yang serius pula.

Kenapa? Karena semesta ingin menguji keseriusan hubungan dengan berbagai godaan. Kalau kita bisa melewati godaan tersebut, artinya kita sudah benar-benar dianggap siap mencapai gerbang pernikahan. Tapi jangan senang dulu, ujian-ujian yang lainnya tetap akan ada. Untuk itu, mental saat ingin serius harus semakin diperkuat dengan pondasi yang bernama cinta.

Menjelang hari penting itu datang, terkadang hal-hal remeh jadi penyebab perdebatan yang bikin hati meradang

berdebat karena hal kecil via www.huffingtonpost.com

Cewek : Jadi kamu mau undangannya warna apa?

Cowok : Abu-abu

Cewek : Pink ajalah, dari kemarin aku pengennya pink

Cowok : Aduh, aku gak suka pink, pink itu cewek banget

Cewek : Ah terserah kamu! Gak usah nikah aja sekalian!

Percikan emosi yang kecil-kecil seperti ini sangat bisa bikin suasana yang tadinya baik-baik saja menjadi keruh, kalau kita tidak siap, bisa-bisa semua rencana pun batal. Kenapa emosi bisa menjadi sangat mudah terpancing? Karena mempersiapkan pernikahan itu ribet, gak mudah, menguras tenaga dan pikiran, jadi wajar mudah terpancing emosi. Tapi, harus pinter-pinter mengatur emosi ya, jangan sampai emosi membuat segalanya batal.

Entah kenapa tiba-tiba muncul keraguan di dalam hati. Apakah benar dia orang yang tepat untuk menemani hingga akhir hari?

Advertisement

Aku nikah sama dia? Yakin engga ya.. via www.psychalive.org

Keraguan pasti akan muncul saat dua sejoli sedang ingin mantap melangkah ke tahap selanjutnya, dan rata-rata semua pasangan mengalami hal tersebut

Tanpa disadari, saat ingin serius, selalu muncul perasaan-perasaan keraguan yang ada di pikiran. Pertanyaan keraguan tersebut sering bernada seperti penyesalan, ketidakinginan melanjutkan hubungan, bahkan ada niatan untuk membubarkan acara hanya karena keraguan. Wajar sih, namanya juga ingin serius, selalu aja ada bisikkan-bisikkan yang ingin memutuskan hubungan.

Solusi terbaik saat muncul keraguan adalah kembali kepada niatnya, membina hubungan yang baik

Orang ketiga kembali hadir dari masa lalu. Sudah dilupakan, tapi selalu saja ada rasa ingin kembali dipertanyakan

Kenapa kamu datang lagi? via 36.media.tumblr.com

Kenapa kamu baru datang saat aku sudah serius sama dia? Kenapa? Kenapa??

Entah dari mana datangnya, masa lalu sering muncul tiba-tiba. Gak ada angin gak ada hujan, bayangan yang lama seolah-olah kembali hadir. Kenangan-kenangan yang lama pun menjadi godaan yang berat. Apalagi, kalau orang ketiga itu benar-benar datang dan menghubungi. Kalau iman kamu gak kuat, acara pernikahan bisa berantakan. Tapi asal kamu tahu, itu sekedar kerikil kecil dalam hubungan. Jadi jangan mudah tergoda. Fokus saja sama orang yang serius sama kamu sekarang, bukan pada masa lalu.

Tiba-tiba pernikahan bukan lagi jadi impian. Tapi jadi peristiwa yang menyeramkan

tiba-tiba pengen lari via favim.com

Saat hubungan belum diseriuskan dan masih pacaran-pacaran biasa, pernikahan menjadi impian yang sangat diidam-idamkan. Tapi, menjelang hari H, semua persepsi keindahan itu pun sirna. Rasa-rasanya mental semakin hari semakin jatuh, pernikahan menjadi peristiwa yang menyeramkan. Ini hanya bisa dirasakan saat mereka sudah mau menikah, dan sulit dijabarkan seperti apa. Namun, kembali lagi, apakah perasaan ini mau diikuti atau dilewati, semua tergantung hati.

Ingat, semua tergantung kekuatan hatimu melewati semua ini

Tak ayal, ada juga rasa takut tidak bisa berkumpul dengan sahabat-sahabat terdekat. Rumah tangga di pikiranmu bikin jadwalmu makin padat

Setelah nikah masih bisa ngumpul gak yaaa via assets.kompas.com

Perasaan takut dikekang selalu ada, padahal sebelumnya sudah sepakat untuk tidak saling mengekang. Nah, hal-hal semacam ini menjadi ujian bagi mereka yang serius. Padahal, semua orang tahu, saat kita mulai masuk ke dunia yang baru, orang disekitar kita harus ikut memaklumi. Sebab, setiap orangpun pasti akan mengalami hal ini.

Namun semua keraguan itu akan hilang saat akad nikah telah usai dilaksanakan. Rasanya tak ada yang lebih membahagiakan selain bersanding dengannya

Saya terima nikahnya……..

Sah?

SAH! Alhamdulilah.

Percayalah, semua godaan-godaan itu akan hadir hanya sampai akad nikah. Setelah itu, cuma kelegaan yang kamu dan pasangan rasakan. Tidak ada lagi keraguan-keraguan, tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi orang ketiga. Semua akan kembali normal seperti biasa. Malah, bahagia kian menyelimuti.

Semesta tentu ingin menguji hambanya, apakah keseriusan mereka ini serius atau sekedar ucapan doang? Oleh sebab itu, untuk kamu yang sedang menjalani hubungan yang serius, bersabarlah. Bagaimanapun, setiap keseriusan punya ujian, dan setiap ujian punya hadiah yaitu kenikmatan. Kembali ke niat dalam hubungannya. Siapapun akan melewati fase, kuncinya bersabar dan tetap istiqomah.