Dek, tolongin ajarin ibu download Whatsapp ya….

Nak, Ini maksud petunjuknya gimana ya, Ayah belum ngerti juga. Kamu ngerti nggak? Kalau udah ngerti, ajarin ayah ya!

Sewaktu kecil orang tua lah yang menjadi andalamu dalam segala hal. Sebaik-baiknya tempat untuk belajar apa pun yang tak kamu ketahui sebelumnya. Mereka adalah guru pertama yang tak pernah bisa diganti oleh siapapun juga. Pagi, siang, malam tak pernah berkeberatan jika kamu meminta bantuan untuk memahami sesuatu, atau sekedar bertanya hal-hal random yang melintas di kepalamu.

Namun, seiring kamu tumbuh dewasa dan ayah dan ibu menua, semua menjadi kebalikannya. Kamu kini sudah bisa belajar sendiri tanpa harus dibimbing mereka. Sedangkan mereka, seolah mulai tergerus perkembangan zaman. Banyak hal baru yang dirasa sulit untuk dimengerti, seperti menggunakan alat elektronik, sampai mengerti istilah atau kata serapan baru yang asing ditelinga, juga berita isu nasional terbaru yang membingungkan.

Nah, sayangnya sikapmu dalam mengajar mereka berbeda dengan apa yang orang tuamu lakukan dulu. Kamu sering kali habis kesabaran, dan terkadang keluhan terlontarkan. Hei sebelum kamu benar-benar putus asa mengajari orang tua hal baru, pahami hal-hal ini terlebih dahulu.

Ayah dan ibu meminta bantuanmu, sebab mereka percaya kamu mumpuni dalam semua hal yang baru

Dek, kamu pasti ngerti istilah ini…. bantu ayah ya via middleearthnj.wordpress.com

Advertisement

Kamu itu sarjana, kerja di perusahaan besar. Pantas jika orang tua menganggap kamu sebagai anak kebanggan yang mumpuni dalam banyak hal termasuk sesuatu yang baru. Dari sana, mereka juga merasa kamu bisa membantu memahami segala hal yang tak dimengerti. Setidaknya mereka benar-benar punya tempat yang nyaman untuk bergantung, dan itu ya kamu.

Bahkan mereka tak pernah segan untuk bilang ke hampir setiap orang yang ditemui. Jika kamu anak yang jago dalam segala hal, dan benar-benar bisa mereka andalkan. Kalau sudah seperti ini, apa iya kamu masih akan putus asa membantu ayah atau ibu belajar hal baru?

Jika bukan kepada kamu, pada siapa lagi mereka harus meminta bantuan sekaligus mengandalkan diri untuk mengerti ini itu

Ini gimana ya mbak via www.huffingtonpost.com

Masa iya ada anaknya, tapi minta bantuannya justru ke orang lain. Bagaimana kata orang-orang yang melihat hal itu? Jangan sampai hal semacam ini menjadi bahan omongan yang kurang enak untuk didengar oleh ayah ataupun ibu.

Kedua orang tuamu pun tak pernah bilang langsung jika kamu adalannya. Namun, sebagai anak harusnya kamu mengerti dan sadar diri dengan tugasmu sebagai anak yang tak hanya membanggakan, menyenangkan, menjagan tapi juga membantu mereka di semua hal termasuk mengerti hal yang baru untuk mereka.

Gagal sekali dalam menjelaskan, harusnya tak membuat kamu hilang kesabaran. Ingat dulu mereka membantumu tumbuh, tanpa pernah mengeluh

Ini begini Bu…. via thesilverpages.com

Duh, ibu kok nggak ngerti juga sih dari tadi? Aku capek nih dari tadi ngulang itu lagi.

Iya mbak, maaf ya…. Abis ribet banget sih ini cara pakainya.

Bukannya membantu sampai mengerti, kamu justru melukai hati mereka dengan keluhan. Kalau sekarang posisinya dibalik. Kamu yang nggak mengerti-mengerti sedari tadi mendapat komentar sekaligus keluhan, kira-kira rasanya bagaimana? Sudah pasti nggak enak kan!

Mengajar siapapun itu perlu yang namanya kesabaran, terlebih jika itu orang tua sendiri. Kamu perlu tahu, kondisi umur orang tua yang semakin menua, menjadi salah satu penyebab daya serap mereka akan hal baru tak bisa disamakan oleh kamu yang masih sangat segar dan produktif. Mereka memerlukan proses yang cukup lama dan berulang kali dijelaskan untuk bisa mengerti

Jika kamu tak juga bisa melatih kesabaran, coba ingat bagaimana mereka membantumu tumbuh tanpa pernah mengeluh barang sepatah atau dua patah kata. Padahal kamu lebih parah menguji kesabaran mereka.

Kalaupun mereka tak lantas mengerti meski sudah diulang berkali-kali. Jangan langsung putus asa dan berhenti, coba jelaskan ulang dengan cara lebih pelan lagi

ayo belaar chat pake WA lagi, Bu…. via www.leadingage.org

Sudah diulang berkali-kali tapi ayah ibumu kurang mengerti. Rasanya memang capek, tapi tahu nggak jika ibumu dalam hatinya berharap kamu tak putus asa dan berhenti mencoba mengajarkan. Mereka ingin kamu mencoba cara lain yang mungkin lebih nyaman dan memudahkan mereka. Seperti misalnya, mencoba jelaskan ulang semuanya dari awal dengan bertutur yang lebih pelan dan terstruktur lagi metodenya.

Coba saja jika kamu omongkan dengan baik-bak ke mereka. Pasti keduanya senang dan semoga saja cara pelan-pelan seperti ini berhasil untuk membuat mereka mengerti, sekaligus merindukan  sosokmu yang sewaktu kecil masih sering bersama mereka.

Bu, sini kaka terangkan lagi cara pakai whatsappnya. Disimak baik-baik ya.

Iya Nak, makasih banget ya.

Semangat ya ibu! 🙂

Jangan lupa, baktimu kepada orang tua dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele. Sekecil mengajarkan mereka menggunakan smartphone

Seru kan ‘Yah kalau udah bisa via www.teenlife.com

Sampai kapanpun semua kasih sayang ayah atau ibu nggak pernah bisa kamu gantikan. Sebab itu banyak nasehat yang menyuruhmu berbakti kepada mereka sepanjang hayatnya. Urusan berbakti itu sendiri tak hanya pencapaian atau kesuksesan finasial yang kamu bagi ke mereka. Berbakti sendiri mencakup segala hal, mulai dari yang terkecil atau remeh-temeh seperti membantu mereka menggunakan ponsel atau smartphone.

Saat mereka sudah bisa menggunakan smartphone atau ponsel, kamu sendiri akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan mereka. Untuk memantau keadaan mereka, atau untuk sekadar memberi perhatian karena kamu sedang berada jauh dari mereka.

Berbakti itu sederhana kan? Tak perlu sebuah kemewahan untuk membuat mereka tenang dan senang.

Tak ada yang pernah sia-sia dari sebuah usaha, anggap saja membantu sama dengan membuat kamu lebih dekat dengan orangtua

yang penting kebersamaannya via www.tabloidbintang.com

Meski berkali-kali dijelaskan tapi ibu selalu lupa lagi dan lagi. Kamu tak boleh menganggap segala usaha itu sia-sia. Sebab tak ada yang benar sia-sia, jika tujuan membantumu itu membuat kamu lebih dekat lagi dengan orang tua.

Coba diingat-ingat, sudah berapa lama kamu terlalu sibuk dengan urusan duniawimu sendiri. Mereka menunggumu di beranda rumah, di ruang keluarga, di ruang makan setiap harinya tanpa pernah bisa mengeluh penantian serta kerinduannya itu.

Sudahlah perihal mengajarkan sesuatu ke orang tua itu tujuannya bukan hanya membuat mereka mengerti. Tapi tujuan utamnya ya untuk menyalurkan baktimu, perhatianmu, serta kasih sayangmu ke mereka. Manfaat semua waktu yang kamu punya untuk menemani hari tua mereka. 🙂