Cinta sejati itu datang dari ketulusan. Tapi apa iya ketulusan hanya datang dari penerimaanmu pada dirinya yang apa adanya? Selama ini pengertian tulus seperti disempitkan hanya pada satu konsep. Padahal tulusnya kamu ke pasangan bisa ditunjukan ke hampir setiap hal.

Alih-alih kamu terjebak di kesepakatan “terima apa adanya” yang justru bisa menjebakmu di hubungan yang stagnan. Lebih baik ketulusanmu ditunjukan lewat hal-hal sederhana ini.

1. Menghargai segala upaya yang dia lakukan untuk membuat hubungan kalian berjalan dengan baik.

menghargai segala usahanya via elizabethwellsphoto.com

Baik atau tidaknya hubungan ditentukan dari kerja sama kalian, tak hanya urusan kenyamanan, tapi juga membawa hubungan terus maju ke depan. Dari semua upaya yang dia lakukan itu yang bisa jadi perantara kamu memperlihatkan ketulusan mencintai dia. Mau seperti apapun upayanya – besar atau kecil – kamu tetap selalu menghargainya.

Buatmu usaha yang dia lakukan itu bagian dari kesungguhan. Apalagi saat ingat membawa hubungan selalu berjalan dengan baik itu bukan hal yang mudah. Ada ego yang harus dikesampingkan, ada kesabaran yang harus dikedepankan, ada juga pengertian hingga kepercayaan yang harus dijaga baik-baik.

2. Bukan cuma menerima kekurangan, tapi kamu juga bersedia membantunya untuk memperbaiki diri.

Advertisement

bantu memperbaiki diri via dylandsara.com

Pasanganmu sama seperti kamu dan manusia lainnya yang tak bisa sepenuhnya sempurna. Dia memang punya kelebihan yang bisa kamu banggakan, tapi bukan berarti kekurangannya itu kamu sepelekan atau bahkan permasalahkan.

Mencintai dia dengan tulus bukan hanya persoalan menerima dan menutupi kekurangannya. Tapi, kamu tak segan untuk membantunya berbenah diri. Bukankah hidup ini memang sebuah proses belajar untuk terus memperbaiki kekurangan. Usaha berbenah diri juga lah yang membuat kamu, dia juga hubungan kalian terus berjalan maju ke depan.

3. Buatmu membantunya bukan sebuah keharusan tapi bagian dari pengertian dan kepedulian. Karena itu tanganmu selalu terbuka untuknya.

tangannya selalu terbuka untukmu via www.logancoleblog.com

Sebagai mahkluk sosial kamu dan dia memang sudah seharunya saling tolong menolong. Terlepas dari persoalan ikhlas atau tidaknya. Tapi sebagai seorang pasangan, menolong dia yang kamu cintai justru bagian dari sikap pengertian dan kepedulian. Tanpa perlu diminta olehnya, tanganmu selalu terbuka. Sebab kamu sendiri yakin, seberat apapun masalah atau sekadar pekerjaan akan bisa terselesaikan jika dihadapi bersama-sama. Nggak perlu juga kamu hitung sudah sebanyak apa uluran tangan yang sudah kamu berikan.

4. Mau belajar menyukai hal-hal yang dia suka, supaya kalian bisa menikmati waktu berdua lebih banyak

menikmati waktu bersama via elizabethwellsphoto.com

Buatmu membaca itu membosankan sekali, tapi demi dia kamu mau mencoba melakukannya. Dengan harapan kamu bisa lebih banyak waktu untuk berbagai banyak hal dengan dia dari apa yang kamu baca. Atau kamu orang yang tak pernah suka melakukan perjalanan jauh, apalagi harus bersusah payah. Tapi lagi-lagi demi bisa menikmati waktu berdua sembari mengumpulkan pengalaman, kamu pun mulai mau menemani dia bervakansi.

Apapun yang berkaitan dengannya akan berusaha kamu pelajari dan biasakan, sekalipun itu hal yang tidak kamu suka. Sebab, bersusah payahmu ini akan terbayar dengan kebersamaan.

5. Kamu menjaga emosimu untuk tak marah berlebihan, meski kesal sudah tak tertahankan.

menahan emosi via dylandsara.com

Amarah itu manusiawi. Kamu sendiri seringkali khilaf atau lepas kontrol dengan emosi yang ada di diri. Tapi bersama dia yang kamu cintai, kamu benar-benar berusaha menjaga emosi. Sekesal apapun dirimu kepada dia, kamu tetap tak ingin menyakiti hatinya. Seperti kata orang, kalau kamu tak bisa membuatnya tertawa karena memang sedang dikekang amarah, setidaknya kamu tak membuat dia tersakiti. Begitu pun dengan dia yang berusaha untuk menenangkan dirinya.

Cinta itu memaafkan, dan penuh kesabaran.

6. Kamu bisa membedakan mana hal yang perlu didukung dan mana yang memang harus dilarang.

Bukan melarang, tapi paham membedakan sesuatu yang baik untuknya via www.logancoleblog.com

Dari segi usia, pastinya kalian sudah sama-sama dewasa. Sudah tahu mana yang baik dan tidak, mana yang perlu mana yang tidak. Alih-alih menjadi pasangan yang serba protektif dan melarang dia melakukan ini itu, kamu justru mendukung dia melakukan banyak hal. Pastinya dengan catatan hal itu memberi pengaruh postif kepadanya. Tapi, kamu akan jadi orang pertama yang melarangnya, jika memang hal yang dia akan lalukan itu tak baik dan bukan hal penting untuk dilakukan.

Kamu hanya tak ingin dia membawa dirinya pada masalah yang seharusnya bisa dihindari.

7. Hubungan itu tentang kesepakatan bersama, karenanya kamu berusaha tak memaksakan kehendak, tapi coba mencari jalan tengah yang terbaik.

Tak pernah memaksakan kehendak via www.afistfullofbolts.com

Tulus sudah pasti sepakat. Karena itu, kamu menjalani hubungan tidak dengan modal memaksakan kehendak. Kamu mengajak dia mencari jalan tengah yang tak memberati dan pastinya bisa membuat kalian sama-sama nyaman. Dalam mindset-mu hubungan yang sehat itu bukan yang diisi dengan paksaan, tapi kesepakatan.

Sebab mencintai apa adanya tanpa tuntutan bukan ketulusan yang bisa membawa hubungan kalian maju ke depan sampai kapanpun. Kamu dan dia perlu usaha bersaam untuk mewujdkan segala harapan. Setidaknya cinta tulus kalian bisa sama-sama berbuah kebaikan ke kamu, dia dan ke hubungan ini.