“Anak sulung biasanya galak, suka ngatur dan bossy banget!”

“Mentang-mentang anak tertua nih, suka banget nyuruh-nyuruh adiknya!”

“Biasanya sih kalau anak sulung itu penyayang walaupun nggak mau ngalah.”

Ungkapan-ungkapan di atas ternyata bukan cuma mitos, lho! Banyak di lingkungan sekitar kita yang membuktikan ungkapan-ungkapan tadi. Apakah kamu salah satunya? Kalau kamu anak sulung coba deh cocokkan karaktermu dengan ke-delapan karakter anak sulung ini!

1. Perfeksionis dan detail ada dalam kepribadian mereka. Semua diperhatikan sampai ke akarnya

anak sulung perfeksionis dengan sejuta pesonanya via earsontahoe.com

“Punya banyak temen yang kebetulan dia anak sulung, Aku juga anak sulung sih. he he. Emang bener kalo disebut perfeksionis atau detail banget, karena sebagai anak tertua kita terbiasa melihat segala hal dengan teliti dan nggak asal. Mengerjakan PR adik misalnya, kalau asal kan kasihan adiknya, bisa dapet nilai jelek.”

Ayu, 23 Tahun

2. Anak sulung biasanya berjiwa pemimpin. Ia terbiasa mengendalikan semua hal agar lancar

Advertisement

bossy dan suka ngatur via collajmag.com

Tidak ada yang menyangkal kalau anak pertama itu bossy dan suka nyuruh ini itu, biasanya sih “korbannya” adik-adiknya. He He.

Nggak ada yang salah sih kalau kamu bossy, tapi tetap ada tahap wajar dan jangan mengulang zaman penjajahan dulu, ya.

3. Sebagai anak pertama si sulung biasanya lebih peka dibanding adik-adiknya.

lebih peka dengan hal-hal kecil via fightfibro.net

“Aku anak kedua setelah kakakku yang pertama. Kakakku sabar sih, dia baik juga. Tapi dia peka banget. Misalnya nih, waktu mama dan papa lagi cekcok kecil, kakak pasti langsung bawa adik-adiknya ke kamar dan setelin musik kenceng-kenceng supaya nggak denger cekcok mereka.”

Dessita, 20 Tahun

4. Karena dilahirkan sebelum adik-adiknya, anak sulung biasanya lebih dulu menemukan hal-hal baru di keluarga.

kreatif sih, mau belajar juga via paranaportal.com.br

Karena dilahirkan paling awal dalam keluarga, anak sulung biasanya kreatif dan paling banyak tahu tentang banyak hal. Misalnya saja, tempat-tempat terbaik untuk menikmati sinar matahari saat pagi hari, atau tempat dimana ibu menaruh koleksi gelas antiknya. Yang nantinya hal ini akan ia tularkan pada adik-adiknya.

5. Si sulung biasanya penyayang dan tidak pelit. Tanpa diminta ia akan dengan senang hati berbagi

anak sulung biasanya penyayang via pinterest.com

Kalau sedang di mall atau supermarket dan si anak sulung berniat membeli cokelat, biasanya dia akan membeli lebih dari satu. Kenapa? Karena tentu saja dia akan ingat adiknya di rumah yang sama-sama suka ngemil cokelat. Sifat penyayangnya ini tumbuh secara alami saat ia dilahirkan menjadi anak tertua di keluarga yang memang wajib ngemong adik-adiknya.

6. Walau agak sedikit usil, si sulung itu nggak nakal. Sedari kecil mereka sudah terbiasa bertanggung jawab

nggak nakal, tapi agak usil gitu via alternet.org

Momen paling mengasyikan bagi si sulung adalah saat bisa bercanda ria dengan adik-adiknya. Menyembunyikan remote TV atau mainan kesayangan si adik biasanya menjadi kebiasaan usil anak sulung. Walaupun ini terkesan menyebalkan, tapi nggak bagi anak sulung, ia menganggap ini momen berharga dan mengasyikkan dengan adik-adiknya.

7. Tegar dan tidak mudah goyah. Secara alamiah anak sulung dituntut untuk lebih kuat untuk melindungi keluarga dan adik-adiknya.

anak sulung sih biasanya tegar dan kuat via thoughteatalog.com

Sama seperti Ayah, peran anak sulung juga biasanya dekat dengan jiwa kepemimpinan. Sikatnya yang dituntut untuk selalu tegar dan tidak boleh cengeng dalam kondisi apapun membuatnya menjadi pelindung keluarga serta adik-adiknya.

8. Sabar dan tangguh selalu ada dalam diri mereka. Si sulung memang sudah punya takdir untuk jadi tumpuan keluarga

si penyabar dan mudah mengalah via theindiansailor.com

Bayangkan saja jika si sulung bukan tipe penyabar. Apa yang akan adik-adiknya katakan kelak jika memiliki kakak yang suka berkata kasar atau suka main tangan. Aduh serem! Tapi kebanyakan, anak sulung itu selalu lebih sabar dan bisa mengalah terhadap adik-adiknya. Karena ia memang ditakdirkan untuk menjadi tumpuan adik-adik serta keluarganya kelak.

“Berbanggalah menjadi seorang kakak, tidak semua orang bisa merasakan bagaimana nikmatnya melihat adik-adik tersenyum, adik-adik ramai tertawa, serta adik-adik menangis bersaut-sautan tiada henti. Itu anugerah, percayalah!”