Mana ada hubungan cinta yang tak diwarnai momen saling diam atau pertengkaran? Ketika dua orang memutuskan hidup berdampingan, gesekan-gesekan kecil dari waktu ke waktu tak akan terhindarkan. Ketika momen itu datang, wajar bila kita merasa kacau dan butuh teman. Hati akan lebih lega dengan menceritakan keluh kesahmu pada sahabat, keluarga, bahkan teman-temanmu di sosial media.

Namun menceritakan “keborokan” pacar atau halangan yang kalian hadapi dalam hubungan tak selalu mencerminkan sikap yang dewasa. Bukan tak mungkin hubunganmu justru akan hancur karena hal sepele yang dibesar-besarkan dan terlalu banyak orang yang turut campur. Ada kalanya, justru, hal yang lebih baik adalah berusaha tetap tenang dan cukup menyelesaikan masalahmu berdua saja. Memang benar nasihat orangtua: jika mau hubunganmu langgeng selalu, jangan bocorkan aib pacarmu.

Membatasi apa yang orang lain ketahui akan menjauhkanmu dari “gelar” pasangan yang hobi mengumbar masalah pribadi

Kok sukanya cerita semua? via vantida.blogg.se

Kamu mungkin sudah pernah melihat pasangan dengan tipe seperti ini sebelumnya, bukan? Hal pertama yang terlintas di pikiranmu adalah cara mereka yang tidak bijak dalam “menyelesaikan” masalah mereka. Ya, masalah tak akan selesai dengan sendirinya kalau hanya diceritakan saja. Masalah baru akan mereda ketika pihak-pihak yang terlibat duduk baik-baik dan membicarakannya.

Orang lain bisa saja tidak nyaman ketika kita sembarangan menceritakan hal-hal paling pribadi dari pasangan kita. Sahabat baik pacarmu, misalnya, tentu tidak mau mendengar kebiasaan pacarmu ketika sedang berduaan bersamamu. Kalau hal-hal yang mesra saja dia tak mau dengar, apa lagi hal-hal yang tak mengenakkan?

Advertisement

Daripada dicap sebagai pasangan yang hobi umbar masalah pribadi, ada baiknya kamu lebih mawas diri dan lebih berfokus pada solusi permasalahan kalian. Jika kamu memang begitu terbebani, coba lupakan sejenak bebanmu dengan bekerja lebih produktif atau belajar untuk kuis dan ujian di kampus.

Semakin banyak teman tempatmu berbagi cerita pribadi, semakin banyak pula nasihat subjektif yang tak bermanfaat bagi hubunganmu.

Asal memberikan opini via www.mondanite.net

Sebagai teman, mereka memang akan selalu membantumu di segala situasi. Kedekatan ini membuatmu ingin selalu membagi rasa suka dan duka yang sedang kamu rasakan. Tapi ada baiknya kamu menahan diri jika sudah masuk dalam ranah hubunganmu dengan kekasih. Pasalnya, bisa jadi nasihat dan opini yang mereka utarakan tentang masalahmu bisa jadi hanya bersifat subjektif yang melulu membelamu sebagai pihak yang benar. Dengan pengertian seperti ini kamu pun tak akan bisa memahami perasaan kekasihmu yang sesungguhnya, dan bukan tak mungkin kamu tak pernah menyadari bahwa yang sebenarnya kamulah yang harus meminta maaf padanya atas masalah yang kalian hadapi.

Tak hanya opini yang berbias dari temanmu. Tapi pandangan mereka tentangmu dan hubunganmu bisa juga akan menjadi buruk di mata mereka. Secara tak sadar kamu telah memberi mereka peluang untuk menilaimu secara bebas sesuka hati mereka. Jadi, jika ada tanggapan tak mengenakan yang kamu dengar dari temanmu, jangan salahkan dia, ya. Mungkin itulah mengapa kamu harus belajar mulai bijak dalam membagi segala masalah pribadimu.

Restu dari keluarga yang sebelumnya sudah kamu kantongi, bisa sirna saat mereka menyaksikanmu tersiksa karena emosi

Keluarga saling mendukung via imgbuddy.com

Keluarga merupakan orang yang paling sayang kepadamu lebih dari semuanya. Tak ayal dukungannya kepadamu pun sangat tinggi, bahkan terkadang tak peduli jika kamu salah atau benar, mereka akan selalu ada di belakangmu. Terbayang bukan jika keluargamu ikut campur dalam masalahmu dengan kekasih? Emosimu yang sebenarnya hanya sesaat pun akan menyulut kemarahan keluargamu pada kekasihmu. Bukan tak mungkin kamu akan kehilangan restu dari mereka. Bahkan jika tidak, kamu akan mendapat opini dan nasihat yang hanya menambah bebanmu pada hubungan yang sedang kamu jalani.

Kemarahan orang sekitar atas kesalahan pasanganmu sama sekali tak membantu hubunganmu menjadi lebih baik

Hubunganmu bisa semakin renggang via pinsta.me

Harapanmu yang salah tentang efek dari mengumbar masalah pribadi tak jarang karena kamu ingin mendapat dukungan orang sekitar sehingga kekasihmu akan menyadari bahwa ia salah dan segera meminta maaf padamu. Padahal kejadian bisa saja terjadi sebaliknya. Kamu akan membuat kekasihmu malu dan berpikir kalau reaksimu berlebihan sampai melibatkan banyak orang. Bahkan jika kamu akhirnya berlapang dada memaafkan dan berhasil berbaikan dengannya, orang-orang yang kamu libatkan pun akan tetap mempertanyakan cara berpikirmu dan tetap menganggap bahwa kekasihmu bukanlah orang yang baik bagimu. Padahal, kamu sekarang sadar bahwa masalah akan terjadi pada setiap perjalanan hubungan cinta dan merupakan proses pendewasaan bagi kalian berdua. Bukan tak mungkin opini buruk dari orang-orang ini justru akan menambah masalah pada hubunganmu.

Stop berkeluh kesah soal permasalahan hubunganmu di media sosial milikmu, karena dunia tak punya hak mengetahui hal buruk yang sedang terjadi pada hubunganmu

Update status via pinsta.me

Berkeluh kesah di media sosial mungkin sudah wajar dilakukan oleh anak muda jaman sekarang. Rasanya, ada sesuatu yang mengganjal di pikiran jika kamu belum mengutarakan perasaanmu untuk mengawali hari. Tapi, ada baiknya kebiasaan ini tak membuatmu membuka semua masalah pribadimu di media sosial manapun. Karena dengan mem-posting kemarahanmu seputar masalah pribadimu sama saja tak menghargai dirimu sendiri dengan membiarkan semua aibmu terbuka dan membiarkan orang lain menilaimu dengan bebas dari segala perkataanmu di media sosialmu itu.

Bukan berarti kamu tak boleh menceritakan dan berkeluh kesah dengan siapapun. Tetapi harus dengan bijak kamu melakukannya. Ceritakanlah permasalahanmu hanya pada orang yang kamu percaya dan kamu yakin bisa memberimu nasihat yang baik. Tetapi, jika masalah yang kamu hadapi sepele, kenapa tidak kamu hadapi sendiri dengan gagah?