Dalam sebuah hubungan seringkali kamu bersama pasangan mengalami berbagai ujian. Pasang-surut ini sebenarnya kalau dijalani dengan kepala dingin bisa segera terlewati. Sayangnya tak semua persoalan kalian selesaikan dengan cara yang baik. Salah satunya kalau pasanganmu ternyata protektif banget.

Sikap protektif pasangan sebenarnya adalah bentuk cinta dan sayang padamu. Dia ingin segala sesuatu buat kamu selalu yang terbaik. Oleh karena itu, tak heran jika berbagai hal diurusi, mulai dari yang remeh-temeh seperti penampilan hingga cemburu buta terhadap teman lawan jenismu dilakukannya.

Demi rasa yang telah menggelora dalam jiwa, kamu masih saja menerima perlakuan itu. Padahal jika sikap protektifnya ini udah kelewatan, tak ada lagi alasan tetap bersamanya.

1. Meski dia ingin yang terbaik buatmu, bukan berarti dia bisa mencampuri semua urusanmu. Dia tak seharusnya masuk ke kehidupanmu sedalam itu

Dia tak berhak mengaturmu sedalam itu via favim.com

Hal satu ini tanpa kamu sadari sebetulnya sering terjadi. Namun karena bersamaan dengan aktivitas yang kamu lakukan, sikap protektif pasanganmu seperti tak terlihat. Kamu santai saja bersamanya, tapi tak ayal rasa kesal kadang bermunculan. Kamu kesal dengan sikap dia yang hampir mengurusi segala kebutuhanmu. Sesekali memilihkan busana atau mengingatkan barang-barang yang dibawa ketika kamu ingin pergi traveling pun tak masalah.

Advertisement

Tapi yang dia lakukan sudah mulai berlebihan. Dia seperti mengatur semua aspek yang ada di hidupmu. Mulai dari cara kamu berpakaian, makanan apa yang hanya boleh kamu makan, atau dengan siapa saja kamu boleh berinteraksi. Kalau sudah begini, kamu berhak meninggalkan dia dan bersama yang lebih baik.

2. Perhatian darinya seharusnya tak menjadikanmu seperti tahanan. Kamu bukan penjahat wajib lapor 24 jam kan

Kamu bukan tahanan

Perhatian dari pasangan adalah hal yang memang selalu kamu harapkan. Ini jadi salah satu bukti bahwa hubungan kalian memang berjalan dengan baik, karena kamu dan dia sama-sama peduli. Namun, perhatian yang datang tak seharusnya membuatmu makin tak punya ruang gerak. Saking dia perhatian, kamu jadi tak punya ruang untuk melakukan hal yang kamu sukai.

Perhatian dia mulai berlebihan saat dia mulai terlalu mengkhawatirkanmu. Sehingga kamu mulai dilarang melakukan semua kegiatan yang menurutnya tak baik untukmu. Setiap detiknya kamu juga diwajibkan melaporkan bagaimana kondisimu. Dia sama sekali tak memberimu jarak. Padahal jarak selalu menjadi salah satu hal penting dalam hubungan.

3. Melarangmu berteman adalah kesalahan besar. Kamu tak seharusnya kehilangan lingkungan sosial setelah bersama dia

karena mereka kalian bisa jadian via www.yourtango.com

Harapan kamu saat berhasil bersamanya tentu ingin dia menyelami kehidupanmu. Bukan hanya kedekatan dia dengan keluarga, tapi juga teman-teman kamu. Nah sayangnya hal itu kadang nggak terealisasi. Entah karena baginya teman-teman kamu ada yang nggak disukai atau cara bergaulnya yang dinilai buruk sama dia.

Awal jadian sih larangan-larangan kecil masih jarang, tapi lambat laun sering dilakukannya. Padahal kamu udah nyaman berteman. Sebaiknya pun bicarakan masalah ini baik-baik, tapi kalau tak ada titik temu ya memang saatnya menyudahi.

4. Dia membuatmu jadi orang yang tak mandiri. Padahal tetap harus ada hal yang sebaiknya kamu lakukan seorang diri

Ada hal yang tetap harus kamu lakukan sendiri via dylandsara.com

Sikapnya yang sangat perhatian ke kamu kadang buat dirimu terlihat seperti nggak bisa melakukan apapun. Meski kamu sendiri udah punya cara mempersiapkan maupun mengerjakannya, tetap saja dia selalu turun tangan. Jujur saja lama-lama kamu jengah karena itu bukan dirimu sebenarnya.

Kamu pun merasa tak ada gunanya. Dia tiba-tiba mengubahmu menjadi pribadi yang tak lagi mandiri. Ia berupaya agar kamu bisa bergantung padanya. Padahal sesekali, memang harus ada hal yang sebaiknya kamu lakukan sendiri. Tak perlu ada dia yang terus menemani.

5. Cemburunya pacar kadang bikin kamu gemas. Tapi pikirkan untuk menyudahi jika dia sudah kelewat batas

Tinggalkan kalau sudah kelewat batas via www.logancoleblog.com

Cemburu tanda cinta adalah cemburu yang ada batasnya. Saat dia memang terbukti melenceng dari komitmen, kecemburuan pada dirimu adalah sebuah kewajaran. Tapi bagaimana kalau dia mulai cemburu pada hal-hal yang tak masuk akal? Seperti cemburu pada kesibukanmu? Sepertinya kamu perlu berpikir ulang untuk terus bersamanya.

6. Apa yang kamu lakukan memang kadang salah. Namun bukan berarti kamu bisa dikritik terus-terusan tanpa saran yang membangun

Harusnya ada saran yang membangun via thoughtcatalog.com

Namanya juga manusia, siapapun pasti pernah melakukan kesalahan. Kalau nggak pernah merasa salah, kapan akan mengerti tentang suatu kebenaran? Selain penyesalan dalam diri, kamu harus terima konsekuensi seperti dimarahi oleh sekitar. Namun kalau hal tersebut datangnya terlalu sering tentu kamu nggak betah menghadapinya. Apalagi kesalahan sepele yang dibesar-besarkan, lalu kritik darinya tak habis-habis. Bagimu bukan lagi memusingkan hal tersebut dalam ucapan, tapi perbaikan dirilah yang diutamakan untuk ke depannya.

Bentuk cinta dan kasih sayang setiap orang memang berbeda. Ada yang berupa doa maupun perhatian kepada pasangannya. Dia boleh saja menuangkan perasaan memilikimu lewat perhatian-perhatian, sayangnya hal ini suka menjadi berlebihan. Kamu pun jengah, lantas berbagai cara penyelesaian ditempuh agar hubungan tetap bertahan. Namun jika dia masih saja tak mengubah sikap protektifnya, buat apa masih dipertahankan?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me