“Sayang, sepertinya kita perlu break dulu”
“Lah? Kenapa sayang?”
“Biar kita bisa fokus nyelesain urusan masing-masing dulu”
“……..”

Hubungan memang tak selamanya berjalan lancar. Kadang kamu juga akan menemui hambatan yang mengganggu perjalanan hubunganmu dengan dia yang kamu sayang. Bisa jadi hambatan itu berupa sifatnya yang tidak kamu suka, sifatmu yang tidak dia suka, perkara orangtua atau bahkan perkara pihak ketiga. Semua masih mungkin untuk terjadi.

Kadang, kamu merasa bahwa “break” atau memberi jarak pada hubungan kalian adalah satu-satunya jalan agar bisa menyelamatkan hubungan. Tapi apa iya bisa demikian?

Kata orang, break memberi waktu agar kalian bisa berpikir lebih jernih. Tapi apa iya kenyataannya begitu?

Memberi jarak via www.thedummynerd.com

Biasanya, tujuan untuk memilih break dalam hubungan adalah agar masing-masing dari kalian bisa berpikir lebih jernih. Bisa jadi waktu break tersebut ingin kalian gunakan untuk menata kembali masalah-masalah yang dulu pernah ada dan mencoba untuk menyelesaikannya.

Advertisement

Coba deh lihat kenyataannya. Gak mungkin kamu bisa berpikir lebih jernih dalam situasi seperti itu. Situasi dimana hubunganmu tengah berada diujung tanduk dengan sedikit opsi untuk memperbaiki. Mengurangi kontak dan memutuskan untuk tidak bertemu malah bakal bikin pikiranmu gak menentu.

Break konon buat menata hidup dulu. Tapi alih-alih menata, biasanya kamu malah terlalu sibuk menikmati masa sendiri

Kamu malah menikmati masa sendiri via fc01.deviantart.net

Kamu mau beralasan bahwa dengan break kamu bisa menata kehidupan sendiri-sendiri sebelum nanti bertemu lagi? Bisa jadi sih, jika kamu memang mampu melakukannya sih gak papa. Toh waktu pribadi dan cita-cita pribadimu juga penting demi menata masa depan yang sudah kamu impikan.

Tapi kalau alasan breakmu seperti itu, ujung-ujungnya malah kamu terlalu enjoy dan menikmati masa sendirimu. Kamu bakal lupa sama yang namanya pacarmu dan cenderung meninggalkan dia yang selama ini bisa jadi membatasi gerakmu.

Dalam Break, kamu bisa saja menenangkan diri. Tapi yakin kamu tenang kalau liat hubungan orang baik-baik aja dan hubunganmu nggak?

Yakin gak makin panas kalau liat orang pacaran

“Aku pingin kita break biar bisa nenangin pikiranku dulu, ya?”
“Kalo itu maumu sih gak papa. Aku nurut aja”

Banyak loh diantara kita yang memilih break agar bisa menenangkan diri. Kamu berharap untuk bisa memberi sedikit ruang agar pikiranmu jadi lebih tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Kamu ingin agar dalam masa break yang kamu jalani, hubungan kalian bisa lebih baik.

Sayangnya, apa kamu bisa tenang kalau melihat bagaimana hubungan orang lain baik-baik saja sedangkan hubunganmu diujung tanduk? Setiap kamu jalan dan melihat ada pasangan yang mesra-mesraan, kamu kepikiran hubunganmu. Setiap kamu jalan dan liat ada pasangan yang lagi boncengan, kamu inget hubunganmu. Yakin, kamu bisa tenang kalau gitu?

Yang harus kamu tau, kemungkinan waktu break digunakan untuk introspeksi itu tipis sekali. Yang banyak malah kamu atau dia pasti nyoba bertemu orang yang baru

Bisa jadi kamu malah bertemu orang baru via blogs.nottingham.ac.uk

Memang ada yang bilang bahwa dengan break kamu bisa introspeksi dan memperbaiki hubunganmu yang hampir rusak itu. Dengan memberi jarak antara kalian, masing-masing dari kalian bisa berpikir dan mencari jalan terbaik untuk hubungan kalian.

Sayangnya, kebanyakan kasus malah tidak demikian. Banyak yang malah menggunakan masa break untuk menemukan pasangan yang baru. Kamu dan dia bisa jadi malah mencari kenalan baru yang mengisi hatimu. Alih-alih balikan dan saling berkomitmen untuk memperbaiki hubungan, bisa-bisa malah kecantol pihak ketiga dan kalian ujung-ujungnya putus.

Mungkin break emang bagus kalau akhirnya balikan dan saling menguatkan. Hanya saja, balikan setelah break itu jarang, loh

Yang balikan setelah break jarang loh via www.popsugar.com

Break memang bisa kamu gunakan untuk bisa saling menguatkan. Dengan break, kalian mungkin bisa saling menyadari bahwa hubungan dan saling mengerti itu penting. Dengan begitu, kamu dan dia bisa saling menguatkan dalam hubungan dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Tapi selamanya tujuan break tersebut bisa tercapai. Adakalanya kamu malah semakin menyadari bahwa sebenarnya hubungan kalian ini sudah dipaksakan dan tidak ada lagi masa depan. Yang perlu kamu tau, presentase mereka yang balikan lagi dan memperbaiki hubungan setelah break itu sedikit loh.

Introspeksi waktu break bisa saja. Tapi kalau ujung-ujungnya ingin putus kan sama aja….

Kalau ujungnya putus mah sama aja via www.theswexperts.com

Nah, ini yang nyesek. Kadang kamu bisa meyakinkan dirimu sendiri bahwa dengan break kamu bisa introspeksi dan bakal balikan lagi. Tapi kenyataannya apakah demikian? Kamu kadang bisa capek-capek memutuskan untuk break dan menjalani proses break tersebut dengan sepenuh hati.

Lantas jika endingnya kamu dan dia tetap memutuskan untuk pergi dan mengakhiri hubungan kan semuanya sia-sia. Segala upaya yang sudah kamu lakukan berakhir tanpa hasil yang kamu harapkan. Tapi apa dayamu, kan kata putus sudah tercapai dalam hubungan kalian berdua.
Nah, setelah kamu tau hal-hal tersebut masih yakin untuk tetap memilih break. Daripada membuang waktu untuk hubungan yang kamu sendiri gak yakin, mending segera putus dan segera move on kalau hubunganmu sudah gak yakin bisa diperbaiki.