Kata cewek-cewek, cowok itu suka menyebalkan. Saat masih PDKT, manisnya minta ampun seolah kalau toh si cewek minta bulan, dia akan mengabulkan. Tapi kalau sudah pacaran, sedikit-sedikit manisnya berkurang. Emang sih nanyain dengan perhatian sudah makan apa belum, tapi pakai embel-embel peringatan ‘nanti mati lho’.  Jadi gagal manis.

Padahal memang seringnya jangka waktu hubungan menentukan sikap pasangan. Waktu baru jadian, masih romantis-romantisnya, perhatian apapun di berikan. Semakin lama semakin berkurang, hingga akhirnya saat hubungan sudah berjalan terlalu lama, hubungan kamu dan dia justru lebih mirip sahabat baik daripada sepasang kekasih. Tentu saja itu bukan karena cinta yang berkurang, tapi karena kalian sama-sama sudah sangat terbiasa dengan kehadiran masing-masing.

Kalau hubunganmu dengan dia sudah berjalan bertahun-tahun, mungkin hal-hal ini sudah kamu alami.

1. Kalian memang tidak ngobrol, SMS, atau teleponan sepanjang hari. Tapi kalian sama-sama tahu sedang sibuk apa saat ini

Ngobrol di telepon nggak sesering dulu via mic.com

Saat awal-awal pacaran, HP adalah hal yang nggak pernah lepas dari kamu. Mulai dari bangun tidur, makan, sampai ke kamar kecil pun kamu akan membawa HP. Alasannnya supaya kamu bisa ngobrol dengan Yang-mu setiap saat. Kalau dia nggak balas SMS dalam waktu satu jam, kamu langsung panic bukan kepalang. Tapi itu dulu. Setelah hubunganmu sudah bertahun-tahun, kamu bahkan jarang SMS atau telepon dia. Paling hanya mengucapkan selamat pagi waktu bangun tidur, dan cerita sebentar sebelum tidur. Tapi anehnya kamu dan dia sama-sama tahu masing-masing sedang sibuk apa.

Advertisement

Jam segini dia emang nggak bisa ditelepon. Paling lagi futsal sama teman-teman kantornya.

2. Dulu kalau dia ngga sempet nghubungin karena kerjaan, kamu jadi uring-uringan. Sekarang sih dia sibuk karena kerjaan sih bikin kamu santai, toh demi masa depan.

Kalau dia nggak bisa dihubungi, nanya ke teman sekantornya aja via blog.se.happypancake.com

Dulu kamu inginnya dia selalu laporan padamu ke manapun dia pergi. Makan siang di mana, dengan siapa, menunya apa, kamu harus tahu. Setiap dia pergi keluar kota, dia juga harus melaporkan setiap jam posisinya. Alasannya supaya kamu bisa tenang dan nggak kepikiran. Tapi sekarang, kamu sudah maklum kalau dia nggak bisa dihubungi dan SMS-SMSmu nggak dibalas. Apalagi kalau di jam-jam kerja. Kalau memang kamu khawatir, kamu akan menghubungi rekan kerjanya sekadar menanyakan keadaannya. Asal dia baik-baik saja, itu sudah membuat kamu tenang. Kamu juga nggak pernah kesal kalau dia mendahulukan urusan kerjaan. Toh, dia kerja juga untuk masa depan kalian.

3. Obrolan kalian juga nggak bisa lagi diterjemahkan dengan bahasa manusia biasa. Hanya kamu dan dia yang paham apa maksudnya

Kamu dan dia punya bahasa sendiri via tipsofdivorce.com

Yang, udah isi belum?

Belum nih.

Kita isi yuk? Kamu siap-siap ya. Bentar lagi aku sampai.

Kalau lain mendengar percakapan kalian tadi, bisa-bisa yang muncul di pikirannya adalah soal hamil-perhamilan. Padahal yang kamu maksud adalah sudah isi perut belum? Kalau belum, ayo kita makan bareng. Karena kalian sudah bersama sekian lama, dan terbiasa berkomunikasi dengan banyak cara, kamu dan dia sudah punya bahasa sendiri yang hanya kalian pahami berdua.

4. Jaim? Sudah nggak zaman. Kentut di depan pasangan bukan hal yang jarang kalian lakukan

“jangan bilang-bilang, tapi aku barusan kentut…” via favim.com

Dulu kamu selalu berusaha jadi orang yang sempurna untuk dia. Kamu takut jika kamu jadi dirimu yang biasa, dia akan kabur dan hubungan kalian gagal total. Saat makan bareng, kamu akan makan sesedikit mungkin dengan gaya seelegan mungkin, supaya dia nggak berpikir kamu rakus dan makannya banyak. Tapi jika kamu dan dia sudah pacaran bertahun-tahun, jaim sudah bukan zamannya lagi. Kamu dan dia sudah sama-sama tahu masing-masing, nggak perlu ada yang ditutup-tutupi. Makan ya makan saja, kalau kurang nambah. Bahkan kentut di depannya juga hal yang jarang kamu lakukan. Kenapa malu? Toh dia akan membalasmu dengan kentut yang lebih keras. Haha

5. Saat janjian makan berdua, kamu bisa mesenin makanan buat si dia meski dia belum datang. Toh kamu sudah hafal kesukaannya

Udah hafal makanan apa yang dia suka via positivetruth.com

Beb, aku telat nih. Macet banget di pertigaan depan kantor. Tolong pesenin makan…

Iya, udah aku pesenin. Ayam penyet cabe ijo, ayamnya dada kanan dan sambelnya ditambahin. Sama es jeruk, gulanya sepucuk sendok teh.

Wah kok kamu tahu aku pengin banget makan ayam penyet? Jangan-jangan kita jodoh?

Plis deh

Sekian lama bersama kamu juga sudah menghafal kebiasaannya. Mulai dari sifat-sifatnya, sampai makanan favoritnya. Jadi kalau janjian makan bersama di restoran, kamu sudah tahu apa yang akan dia pesan. Lengkap dan sedetil-detilnya.

6. Kalian lebih sering ledek-ledekan, dan itu justru tanda kalian makin saling sayang. Maksa jadi romantis malah jadi bahan ketawa

lebih sering ngeledek daripada beromantis-romantis via www.buzzfeed.com

Say, aku kangen.

Kamu mabuk ya?

Ih, orang kangen kok malah dibilang mabuk! Kita udah berapa lama nggak ketemu? Saking kangennya aku sampai salah orang melulu. Semua orang jadi mirip kamu.

SIAPA NIH YANG LAGI BAJAK HP PACARKU? BALIKIN GAK?!

Saat hubungan sudah berjalan lama, kata-kata romantismu diganti dengan kegiatan saling meledek. Kalau ceweknya agak cerewet, cowoknya akan bilang ‘dasar panci dapur!’, dan kalau cowoknya agak chubby, ceweknya akan dengan kejam menyebutnya ‘beruang kutub’. Tapi justru itu tanda sayang kalian berdua. Kalau ada yang berusaha romantis, endingnya malah gagal. Nasib udah kelamaan pacaran.

7. Poker face sudah nggak berlaku lagi untuk kalian. Sekali lihat dia langsung tahu jika kamu ada masalah yang ingin dibicarakan

Selalu ketahuan kalau nggak nyaman via www.dailydot.com

Sayang, kamu kenapa?

Nggak apa-apa.

Nggak usah bohong deh. Aku tahu kamu lagi bete.

Bukan bete, tapi…

Tapi?

Aku lagi kebelet…

Kalau cewek sudah mengeluarkan kata ‘gak papa’ atau ‘terserah’, cowok akan kelabakan abis. Mungkin dulu diam-diam kamu menikmati saat cowokmu kebingungan dan merasa bersalah padamu. Tapi kalau sekarang, kamu nggak bisa lagi menyembunyikan isi hatimu. Gerak-gerikmu dan mimik wajahmu sudah terlalu dihafal oleh pasanganmu, jadi sekali lihat dia langsung tahu kalau ada yang nggak beres.

8. Hangout dengan teman atau saudaranya juga sudah hal biasa. Kadang malah tanpa dia, dan kamu tetap asyik-asyik aja

keluar sama Mama pacar udah biasa via www.tumblr.com

Kamu lagi di mana? Kok ramai banget sih?

Ini lagi ke Mall, nyari sepatu.

Sama siapa? Eh, kok itu ada suara Mama?

Hehe. Iya, sama Mama kamu nih.

Karena hubungan kalian sudah lama, bukan tidak mungkin kamu juga sudah akrab dengan keluarganya. Bertemu dengan mereka nggak lagi membuatmu grogi parah dan keluar keringat dingin. Bahkan kamu sering keluar dengan adik-adiknya atau justru mamanya tanpa dia. Sudah akrab ini. Restu sudah di tangan, tinggal tanggal peresmian aja yang belum.

9. Sering bertemu dengan outfit yang senada, meski sebenarnya nggak janjian

bajunya samaan meski nggak janjian via www.pinterest.com

Dulu waktu masih awal pacaran, biar dianggap unyu, kamu dan dia sering janjian untuk pakai outfit yang senada saat kencan. Bahkan kamu dan dia rela membeli kaos-kaos atau sepatu couple. Biar manis dan romantic. Tapi semakin lama, kekompakan itu muncul begitu saja. Tanpa janjian dulu sebelumnya, kamu dan dia memakai baju yang warnanya senada.

Eh, kok kita samaan sih? Jodoh nih pasti!

10. Masalah dan rasa jenuh yang datang tak lagi jadi penghalang. Justru kamu dan dia mau berusaha mati-matian untuk menguatkan hubungan.

untuk sejauh ini kalian juga berjuang via www.petpictures.xyz

Hubungan kalian yang sudah sekian lama juga nggak berjalan mulus-mulus saja. Orang mungkin menganggap kalian pasangan yang super serasi dan memang ditakdirkan bersama. Tapi mereka tentu nggak tahu bahwa kalian juga berjuang keras untuk mempertahankan hubungan itu. Masalah pasti ada. Rasa jenuh juga kadang datang karena bersama orang yang sama sekian lama. Tapi kalian selalu punya cara sendiri untuk mengatasinya. Setiap permasalahan yang terjadi, dihadapi secara dewasa dan diambil hikmahnya. Niat untuk mengakhiri hubungan sering juga ada. Tapi selalu kalah dengan rasa sayang pada hal-hal yang sudah dilewati bersama. Kamu dan dia sama-sama yakin bahwa setiap masalah adalah ujian yang justru akan menguatkan hubungan.

Saat hubungan sudah berjalan lama, rasanya ngga mau lagi beranjak. Bukan karena apa-apa yang sudah kalian lalui bersama, juga karena kamu dan dia sudah saling terbiasa dengan satu sama lain. Mencari orang baru juga berat rasanya, karena harus memulai dari awal. Masalah dalam hubungan pastilah ada. Tapi jika kalian berdua masih sama-sama bisa bahagia, itu artinya hubunganmu dengannya layak dipertahankan. Ayo, tinggal kapan nih kalian mau meresmikan?