Konon, yang bisa dipegang dari cowok adalah kata-katanya. Dari kata-kata yang dilontarkan cowok, sebenarnya cewek sudah bisa menilai keseriusannya. Seringkali perasaan ragu menginterupsi dalam diri cewek “Apakah dia benar-benar serius denganku?”

Untuk menjawab keraguan tersebut, Hipwee akan mengajak kamu untuk menebak keseriusan cowok lewat perkataan yang lebih sering dia ucapkan di segala kondisi. Dia yang memang serius dan dia yang hanya main-main, tentu selalu punya jawaban berbeda.

1. Saat kamu berada dalam masalah dan kesulitan, dia yang serius akan berkata, “Gimana? Ada yang bisa kubantu?”. Bukan malah, “Halah, ngapain sih pusing mikirin,”

Ada yang bisa kubantu? via meghillphoto.com

Ketika menjadi dewasa, berbagai hal telah berevolusi. Tanpa terkecuali urusan cinta. Bedanya, kamu kini mungkin mulai berpikir lebih ke depan lagi. Sulit menemukan ruang untuk sekadar main-main kala kita merasa sudah dewasa. Dan bagi dia yang serius, dia pasti akan mengusahakan diri membantu kamu. Ketika berada dalam kesulitan, dia yang serius akan berkata, “Gimana, sayang? Ada yang bisa aku bantu supaya masalahnya bisa lebih ringan,”.

Alih-alih meninggalkanmu, kedewasaannya membuatnya mau terus mendampingimu. Termasuk saat kamu berada dalam kondisi paling buruk sekalipun.

Advertisement

Beda dengan dia yang main-main. Dia pasti akan berkata, “Halah, udahlah. Nggak usah dipikirin.” Niat dia mungkin membuat reda, tapi kemampuan penyelesaian masalah darinya sangat kentara. Dia menyepelekan masalah yang sedang kamu hadapi. Atau dia memang tidak mau susah-susah untuk membantumu keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi.

2. Waktu kamu lagi nggak mood, dia bakal bilang, “Mau coklat? Atau mau es krim? Pasti bisa bikin kamu lebih mood lagi lho,”. Sementara yang main-main akan bilang “Kamu kok ngeluh terus. Nyusahin banget!”

Makan es krim aja biar nggak stress

Karena sering mengedepankan perasaan ketimbang logika, kamu biasanya lebih gampang berubah mood. Bagi yang benar-benar serius, cowok ini biasanya tak hanya hafal dengan kondisi kamu bagaimana kamu saat sedih, senang, marah atau sebagainya. Namun dia juga tahu bagaimana harus memperlakukan kamu saat kamu berada dalam mood yang tidak baik. Dia memahami apa yang kamu butuhkan.

Saat kamu mempunyai keluh kesah, kamu jelas membutuhkan telinga untuk mendengar dan bahu untuk bersandar. Pemikiran yang dewasa, juga membuatmu menunggu setiap nasihat yang dia berikan. Dan bagi dia yang serius dengan kamu, dia pasti akan berusaha sekuat mungkin untuk membuat moodmu jadi lebih baik lagi.

Sementara dari dia yang sebenarnya cuma main-main menjalani hubungan denganmu, mungkin hanya bentakan yang akan kamu terima darinya.

3. Cowok yang orientasinya masa depan bakal bilang, “Ajak aku ketemu orangtuamu dong,”. Dia yang nggak serius akan mengelak dengan bilang, “Aku malu ketemu orangtuamu. Nanti-nanti aja deh, belum siap,”

Dia paham via www.pexels.com

Bagi dia yang serius denganmu, dia pasti meminta waktu untuk bertemu dengan orangtuamu. Dia mulai mengambil tindakan awal bahwa orangtuamu dan keluargamu adalah bagian dari kalian yang pasti berjalan beriringan. Hubungan yang serius jelas bukan melulu tentang dua kepala, melainkan dua keluarga juga. Dia yang serius jelas sadar hal itu.

Namun jangan pernah mengharapkan kata-kata yang sama keluar dari mulut dia yang cuma mempermainkanmu. Bukannya meminta bertemu orangtuam, dia malah akan terus menghindar.

4. “Aku nggak melarang. Tapi kamu tanggungjawab ya sama pilihanmu,” adalah kalimat yang dilontarkan dia yang serius saat kamu hendak melakukan sesuatu. Sementara dia yang cuma main-main cuma bisa bilang “Nggak boleh!”

Kamu nggak boleh ngelakuin itu! via www.helenaandlaurent.com

Bersama dia yang serius, kamu selalu dibiarkan berkembang. Dia tak pernah mau mengekangmu untuk melakukan banyak hal. Kamu dianggap sudah cukup dewasa, untuk bisa bertanggungjawab atas apa yang menjadi pilihanmu. Dia memberi perhatian tidak dengan melarang, melainkan hanya mengingatkan.

Sementara dia yang hanya ingin main-main denganmu, selalu merasa punya kuasa atasmu. Dia merasa berhak melarangmu dalam banyak hal. Seringnya dikira tanda sayang, tapi sebenarnya dia sedang membuatmu terkungkung dalam dunia yang itu-itu saja.

5. Cowokmu juga bilang, “Besok ikut acara keluargaku ya. Sekalian aku kenalin sama orang rumah,”. Bukan malah bilang, “Ah kita kan masih pacaran, santai aja, nanti-nanti aja ya ketemu orangtuaku,”

Ngajak kamu ikut orang tua via www.pexels.com

Jika dia bangga memiliki kamu, rasanya memutuskan diri untuk mengundangmu datang ke rumahnya bisa jadi sesuatu yang gampang. Poin pentingnya adalah dia percaya bahwa kamu telah siap untuk melangkah ke sebuah langkah selanjutnya sebelum masuk hubungan yang benar-benar serius.

Bandingkan dengan cowok yang main-main. Dia pasti terus mencari cara untuk tetap menjaga adanya tembok tinggi antara kamu dan keluarganya. Mungkin sudah saatnya kamu mempertanyakan itu.

6. Waktu cewek ngambek, cowok yang serius nggak bakal bilang, “Jangan suka ngambek kenapa sih?”. Dia bilang, “Jangan diem aja. Coba sini jelasin ke aku, biar aku paham,”

Coba sini jelasin.. via elizabethwellsphoto.com

Ketika kamu ngambek, cowok yang benar-benar mencoba membangun keseriusan pasti bakal berusaha mendengar keluhanmu. Mencoba mengerti posisimu. Bukan membalas ngambeknya kamu dengan ngambek pula. Dia yang serius, pasti bakal berusaha menjaga perasaan kamu dan dengan nada tak tinggi.

7. Dia yang serius selalu bilang, “Aku memang bukan pasangan yang sempurna. Tapi aku selalu mencoba yang terbaik buat kamu,”. Sementara dia yang cuma main-main akan bilang “Kamu tuh yang harusnya berubah. Kalau aku ya memang gini, silahkan kalau nggak suka,”

Mau memperbaiki diri bersama via eventsbytiffie.wordpress.com

Dia yang serius, selalu merasa dirinya tak pernah sempurna untukmu. Itulah mengapa dia tidak pernah lelah untuk terus berusaha menjadi yang terbaik buat kamu. Dia selalu menampilkan sisi terbaik dalam dirinya untukmu, dan selalu berupaya agar tidak mengecewakanmu. Jika dia memang tulus, dia tak akan keberatan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang nantinya berdampak buruk saat kalian melangkah ke jenjang berikutnya.

Sebaliknya, pada dia yang cuma bisa main-main, tak ada satupun hal yang bisa kamu harapkan darinya. Dia bahkan tak berminat untuk sama-sama memperbaiki diri demi hubungan kalian.
Bagi dia yang memang ingin mempertahankanmu hingga nanti, kamu begitu berharga. Sehingga usahanya untukmu tak pernah sesumbar ia ucapkan. Ia hanya datang dengan bukti.