Hubungan yang sedang kamu jalani sekarang mungkin sudah tak lagi seumur jagung. Hubunganmu dan dia saat ini mungkin telah menginjak usia satu tahun, dua tahun, atau bahkan lebih dari lima tahun. Bagi sebagian orang yang melihat dari luar, mereka salut pada hubungan kalian. Masih bisa bertahan hingga saat ini dan terlihat baik-baik saja.

Tapi benarkah ribuan hari yang sudah kamu lalui bersamanya memang hanya baik-baik saja? Apakah hubunganmu dan dia berkembang ke arah yang lebih baik seiring waktu yang berlalu?

Tentu cuma kamu yang tahu. Kamulah yang merasakan bagaimana perjalanan hubunganmu dengannya. Tapi, jika sebenarnya kamu merasa hubunganmu nggak baik-baik saja seperti yang mereka kira, mungkin sudah saatnya kamu akhiri. Terlanjur menjalin hubungan yang sudah berjalan lama bukan alasan untukmu terus bertahan. Jika hal-hal ini sudah kamu rasakan, maka lebih baik kamu ikhlaskan dan lepaskan.

1. Meski tak apa berkurang, tapi rasa-rasanya ada yang selalu berkurang dari perhatiannya. Tak lagi sehangat dulu..

Tak ada lagi perhatian via elizabethwellsphoto.com

Ketika kamu dan dia sudah menjalani hubungan yang cukup lama, bukankah perhatian menjadi hal yang lazim dan tak perlu diminta? Dia seharusnya memberikan perhatian hingga hal-hal kecil yang ada padamu. Tentu kamu masih ingat bagaimana perhatiannya padamu di saat hubungan kalian sedang hangat-hangatnya dulu. Perhatian yang dia berikan jelas sekali adanya.

Advertisement

Tapi sekarang, perhatian itu tak lagi ada. Entah karena sudah terbiasa dan merasa tak perlu lagi ada yang diperhatikan, atau karena sudah tak peduli. Mungkin kamu mengira bahwa itu baik-baik saja. Tapi jauh di dalam hatimu, bukankah kamu merasa bahwa perhatian adalah sesuatu yang kamu butuhkan?

2. Usahamu dalam hubungan tak pernah dihargai lagi. Baginya itu bukanlah hal yang berarti

Usahamu terasa sia-sia via nouba.com.au

Usahamu untuk mempertahankan hubungan hanya dianggap hal yang biasa olehnya. Jerih payahmu untuk menciptakan kebahagiaan antara kalian berdua juga rasanya bukan sesuatu yang berarti lagi. Baginya itu adalah sebuah keharusan dalam hubungan. Namun, keharusan itu hanya berlaku untukmu, bukan untuknya. Ini adalah sebuah kesalahan. Bagaimana bisa kamu memperjuangkan hubungan ini sendirian? Mungkin sudah waktunya kamu berhenti. Memperjuangkannya mati-matian, tapi tak ada usaha apapun untuk dia mempertahankanmu.

3. Kata-katamu tak pernah ia dengarkan. Ia hanya melakukan apa yang diinginkan tanpa kamu sebagai pertimbangan

Kata-katamu tak pernah dia dengarkan via elizabethwellsphoto.com

Semakin lama kamu merasa semakin diabaikan. Tak hanya usahamu tapi juga perkataanmu. Jika dulu dia mendengarkan semua saran dan laranganmu, kini semua kata-katamu hanya dianggap angin lalu baginya. Dia merasa bahwa kamu tak punya hak untuk melarangnya. Kamu seharusnya bisa menerima dia apa adanya. Dia berhak untuk melakukan apa saja yang ia inginkan. Lantas kalau sudah begitu, apakah bisa kamu membangun masa depan bersamanya?

4. Kamu merasa ada keterpaksaan saat dia menghabiskan waktu bersamamu. Semua terasa seperti kewajiban

Menghabiskan waktu bersama terasa seperti kewajiban via dylandsara.com

Dulu, kalian begitu menikmati setiap detik waktu bersama. Sebisa mungkin meluangkan waktu untuk berdua dan menghabiskan waktu bersama. Banyak hal yang rasanya tak sempat dilakukan dalam satu kali pertemuan. Banyak hal yang ingin dibicarakan tapi tak sempat karena waktu yang berputar begitu cepat.

Tapi kini, kamu mulai merasa bahwa waktu berdua bukanlah lagi sesuatu yang berharga. Pertemuan bukanlah lagi sebuah kebutuhan tapi hanyalah keterpaksaan. Kamu merasakan bahwa ketika dia bersamamu, dia merasa terbebani. Pikirannya melayang entah kemana. Dan waktu yang berputar terasa begitu lama.

5. Tak lagi membahas masa depan berdua dengan alasan banyak yang harus ia pikirkan sekarang

Masa depan berdua entah kemana muaranya via nouba.com.au

Dia tak semangat lagi membahas tentang masa depan kalian berdua. Bahkan dia mencoba untuk menghindari pembahasan itu. Setiap kali kamu tanyakan, dia selalu menolak. “Kita bahas itu nanti saja, waktunya ‘kan masih lama” adalah jawaban yang selalu kamu dengar. Dia selalu beralasan bahwa saat ini dia sedang banyak pikiran. Jika seperti itu terus, mungkin itu adalah pertanda bahwa dia tak serius lagi untuk membangun masa depan bersamamu.

6. Membentakmu ketika kamu salah, tapi jika dia yang melakukan kesalahan tak pernah ada kata maaf

Tak segan membentakmu via dylandsara.com

Sekarang kamu mulai merasakan perubahan yang ada pada dirinya. Dia sudah berani membentakmu dan berkata kasar kepadamu. Ketika kamu melakukan sebuah kesalahan, bukannya membantumu untuk memperbaikinya, dia malah memarahimu atau bahkan memaki-makimu. Dia menjadi semena-mena terhadapmu. Pasangan yang seperti itu tentu bukanlah orang yang pantas kamu bawa ke pelaminan. Sekarang saja dia sudah berani seperti itu, apalagi nanti jika sudah menikahimu.

7. Kini perkataannya layaknya sabda pandita ratu, yang kalau tidak dituruti membuatnya mengancam meninggalkanmu

Harus menuruti semua keinginannya via dylandsara.com

Sikapnya padamu semakin lama semakin menjadi. Dia sudah tak kenal lagi batasan. Dia memaksamu untuk menuruti keinginannya. Kamu harus mengabulkan permintaannya. JIka tidak, dia akan kesal dan marah kepadamu. Hal itu membuatmu mau tak mua harus menurutinya. Apalagi perasaanmu yang terlalu cinta padanya, membuatmu tak bisa berpikir jernih. Kamu merasa bahwa dengan menuruti keinginannya itu adalah bukti cintamu untuknya. Hal ini tentu salah. Kamu harus sadar bahwa apa yang dia lakukan itu sudah tak bisa dimaklumi.

Semakin lama kamu dengannya, tentu harusnya semakin bahagia kamu menjalani hubungan itu. Jangan sampai waktu yang berlalu membutakanmu dengan perlakuan-perlakuan yang seperti ini. Kamu tak bisa mengabaikan hal-hal yang seperti ini. Apalagi jika kamu berpikir bahwa sudah terlanjur lama menjalani hubungan sehingga kamu harus tetap bertahan.

Tak ada kata terlambat untuk mengikhlaskan dan melepaskannya jika dia memang tak pantas untuk dipertahankan.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me