Mantan. Kata yang sederhana maknanya tapi bisa rumit penggambarannya. Di artikel yang lalu, aku sudah cerita bahwa ada 6 mantan yang telah mengisi perjalanan drama percintaan anak mudaku dulu. Ya, itu drama menye-menye yang kita semua jijik kalau dengar cerita orang lain tapi hobi banget kalau suruh ngelakuin. Mungkin kalian juga bakalan jijik dengan ceritaku, tapi tidak masalah. Toh, aku senang menceritakan mantan-mantanku. Peringatan terakhir pada kenangan masa lalu sebelum beberapa bulan lagi bicara mantan jadi pelanggaran akidah karena konon orang menikah harus saling setia dan mencintai sehidup semati (padahal bohong).

Pelajaran pertama tentang “kita” aku dapatkan pas menjelang naik kelas satu SMA dari adik kelasku. Ya, dia kelas  dua SMP. Aku nggak tahu bahwa istilah “I got butterfly in my stomach” adalah sebuah kenyataan sampai saat itu. Beneran, rasanya geli-geli gimana gitu di perut pas dia bilang kalau dia juga suka sama aku. Cheesy ya? ya memang begitulah cinta monyet. Berlebihan, lebay, dibesar-besarkan, tapi tak terlupakan.

Bukan dia! Hahaha via i.pinimg.com

Aku sudah kenal lama sama anak ini, yakni sejak aku kelas dua dan dia kelas satu. Selama satu tahun lebih kita kerja bersama di satu seksi OSIS dan aku tidak pernah merasa dia cantik. Namun pada suatu sore yang cerah menjelang kelulusanku semuanya berubah. Aku lihat cewek berjilbab yang tingginya hanya 150an cm ini sedang nempelin mading sambil naik di bangku. Ini hari pertamanya berjilbab, dulunya enggak. Jilbab sederhana menutupi rambutnya yang keriting dan membuatnya sekitar 22, 5 kali lebih cantik dari biasanya.

Entah karena memang dia berlipat-lipat lebih cantik atau karena aqil baliq yang mulai datang, meskipun mungkin bisa dibilang cinta monyet, tapi sore itu adalah kali pertama aku benar-benar tertarik pada seorang cewek. Tangan berkeringat, ngomong susah, berlaku sok dewasa tapi malah kelihatan konyol. Tahu apa anak kelas tiga SMP soal kedewasaan. Ya, tapi namanya juga cinta monyet. Monyet yang pertama kali jatuh cinta ini memang sedang berlagak seperti manusia. sok compose, sok dewasa.

Advertisement

Long story short seminggu kemudian. setelah mendapatkan banyak referensi dari teman-teman yang belum pernah pacaran dan dari mas Ari Wibowo yang nembak Elma Theana di sinetron Tersanjung, aku memberanikan diri bilang kalau aku suka sama dia. Dan, kabar gembiranya adalah, dia bilang juga sama aku. Jadian deh kita. Oh, ini rasanya punya pacar pertama kali. Rasanya geli di perut dan kelewat semangat dalam melakukan apapun. Caper kalau pas si pacar lewat depan kelas dan mulai belajar rasanya cemburu cuma gara-gara si pacar ngobrol sama teman sekelasnya soal tugas kelompok. Konyol sih, tapi seru dan unforgetable.

Berjalan dengan penuh drama karena orangtua si pacar melarang pacaran (ya terang saja dilarang lawong baru kelas dua SMP), kami akhirnya putus setelah hampir 6 bulan pacaran. Bapaknya yang hakim pengadilan agama tentu saja melarang anaknya yang masih bocah pacaran dengan cowok yang baru pertama suka cewek ini. Minimnya komunikasi dan larangan keras dari orangtua membuat hubungan kami kandas (bohong sih ini, kita putus karena kita berdua emang masih bocah dan masih bego. hehehehe).

Abaikan! Gambar hanya pemanis! via static.vix.com

Meski bukan cerita yang menarik atau mengharukan, banyak sekali hal yang aku pelajari dari pacar pertamaku ini. Aku tahu kalau jatuh cinta itu menyenangkan meskipun ya ada sedih dan marahnya juga. Aku tahu kalau punya pacar itu membahagiakan meskipun rumit. Aku jadi tahu kalau cowok dan cewek adalah dua makhluk yang sangat berbeda. Dan, yang paling penting, ini adalah jam terbang berharga buat mencari selanjutnya.

Sekarang dia sudah menikah dan punya anak satu. Dia sudah lulus dari fakultas kedokteran dan menikah dengan cowok dari keluarga yang…. ya cukup berada lah. Oh iya, ini pesanku untukmu wahai mantan pertamaku. Kalau minta apa-apa sama suamimu kamu harus pakai jilbab Soalnya kamu terlihat 22,5 kali lipat lebih cantik kalau pakai jilbab. (bercanda lho ya..hehehehehe)

HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Baca tulisan #HipweeJurnal dari penulis lainnya di sini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya