Berawal dari teman, tumbuh bibit-bibit perasaan saling suka. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi, mungkin terjadi juga pada kamu. Sebelum kamu memulai sebuah hubungan yang lebih serius dari sekedar teman, perlu ada sebuah proses tambahan untuk lebih mengenal satu sama lain. PDKT, atau bahasa lainnya adalah pendekatan. Dalam hal ini, satu hal krusial yang menentukan berhasil atau tidaknya perjuanganmu untuk memilikinya adalah…. timing.

Karena tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan, untuk dapatkan timing yang pas adalah sebuah kesempatan langka. Jika memang kamu diberi kesempatan untuk bisa bersanding bersamanya, timing-mu memang ada di saat yang tepat.

Hati orang siapa yang tahu. Ternyata kamu dan dia memendam rasa saling mengagumi setelah beberapa waktu.

Saat lo gue berubah jadi aku kamu via locari.jp

Perasaan dalam hati tidak ada yang bisa menebak. Seberapa dalam kamu menyimpan rapat-rapat, pasti akan ada waktunya untuk diceritakan pada yang bersangkutan. Siapa sangka, mungkin dia yang selama ini sebatas teman, pelan-pelan berhasil merobohkan pintu hati yang sudah tertutup rapat.

Atau mungkin saja, dia yang belum lama mengenalmu, ternyata mampu menarik perhatianmu dalam waktu yang cukup singkat. Memang, perasaan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa peringatan, ya. Salah satu inginmu adalah ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya.

Menjadikan usaha sebagai wacana tidak ada dalam kamusmu. Mencari timing untuk saling dekat adalah yang utama.

Advertisement

Sebagai orang yang pantang menyerah, kamu pun segera mencari siasat untuk bisa selalu berada di sekelilingnya. Otakmu bekerja begitu cepat dari biasanya. Karena kamu orang yang berprinsip, kamu nggak segan-segan untuk mencari tahu lebih dalam tentangnya. Makanan kesukaan, tempat makan favorit, bahkan spot duduk favorit-nya pun kamu tahu. Timing, itulah yang harus kamu dapatkan.

Kenapa timing penting? Agar momenmu bersamanya seperti sudah ditakdirkan. Dia pun akan berpikir bahwa kamu memang ada untuknya. Kelihatan klise memang, tapi itulah yang memang menjadi pertimbangan.

Satu dua kali gagal? Wajar. Kamu harus terus berusaha dan pantang menyerah.

Pantang menyerah via imgarcade.com

Seperti panglima dalam peperangan, kamu tidak boleh putus asa dalam melancarkan strategi dalam mendapatkan timing bersamanya. Percobaan pertama gagal. Kamu harus tetap bersemangat dalam mencari kesempatan. Di percobaan berikutnya tetap gagal?

Masih belum saatnya untuk kamu dibuat menyerah. Kemenangan tidak akan didapat dalam dua percobaan. Bahkan, kemerdekaan Indonesia pun butuh ribuan kali perjuangan untuk dapat benar-benar lepas dari jeratan penjajah. Sebagai panglima pencari timing yang tepat, sudah seharusnya kamu harus tetap melancarkan strategimu, ya.

Kesempatan yang datang tidak boleh disia-siakan. Kamu harus yakin, ada tangan semesta disitu.

Selalu tersenyum via mariajasmin.tumblr.com

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa…

Kesempatan tidak datang dua kali. Jika memang ada, maka itu adalah anugerah.

Oleh karena itu, setiap kesempatan yang datang, jangan pernah kamu sia-siakan. Kesempatan yang datang harus jadi bukti bahwa kamu tak pernah pantang terus mencoba. Kamu pun harus terus yakinkan dirimu untuk selalu berpikiran positif, bahwa semesta memang selalu mendukungmu.

Usaha kesekian kalinya tidak berhasil? Semesta bukan sedang mempercundangi. Tapi ingin melihat bagaimana kamu gigih berusaha.

Try again. via naijatakeover.com

Setelah berjuang kesekian kalinya untuk menjadi “yang selalu ada dan spesial untuknya” tidak berjalan mulus seperti yang kamu harapkan, kamu tidak boleh bersedih hati. Jalan menuju masa depan yang lebih baik memang tidak bisa digapai dalam sekejap. Mungkin, jika dia memang bagian dari masa depanmu, kamu harus tetap gigih dalam mendapatkan timing yang tepat baginya dan bagimu. Pakai motto yang ada dalam game untuk selalu try again jika kamu mengalami kekalahan.

Tidak mendapat timing yang tepat? Artinya dia memang bukan untukmu. Tuhan sedang mempersiapkan yang lebih baik untukmu.

Tuhan ingin tahu seberapa tegar kamu via tumblr.com

Sudah banyak cara kamu lakukan supaya bisa mendapatkan timing dan menjadikannya sosok penting dalam hidupmu. Tapi, semuanya nihil. Tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan usaha yang sudah kamu persiapkan matang-matang. Jika memang itu yang terjadi, sebuah hal yang harus kamu terima adalah… dia memang bukan untukmu.

Mungkin dari awalkamu sudah benar-benar yakin. Tapi, setelah kamu terlusuri napak tilas kegagalanmu dalam mendapatkan timing, kamu perlu sadarkan dirimu bahwa dia bukan salah satu takdirmu. Mungkin saja, Tuhan ingin tahu, seberapa besar kegigihan dan kesabaranmu dalam menghadapi banyak kegagalan.

Karena sebenarnya bukan tentang berapa banyak perjuangan yang telah kamu lakukan. Tapi seberapa banyak timing yang kamu dapat untuk bisa bersamanya.

Pernah? via izismile.com

Pada akhirnya, kamu pun sadar, untuk bisa menjadikannya sosok penting dalam hidupmu, akan selalu ada yang dikorbankan. Waktu dan materi mungkin adalah dua hal yang paling banyak kamu korbankan. Karena dalam mendapatkan cinta seseorang, timing adalah segalanya. Jika kamu dan dia ada di momen yang tepat, walau tanpa banyak perjuangan banyak, jalanmu bersamanya akan dimudahkan.

Seberapa banyak perjuanganmu, jika timing tidak dapat kamu taklukan, semuanya akan jadi sia-sia. Pelajaran yang bisa dipetik adalah timing tidak dapat diciptakan, biarkan semesta yang bergerak. Jika memang kalian berjodoh, nggak akan ada penghalang besar yang mempersulit.

Kredit Featured Image : http://liliejohn.blogspot.co.id/2013/11/are-you-apple-of-my-eyes.html