Setiap pasangan tentu berharap agar hubungan yang dijalani bisa langgeng selamanya. Namun, perkara mempertahankan jalinan cinta dengan seseorang juga bukan perkara gampang. Selain butuh niat dan kemauan, kuatnya perasaan tentu adalah modal utama.

Saat ini kamu mungkin merasa bahwa hubungan dengan pasangan sudah berjalan baik-baik saja. Kamu bahagia karena bisa melalui hari-hari bersamanya, dan mempersiapkan masa depan berdua. Tapi jangan terlalu yakin dulu. Karena jika 7 hal ini ada dalam hubunganmu, bisa jadi akhirnya kelak kalian tetap tak bisa bersatu.

1. Sebenarnya kalian sama-sama belum merasakan cinta. Hubungan yang dijalani sebatas rasa tergila-gila atau terbawa suasana.

kalian sebenarnya tak sama-sama cinta via www.stylemagazin.hu

Hubungan akan bisa bertahan lama jika cinta yang jadi landasan. Cinta sanggup membuat dua orang bertahan, meski dalam senang maupun kesulitan. Cinta pula yang membuat seseorang mau berkorban demi pasangan atau hubungan yang dijalaninya.

Sayangnya, tak semua pasangan menjadikan cinta sebagai modal utama dalam sebuah hubungan. Kebanyakan justru hanya mengandalkan perasaan suka atau lantaran sekadar tergila-gila. Baru dekat sebentar saja sudah buru-buru memutuskan untuk pacaran. Tanpa disadari, keputusan memulai hubungan semata-mata karena terbawa suasana.

Advertisement

Coba deh ingat kembali perjalanan cinta kamu dan dia? Apakah kalian memang benar-benar saling jatuh cinta, atau sekadar terbawa suasana?

2. Kamu dan dia memang menyayangi. Tapi, rasa sayang itu tak lantas diwujudkan dengan bukti.

rasa sayang ada tanpa bukti via www.stylemagazin.hu

“Aku sayang banget deh sama kamu”

“Iya. Aku juga sayang banget sama kamu”

Perkataan macam itu mungkin sudah sering terlontar dari mulutmu dan pasanganmu. Namun, perkataan itu sebenarnya tak membuktikan apa-apa. Kamu dan dia memang mengaku saling menyayangi, tapi perasaan sayang itu tak pernah benar-benar terbukti.

Rasa sayang seharusnya tak hanya dikatakan, tapi wajib dibuktikan. Kalau kalian memang sama-sama sayang, hal-hal apa saja yang selama ini sudah kamu lakukan untuk pasangan atau sebaliknya? Sudahkah kamu memberikan yang terbaik untuk dia tanpa perlu menghitung untung ruginya?

3. Pasangan sepatutnya bisa jujur tentang apa saja. Sementara, kalian justru masih sering menyimpan rahasia.

bersama tapi menyimpan rahasia via www.elysianstudios.co.uk

Sikap jujur adalah modal dalam hubungan. Seburuk apapun keadaannya, lebih baik jujur daripada berpura-pura di depan pasangan. Selayaknya kamu dan dia harus jujur tentang apa saja, termasuk segala kekurangan yang dipunya. Berani berkata jujur atau apa adanya adalah tanda bahwa kamu dan dia sudah sepenuhnya saling percaya.

Sejenak coba pikirkan tentang bagaimana hubungan kalian berjalan. Apakah kamu dan dia sama-sama mau bersikap jujur dan apa adanya? Mungkinkah selama ini kalian masih sering menyimpan rahasia-rahasia kecil yang tak diungkapkan pada pasangan? Jika iya, hal itu bisa jadi sebuah pertanda bahwa hubungan kalian kelak tak akan bertahan lama.

4. Hubungan memang seharusnya dijalani dengan bahagia. Namun, bukan berarti kamu dan dia tak perlu memikirkan masa depan bersama ‘kan?

pacaran tak melulu soal senang-senang via student2corporate.com

“Sayang, ngajuin KPR itu syaratnya apa aja, ya?”

“Gimana kalau kita mulai buka usaha barengan?”

“Aku mending ikutan kerja atau fokus jadi ibu rumah tangga aja?”

Setiap orang tentu ingin bisa bahagia setelah menemukan pasangan. Berharap setiap harinya ada hal-hal menyenangkan yang dapat dibagi dengan dia yang paling disayang. Namun, hubungan pacaran tentu tak melulu soal senang-senang ‘kan? Jalan-jalan berdua, nonton bioskop, atau makan malam romantis bersama.

Ada kalanya pasangan harus memikirkan perkara masa depan. Duduk berdua dan mengobrol tentang hal-hal berat yang mungkin sekilas terdengar kurang menyenangkan. Nah, jika kamu atau pasanganmu merasa keberatan untuk hal yang satu ini, mungkin hubungan kalian memang tak akan bertahan lebih lama lagi.

5. Jangan sampai cemburu berlebihan. Jangan pula terlalu tenang ketika pasangan mulai bersikap tak wajar.

ketika pasangan muai bersikap tak wajar via favim.com

Sikap cemburu yang berlebihan bisa jadi menghancurkan hubungan. Apalagi, jika kamu dan dia sama-sama mengedepankan emosi tanpa logika. Sebaliknya, hubungan juga tak akan bertahan lama jika kamu atau dia justru bersikap terlalu tenang.

Teman: “Aku lihat pacarmu nonton sama cewek lain kemarin”

Kamu: “Oh iya. Kayaknya itu saudaranya deh. Kalau nggak, paling cuma temen aja”

Di satu sisi, kamu mungkin memang punya karakter yang tenang ketika menghadapi sesuatu yang ganjal. Namun di sisi lain, bisa jadi kamu sebenarnya sadar bahwa ada kejanggalan tapi takut atau malas untuk membahasnya. Alhasil antara kamu dan pasanganmu tak ada sikap saling terbuka dan lebih memilih memendam masalah.

6. Setiap ada obrolan tentang ‘mau dibawa hubungan ini selanjutnya’, kalian sepakat menjawab: “Udah jalanin dulu aja…”

udah jalanin dulu aja… via rebloggy.com

Kalimat “udah jalanin dulu aja…” mungkin sering terlontar dari mulutmu atau pasanganmu. Di satu sisi kalimat itu baik karena menandakan bahwa kalian santai dan tak mau terlalu “nggoyo” dalam menjalani hubungan. Namun di sisi lain kalimat “udah jalanin dulu aja…” juga menandakan kalau kamu dan pasangamu tak punya niatan untuk bersama di masa depan.

Bisa jadi sebenarnya kamu atau dia hanya sedang menghabiskan waktu bersama, tanpa punya keinginan untuk berdua selamanya. Mungkin saja kamu dan dia sesungguhnya punya keinginan untuk menemukan pasangan yang lebih baik lagi di masa depan. Dan jika begitu, buat apa sekarang kalian tetap bersama kalau kelak akhirnya ingin putus juga?

7. Meski sudah pacaran lama, kamu dan dia ternyata sama-sama belum bicara dengan orang tua. Padahal, hubungan kalian pasti butuh restu mereka.

hubungan tanpa restu orang tua via ohhellokelsey.tumblr.com

Entah alasan apa yang melatarbelakangi, kalian sama-sama belum siap jika harus bertemu orang tua pasangan. Padahal, hubungan yang kalian jalani juga bukannya baru sebentar. Meski bertahun-tahun pacaran, kamu dan dia masih sama-sama enggan mendeklarasikan hubungan di depan orang tua.

Ada perasaan ragu atau bahkan takut yang mungkin mengganggu langkah kalian. Padahal kalau memang sudah mantap, bukankah lebih baik segera sharing dengan orang tua? Bisa jadi kamu tahu kalau orang tua tidak akan merestui hubunganmu dengan dia, dan begitu juga sebaliknya. Kamu dan dia pun sebenarnya sadar bahwa hubungan itu tak bisa dilanjutkan.

Apakah kamu dan pasanganmu merasakan hal-hal di atas? Mungkinkah kalian terus berusaha, atau lebih baik segera menyerah saja?