Apakah kamu sering merasa tertekan di rumah? Kalau pergi harus diantar-jemput orang tua, kalau pulang harus sebelum jam 9 malam, sementara semua yang kamu lakuin harus dengan izin ayah ibumu?

Kamu merasa tidak punya kebebasan untuk bersenang-senang sama sahabatmu. Bahkan, orang tua kamu pun mengawasi dengan ketat siapa aja teman-teman kamu.

Apakah punya orang tua yang overprotektif dan otoriter bikin kamu jadi pribadi tertutup dan gampang nyerah? Jangan takut, karena ada caranya untuk menghadapi orang tua yang overprotektif dan otoriter. Misalnya aja…

1. Beranikan diri untuk ngobrol dari hati ke hati hati dengan orang tuamu

Yang dilakukan orang tua pasti beralasan via www.info-jogja.com

Coba deh ngobrol dan tanya ke orang tua. Tanyakan kenapa mereka sangat membatasi kamu. Pasti ada alasan tertentu kenapa mereka bersikap sangat protektif ke anaknya.

Advertisement

Jangan takut untuk ngomong ke orang tua. Apa yang ada di hati kamu, ungkapkan ke mereka. Orang tuamu harus mendengar bahwa sebagai manusia, kamu juga butuh privasi dan waktu untuk diri sendiri.

Camkan bahwa orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Semakin kamu bisa curhat dan membuka diri ke bapak atau ibu, mereka pasti senang dengernya.

 2. Kenali emosi dirimu sendiri

kenali dirimu sendiri via www.flickr.com

Kamu adalah kamu. Kenali emosi diri dan belajar untuk mengontrol emosi. Ada kalanya kamu merasa sangat marah terhadap orang tua karena kamu nggak dibolehkan pergi sama teman-teman. Rasanya kamu pengen nekat kabur aja.

Sayangnya, hal itu hanya akan membuat orang tuamu semakin ketat mengawasimu. Ujung-ujungnya, kamu juga yang akan dirugikan.

Itulah pentingnya untuk mengontrol emosi diri. Kalau kamu merasa marah, cobalah untuk menuangkan segala amarahmu ke dalam tulisan. Menuangkan emosi ke dalam tulisan cukup membantumu untuk mengontrol emosi diri. Nantinya kamu pun bisa berkaca lewat tulisanmu.

3. Tunjukkan Bahwa Kamu Bisa Bertanggung Jawab

Belajar bertanggung jawab sejak hari ini via devotedconversations.com

Kamu pengen ikut kegiatan di kampus yang mengharuskan kamu pulang larut malam. Supaya orang tuamu memberi izin, kamu harus menunjukkan pada mereka kalau kamu sadar sepenuhnya pada risiko perbuatanmu.

Untuk menangkal kekhawatiran orang tua akan keamananmu, kamu bisa bilang ke mereka kalau kamu akan diantar satu atau dua teman cowok dari kampus sampai gerbang rumah. Jangan lupa berikan nomor HP teman yang akan mengiringi kamu pulang itu.

Dengan begitu, orang tua akan melihat usahamu dan perlahan mereka akan melihat sisi kedewasaanmu. Jangan berharap kamu akan diperlakukan seperti orang dewasa kalau tingkahmu masih seperti anak kecil yang tidak bisa menjaga kepercayaan.

4. Ingat: kunci suatu hubungan adalah komunikasi

Kunci lancarnya hubungan terletak di komunikasi via www.presidenri.go.id

Dalam menjalin suatu hubungan, termasuk dengan orang tua, komunikasi adalah hal yang niscaya pentingnya.

Tapi tentu ada strategi khusus yang harus diterapkan agar komunikasi kita bisa lebih efektif. Kalau orang tua tiap hari menelepon untuk bertanya dan “mengintegorasi” kabar, kita akan bosan.

Kalau kamu merasa nggak nyaman dihubungi tiap saat, coba beri tahu mereka. Yakinkan mereka kalau kamu baik-baik saja, dan mereka nggak perlu mengkhawatirkanmu tiap waktu.

Menelepon orang tuamu duluan juga nggak ada yang larang. Tanya kabar mereka gimana, pasti mereka senang. Jangan cuma sering WhatsApp-an sama pacar atau gebetan. SMS-an atau WhatsApp-an sama bapak atau ibu juga harus dilakuin loh.

5. Tunjukkan kalau kamu juga berhak dan bisa mandiri

Tunjukkan kalau kamu mandiri dan bisa diandalkan via www.independent.co.uk

Orang tua bisa sangat mengawasi dan mengontrol kamu pas kamu sekolah, tapi akan ada saatnya kamu harus jauh dari orang tua dan melakukan semuanya sendiri.

Ini saatnya kamu menunjukkan ke mereka kalau kamu bisa hidup mandiri. Buktikan dan tunjukkan ke mereka kalau kamu bisa dilepas. Mulai lakukan semua kewajiban domestikmu sendiri. Belajar masak, belajar setrika baju, belajar menjaga kamar tetap rapi. Tunjukkan bahwa kamu siap dilepas dan akan tetap hidup.

Jangan langsung menolak kalau orang tua memintamu melanjutkan pendidikan di kota asal atau yang masih relatif dekat. Hal itu tidak kalah asik kok. Kalau kamu kangen rumah, kamu bisa pulang atau orang tua datang mengunjungimu.

Tapi kalau kamu sudah punya keinginan untuk kuliah di kota atau negara yang jauh, berikan mereka pengertian dan bukti kamu bisa hidup mandiri. Menunjukkan dan membuktian kemandirianmu akan melonggarkan kekangan mereka (yang sebetulnya hanya bentuk tanda sayang itu).

6. Hindari perselisihan dengan orang tua. Kalaupun ada, selalu hargai mereka

Hindari perselisihan dengan orang tuamu via suara.com

Ada kalanya anak dan orang tua berselisih paham karena sifat orang tua yang otoriter. Ketika terjadi perselisihan, ingat kalau kalian adalah satu darah. Istilah ‘mantan pacar’ atau ‘mantan teman‘, ada. Tapi istilah ‘mantan anak’ dan ‘mantan orang tua’, mana ada?

Hindari mengeluarkan nada tinggi ke orang tuamu. Kontrol emosi dirimu. Hargai orang tuamu, semarah apapun kamu.

7. Kenali orang tuamu lebih dekat

Kenali orang tuamu secara personal via suara.com

Mengenal lebih jauh kepribadian bapak dan ibu sangat penting untuk menjalin komunikasi yang nyaman dan menentukan apa-apa saja yang harus kamu kendalikan. Kamu bisa jadi lebih mudah dalam menghadapi mereka, dan tahu hal-hal apa saja yang nggak bisa kamu paksa dan memang harus kamu maklumi.

Orang tuamu juga manusia biasa yang punya sifat dan sikap yang unik. Kenali dulu kegemaran dan sifat orang tuamu sebelum memulai diskusi soal perlakuan mereka yang kamu rasa terlalu berlebihan. Berusahalah menyesuaikan diri dengan preferensi dan nilai yang mereka anut.

Contohnya nih, kamu tahu orang tuamu sangat idealis dan nasionalis. Coba ajak mereka berbincang tentang Gie atau tentang kabinet yang sedang dibentuk oleh calon presiden mendatang sebelum masuk ke diskusi utama. Dengan cara ini kalian akan makin terbuka dan lebih dekat.

Memahami kegemaran dan nilai-nilai mereka juga memberimu kemudahan untuk menentukan pendekatan yang lebih tepat.

8. Jangan pernah bohong!

Kalo bohong, nanti jadi pinokio via www.telegraph.co.uk

Jangan pernah sekali-kali bohong ke orang tua. Ini hanya akan membuat mereka lebih susah untuk percaya ke kamu di masa depan. Bisa-bisa, mereka akan bersikap lebih mengekang.

Sebenarnya orang tua akan bersikap otoriter dan overprotektif hanyalah bukti kalau mereka sangat sayang pada kamu, anaknya. Orang tua biasanya akan sangat protektif terhadap anaknya di fase-fase tertentu dalam hidup si anak. Akan ada saatnya mereka mengurangi keotoriteran mereka dan perlahan melepasmu ke ‘dunia nyata’.

Kalau kamu merasa tertekan dengan sikap orang tuamu yang keras dan harus menuruti segalanya, ingatlah guys, semua pasti ada jalan keluarnya. Belajarlah untuk menyalurkan perasaan negatifmu ke hal-hal yang positif. Ingat juga kalau yang dilakukan orang tua juga pasti akan membawa kebaikan di hidupmu.

Dan yang terpenting setelah kamu bebas dari orang tua, justru jangan jadi anak liar. Suatu saat nanti kita akan menjadi orang tua, dan kita akan mengerti kenapa orang tua bersikap seperti itu ke anaknya. Semua  indah pada waktunya! So, jangan takut ya.