Sebuah hubungan pastinya akan mencapai taraf di mana masing-masing pihak mulai intens di dunianya masing-masing. Ini sebuah tahap yang wajar dan tidak sepatutnya ditanggapi dengan masamnya raut wajah. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa fase ini adalah pertanda bahwa hubungan mulai merenggang. Waktu seakan-akan semakin mampat. Frekuensi pertemuan tidak lagi padat, masing-masing merasa tidak lagi dekat.

Sebenarnya tidak ada masalah apapun, hanya alokasi waktu bertemu berkurang dari sebelum-sebelumnya. Satu hal yang menjadikan masalah adalah tidak kontrolnya emosi. Energi habis setelah sibuk dengan dunianya masing-masing. Ketika disulut dengan sedikit hawa panas, maka akan terjadi perang dunia lokal.  Padahal, di tahap yang “sendiri-sendiri” semacam ini, sebuah hubungan mencapai titik puncak tantangan sekaligus kemantapan. Jika berhasil melewatinya, hubungan akan berjalan lebih bijak. Oleh karena itu…

Jangan dulu ragu ketika kamu memasuki tahap “sendiri-sendiri” . Itulah saat di mana tingkat kepercayaan telah meninggi.

Sendiri-Sendiri Bukan Berarti Tak Pernah Komunikasi via fantasticphotography9.blogspot.co.id

Memanglah berat ketika kamu harus fokus pada impianmu. Secara tidak sadar, ada beberapa hal yang direduksi demi tercapainya cita-cita. Mungkin juga, frekuensi bertemu pacar ikut dikurangi. Dan begitupun dia yang kini sibuk mengejar karier. Janganlah dulu menyerah dengan kondisi seperti ini. Buang pikiran-pikiran yang kerap berbisik bahwa kualitas hubungan menurun; dia tak lagi peduli; dan sebagainya.

Itu hanyalah ilusi, yang nyata adalah fase di mana tingkat kepercayaan pada masing-masing meningkat drastis. Dirinya yakin bahwa kamu tak akan pergi meskipun mengalami masa-masa perjuangan sendiri. Begitupun sebaliknya, kamu yakin dia tetap akan mencintai meskipun ada beberapa hal yang harus kamu kejar untuk meraih mimpi. Atmosfer demikian akan memunculkan energi positif jika kamu tetap yakin pada jalanmu dan membuang segala pikiran buruk.

Hubunganmu juga menunjukkan arti sebuah kedewasaan. Jarang bertemu justru menguatkan makna kebersamaan.

Advertisement

Sekali bertemu akan langsung berkualitas via columbiaspectator.com

Selain meningkatnya kepercayaan diri pada masing-masing, fase ini adalah tanda bahwa hubunganmu telah mencapai taraf pada kedewasaan yang mumpuni. Makna kebersamaan tidak selalu disikapi sebagai peristiwa pertemuan tatap muka, melainkan keselarasan rasa. Tiada lagi bujuk rayu manja. Kamu dan dirinya tidak mudah merajuk pada hal-hal yang sepele. Visi hubungan sudah jauh pada angan yang semakin nyata. Hal ini dikarenakan oleh dirimu dan dirinya yang sudah mencapai pemahaman akan sebuah hubungan yang tidak lagi perkara mengumbar kata sayang, melainkan hasrat untuk sama-sama berkembang.

Ketika sendiri, kamu tak menemukan permasalahan. Ketika bersama, masing-masing akan tetap saling menguatkan.

Kebersamaan semakin berarti dalam kesendirian via www.tumblr.com

Fase ini adalah bukti bahwa masing-masing memiliki power ketika sendiri dan akan semakin kuat ketika bersama-sama. Kemandirian adalah salah satu pencapaian lain ketika hubungan sampai pada fase sendiri-sendiri semacam ini. Masing-masing telah siap dan matang sebagai individu. Namun, tetap selaras sebagai sepasang sejoli yang tak pernah diliputi rasa ragu. Satu hal yang paling penting adalah tidak ada lagi ketergantungan. Keduanya tidak pernah saling memberatkan, sebaliknya justru saling menguatkan.

Proses ini juga tanda bahwa masing-masing serius dalam mempersiapkan masa depan. Terkesan egois, namun sesungguhnya realistis.

Akan pergi sama-sama mencari harta karun via chantelleova.wordpress.com

Apa lagi yang diragukan ketika pasanganmu begitu serius dan fokus pada dirinya untuk mengejar mimpi? Ditambah lagi bahwa kamupun sedang menjalani proses yang sama. Keduanya benar-benar siap menyambut masa depan. Oleh karena itu, janganlah pesimis ketika sampai pada tahap ini. Fase yang terlihat berantakan dan berat justru pertanda kamu sedang berada di jalur yang tepat. Selain itu, kamu dan dirinya akan terlihat sebagai pribadi yang egois karena hanya fokus pada diri masing-masing. Padahal, ada hal lain yang tersembunyi dan patut disyukuri : hubungan ini telah sampai pada tahap yang begitu realistis. Percayalah, kali ini harus dipertahankan demi cerianya masa depan.

Kalian tidak akan terkejut ketika sudah menikah dan keduanya harus bekerja. Sebaliknya, kalian akan saling menghargai karena telah terbiasa.

Bukan berjarak, justru semakin dekat via chantelleova.wordpress.com

Perjuangan untuk mempertahankan akan terbayar mahal ketika telah sampai di pelaminan. Kehidupan rumah tangga tidak lagi dipenuhi perkara-perkara yang disulut oleh prasangka tidak peduli dan egoisme pribadi. Keduanya telah melewati fase sendiri-sendiri yang luar biasa berat. Oleh karena itu, tiada lagi protes-protes akan sedikitnya waktu berjumpa dan berkurangnya intensitas komunikasi. Pemahaman akan impian untuk mencapai hidup lebih baik telah terpatri dalam diri. Dengan demikian, tidak ada masalah ketika keduanya bekerja dengan sepenuh hati tanpa ada perasaan ragu akan saling menyakiti.

Pertemuan akan menjadi sesuatu yang istimewa. Sebab akan banyak cerita baru yang tak biasa. Dengan ini, hubungan akan indah terasa.

Pertemuan akan menjadi sebuah keistimewaan via mayaraqueiroz.tumblr.com

Keindahan yang paling jujur dari fase sendiri-sendiri adalah makna dari pertemuan akan semakin istimewa. Kalian berdua akan menumpuk banyak cerita yang akan dibagikan saat bertemu setelah sekian lama menunggu. Hasilnya, pertemuan akan menjadi sebuah peristiwa yang begitu istimewa dan berkualitas. Kisah baru selalu hadir hingga membuat hubungan tidak akan pernah mencapai taraf bosan. Cerita kalian berdua tidak akan pernah habis. Sebab satu pertemuan tidak akan cukup untuk meluapkan tabungan cerita yang begitu padat. Oh ya, selain itu, kalian juga menumpuk rindu yang tiada habis. Harmonis dan romantis adalah konsekuensi yang tidak lagi dapat ditepis.

Kedewasaan cinta adalah sebuah peristiwa asmara yang terasa abu-abu. Sebabnya, manusia serasa berada di tengah-tengah; sebuah masa transisi yang masih mengandung karakter lama meskipun telah menyambut pribadi yang baru. Masa inilah yang kerap menjebak. Secara tak sadar, kita mengalami kebingungan dalam menyikapi kepribadian. Ketidaksadaran ini yang akan menghambat makna sebuah hubungan. Namun, ketika kita lebih dulu menyadarinya, maka sebuah hubungan akan terasa begitu bermakna.